Kemiskinan dan Agama

“Menurut Din, ada satu pandangan menarik dari pangeran yang bergelar Prince of Wales itu. “Pangeran Charles menegaskan bahwa nilai-nilai kebijaksanaan tradisional (traditional wisdom) agama-agama di dunia dapat membantu mengatasi musuh bersama dunia, seperti kemiskinan dan
keterbelakangan,” ujar Din.”

Source : http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/01/1803027/pangeran.charles..agama.dapat.atasi.kemiskinan

Baru-baru ini membaca artikel yang mengemukakan pendapat pangeran Charles dalam kunjungannya ke Indonesia. Mungkinkah ke agama dapat mengatasi kemiskinan? Menurut saya sangatlah mungkin. Saya ada di pihak pangeran Charles, dan untuk itu kami mencoba berjuang melalui Cross Project Ministry untuk mewujudkan hal tersebut.

Berikut ini saya mendapat sebuah forwardan… lalu coba di check kebenarannya pada paman Google, semoga dapat terus menginspirasikan kita sebagai Kristen yang berkarya dan bukan menjadi seorang Kristen yang selalu menyalahkan dunia! Seakan-akan TUHAN tidak bekerja di dunia ini, satu-satunya alasan kita tidak melihat perubahan adalah karena kita tidak mau mendengar perintah Dia dan bukan karena DIA tidak bekerja…. dan perintahnya adalah :

Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

(Mat 25:44-45) Read more »

Pakai, Pakailah Aku… sbagai pelayan kecilmu

Sebuah SMS tiba-tiba menghampiri saya pada siang hari, meminta dicarikan teks sebuah lagu. “gie,hafal teks pakai2lah aku,sbgai playanan kcilmu”. Hanya diberi sebagian syairnya, berharap saya dapat menebak sisa lagunya. Apa daya saya bukanlah bank lagu, mau tak mau saya ber-googling-ria. Setelah beberapa kali memasukkan parameter pencarian akhirnya berhasil menemukan teks lagunya.

Segera kuambil handphoneku, dan kusalin lagu tersebut dari layar monitorku… sambil tentunya bersenandung kecil… Tiba-tiba, entah kenapa saya kembali terlempar ke masa lalu. Masa-masa saya diperkenalkan kepada lagu ini, di Gereja Kristen Jakarta oleh Semu (julukan untuk ibu pendeta)… Pada waktu itu semu dengan semangat mengajarkan “lagu lama” dan dia berharap kami untuk bisa menyanyikan lagu tersebut… ah, waktu itu saya masih terlalu kecil dan tidak terpikirkan kata.. “sampai ku besar nanti, ku mau serahkan hidupku untuk Kau TUHAN, Yesus sahabatku” Read more »

Bukan Ring Back Tone (RBT) Biasa . . .



Sebuah email dari seorang rekan, ayo aktifkan Ring Back Tone (RBT) dan bantu anak-anak jalanan

Read more »

On My Birthday… Sebuah Kontemplasi

“Here is the story of the grass - sown, grown, blown, mown, gone; and the history of man isn’t much more” (C.Spurgeon)

ahhh hidup… Pada suatu siang, beberapa tahun yang silam, dalam sebuah retreat, seorang hamba TUHAN bertanya kepada jemaatnya, “bayangkan, pada saat pemakaman kamu, lalu ada orang-orang disekeliling kamu yang menghadiri pemakaman kamu…”, setelah hening sejenak dia kembali bertanya , “apa yang kamu harapkan dari mereka ketika mereka menghadiri pemakaman kamu..”.

Aku terhenyak, mencoba mencari jawaban di dalam pikiran yang tertekan oleh sebuah kenyataan suatu saat nanti aku akan tiada, terbawa oleh sebuah perasaan kematian yang kelam. “Aghh… sebuah kematian” sambil membayangkan orang-orang yang aku kasihi berdiri di sekelilingku, menghadiri pemakamanku, orang tuaku, kakak-ku, adik-ku, anak-anak ktb ku, adri, gatot, albert, ega, baskara, david, samuel, william, bobby, teman-teman sepelayananku, ria, jan, truly, niken.. ah dan banyak lagi.

Lagi-lagi, perasaan melankolis itu muncul lagi, dada terasa perih, dan mata terasa nanar menahan perasaan hati yang mendesak keluar melalui kantung air di kedua bola mataku.

Hamba TUHAN itu mencoba mencari jawaban di antara jemaatnya, kemudian tatapan matanya berhenti menatap kedua bola mataku. Dalam hitungan tidak sampai sepersepuluh detik, hamba TUHAN itu bertanya,”kamu, menurut kamu bagaimana?” Read more »

Banjir dalam Jangkauan Kamera

Keduanya saling bersimbiosis, antara banjir mobil dan banjir air, masing-masing tidak mau kalah bersaing, yang satu dan lainnya terkait saat pembangunan melupakan alam, maka alampun tidak kompromi dengan pembangunan, saat keduanya bertemu dalam kekacauan yang terjadi adalah banjir air mata…

“Menatap dengan sendu terhadap genangan air yang menghalangi jalan pulang” Read more »

It’s another flood in Jakarta 01 Feb 2008

Psa 46:1-3 ITB “Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Dengan lagu: Alamot. Nyanyian. Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela”

Ini adalah kisah seorang yang penggerutu namun kemudian melihat cara TUHAN yang menghalangi jalannya supaya dia tetap tinggal dan selamat… (setidaknya dari kemacetan yang berjam-jam)

Begitu luar biasanya cuaca berubah-rubah, setelah bulan desember menjadi bulan yang penuh hujan yang mendinginkan suasana maka bulan Januari menjadi bulan yang dilalui dengan panas yang menyengat (padahal ini musim hujan lho)… tak dinyana memasuki bulan pebruari hujan besar melanda Jakarta…
Read more »

Melihat, Mendengar, Merasakan… (a part of Cross Project)

Melihat, mendengar, merasakan adalah bagian dari panca indera manusia yang diberikan TUHAN pencipta semesta alam. Ada banyak cara dalam meresponi setiap apa yang masuk baik melalui indera penglihatan maupun pendengaran.

Tetapi anehnya tidak setiap apa yang saya lihat dan yang saya rasakan berdampak kepada perasaan saya, padahal jika merunut dari urutan indera adalah dari mata turun ke hati (mengikuti lagu-lagu cinta tempo dulu)… atau dari semangkok sop lalu masuk melalui mulut , dikecap melalui lidah, kemudian dirasakan sampai (lagi-lagi) ke hati (sambil bergumam aduh uenakkk tenannn sup buatan ibuku ini)

7 Balita Gizi Buruk Meninggal (sumber: Warta Kota edisi 22 Jan 2008)

Tapi mengapa hal itu seringkali menjadi absurd, hilang begitu saja ?

Anda tidak percaya, Baik sebagai contoh Apa reaksi anda ketika anda melihat berita seperti kutipan berita di samping..?

Apakah anda dengan segera membalikan ke halaman selanjutnya, finansial misalnya, untuk mencari informasi lainnya yang lebih aktual dalam kehidupan anda ataukah anda termenung ketika melihat berita tersebut dan kemudian bersamaan dengan berlalunya kegiatan melemparkan berita itu dalam tumpukan koran dan membiarkan “ketermenungan” anda menguap bersamaan dengan berlalunya waktu… atau apakah anda berhenti untuk berpikir? Tuhan, apa yang bisa saya lakukan untuk mereka?

Read more »

The Commuter at Sunset

The Commuter at the Sunset

It was another Sunset in Jakarta, location on the fly over Karet. the clock in the dashboard shown it was at 18.30. And when I turn my head to the right, I can see the sun dawn at the west. I slowed down my car, grabbed my digital camera, and took a view shot with flash. Another romantic sunset, with a commuter was trapped between the dawn of the sun and me.

Soon I was realized, this is the life of commuter, we went to office early in the morning, and came home after the sun dawn. Many times, we can’t enjoy the sun set, we miss it, another common grace from GOD.

This picture is presented to all the commuter, whom is trapped in the traffic jam around the mother city of Indonesia.

Read more »

Sunset @ Kemayoran

20080107 - Sunset in Kemayoran

Dalam perjalanan menuju Kelapa Gading, melewati jalanan ibukota, saat itu jam 18.30, biasanya Jakarta sudah gelap ditelan malam, tapi hari itu berbeda dari hari biasanya, … it was sunset in Jakarta. Memperhatikan terus menerus suasana sunset dari belakang setir, sedikit-sedikit melihat ke kaca spion. Hati sudah tak tertahankan, sehingga saya memutuskan untuk segera meraih kamera saya, untuk sesegera mungkin mengabadikan suasana sunset di kemayoran. Sambil terus mengagumi anugerah TUHAN. Dengan hanya membuka kaca samping, lalu mengulurkan kamera digital, dan memastikan obyek foto hanya melalui pantulan display di kaca spion, saya ambil 2 buah foto, satu menggunakan flash, lainnya natural… wow indahnya, seandainya setiap moment dapat ditangkap… di sebuah perhentian di daerah Kemayoran…

notes : perhatikan diujung jalan tersebut ada kubah besar (terlihat kecil di kamera saya), itulah Reformed Millenium Cathedral, lokasi dapat dilihat di google map!

Cross Project (?) - Sebuah ide


Cross Project (?) atau Project Salib, merupakan sebuah ide untuk memberikan makanan kepada orang-orang yang membutuhkan. Dalam hal ini adalah pemenuhan gizi bagi anak-anak dari keluarga yang tidak mampu.Idenya terilhami oleh perkataan Yesus Kristus atau Isa Almasih pada saat memberi makan 5000 orang. Read more »

Next Page »