Tag: Romance
Antara Obsesi, Romantisme & Cinta
by soegianto on Oct.20, 2004, under Family, Life, Poems, Romance, Thoughts
Wah…lagi-lagi ada yang nanya tentang kasih yang sejati seperti apa??? he..he..Saya bukannya orang yang cukup berhasil lho tentang cinta lho, tapi dari kegagalan saya, justru saya belajar sesuatu tentang Cinta…
Ini adalah bagian yang saya pelajari… bentuknya puisi sih saya buat dulu banget… Saya teringat, dan terinspirasi dari kejadian waktu kunjungan misi ke RSCM (juga karena waktu itu lagi patah hati sih), Saya melihat seorang kakek yang terbaring sakit didampingi oleh istrinya yang kelihatan begitu kuat dan setia, dan ketika kami berdoa akhirnya mulai bercucuran air mata sang istri yang mencerminkan betapa dia menanggung pergumulan berat…
hmm.. ke 2 kejadian itu yang akhirnya membuat g menulis ini berikut… antara Obsesi, Romantisme dan Cinta.
Selamat membaca !!! (continue reading…)
Antara SUKA dan CINTA
by soegianto on Sep.29, 2004, under Christianity, Life, Romance, Thoughts
Pertanyaan yang sering diajukan (dan pernah berputar-putar di kepala gue yang besar ini)
“Apa sih bedanya suka en cinta?”
“Darimana elo tau elo suka sbg pacar ato sahabat?”
Nah lho…Bingung kan? Yah… minimal gue lah yang bingung.
Pernah ngalamin hal yang sama di dalam hidup loe? Berikut ini adalah hasil perenungan gue mengenai hal yang menganjal diatas! Selamat Membaca (continue reading…)
CINTA… Cinta.. cinta…. Denyutmu makin tidak terdengar…
by soegianto on Sep.25, 2004, under Romance, Thoughts
Cinta Itu Indah??
ini bukan tulisan g, g cuma copy en paste, beberapa setuju, yang lainnya mungkin kurang paham….
Tapi tulisan ini begitu indah, beberapa didalamnya malah menginspirasikan saya, terutama bagian ini…
“…Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan….”
Mungkin hal ini bisa menjadi obat untuk saya… atau mungkin anda… ?
Selamat membaca!!! (continue reading…)
PANICCSSSSSS…
by soegianto on Sep.24, 2004, under Life, Romance
Hi!?! lagi ditengah2 kerjaan nich… lagi PANICSSSSS… semalam g bangun lagi, gara2 mimpi yang sama… seremmmmmzzzzz, entah kenapa g koq fragile banget… benernya lagi jadiin diri g penelitian sih… apa sih dan kenapa sih bisa kayak gini… tengah malem bangun, keringat dingin, dan termenung… dan yang paling parah kayaknya malam ini g teriak bro! ha..ha..3x konyol kata adik g berarti g udah menderita depresi yang tingkat tinggi sampai kebawa ke alam tidak sadar sermmm kan…
SENANDUNG JIWA MENCARI CINTA…. (THE FINAL)
by soegianto on Dec.23, 2003, under Life, Poems, Romance, Thoughts
diselesaikan dalam masa-masa penguatan
Pagi, 23 Desember 2003
Hanya terlalu cepat berlalu…
Kutinggalkan memoar ini…
Sebagai kisah ipuh mencari cinta…
Jadikan ini ‘tuk kekuatanmu…
Kuatkan ini ‘tuk keberadaanmu…
Adakan ini sebagai pedomanmu…
Suatu saat akan tiba kau merekah
Ingatlah akan dalam dan sejatinya cinta
bukan hanya kisah sedih dan pahitnya dia
karena Cinta ‘bak surat berbingkai indah
yang menanti dirinya tuk dirangkai
di dalam tulisan penuh cinta kasih…
di dalam goretan penuh kegalauan…
di dalam gambaran akan masa depan…
Hanya ingatlah ini!
Sendiri kisah itu tidak akan pernah ada…
Berdua cerita itu tidak akan pernah usai…
Bertiga dengan sang Khalik didalamnya
maka jalinan sajak puisi cinta itu!
menjadi indah pada waktuNya!
…
“Damai di Bumi, Damai di Surga
Engkaulah penghiburku
dalam setiap masaku”
Soegianto, dalam hari-hari menuju Natal
11.15 Siang 23 Desember 2003
SENANDUNG JIWA MENCARI CINTA…. (part 5)
by soegianto on Dec.22, 2003, under Life, Poems, Romance, Thoughts
dicatat dalam masa-masa penghiburan
Sore, 21 s/d Pagi, 22 Desember 2003
Diantara seribu bintang…
Diantara seribu kembang…
Janganlah sedih lagi kecewa…
Janganlah bimbang tiada ragu…
Engkau hanya masih terlalu muda…
‘bak bintang fajar di ufuk timur…
‘bak mawar kuncup menunggu waktumu…
Saatnya kan tiba ‘tuk merekah benar…
Jangan sesali aku…
Jangan sesali diri…
Jangan sesali waktu…
dalam tawa demi tawa
dalam tangis demi tangis
dalam kebodohan demi kebodohan
kutemukan makna dari pencarianku
kutemukan kau dalam kisahku
kutemukan jawab atas doaku
Sang Khalik mendengar erangan jiwaku
SinarNya membuatku merasakan kepenuhanmu
Cinta, Cinta, Cinta
Kini kutemukan keberadaanmu
SENANDUNG JIWA MENCARI CINTA…. (part 4)
by soegianto on Dec.21, 2003, under Life, Poems, Romance, Thoughts
disimpulkan dalam masa-masa kekelaman
Siang, 21 Desember 2003
Cintakah ini, tanpa tahu apa penyebabnya?
Cintakah ini, tanpa tahu mengapa harus ada?
O’Pencipta sinarMu membuatku terbangun…
Dalam pencarianku “atas” nama Cinta…
O’Pencipta bawaku lewati jeram terjal
Suka, Duka, Luka, Kecewa dalamnya cinta…
Betapa misteri cinta terungkap dalam kata…
Cinta adalah anugerah…
Cinta adalah perjuangan…
Cinta adalah pengharapan…
Cinta adalah pengorbanan…
Cinta adalah segalanya,
dan didalam segalanya menerima semua yang ada
Cinta menerima ketika harus ditolak
Cinta memberi sampai tiada lagi yang dapat diberi
Cinta mengambil inisiatif dalam luruhnya semangat
Cinta membuang ketakutan ‘tuk memberanikan diri
Cinta memilih ‘tuk setia ditengah berbagai pilihan
cinta adalah Cinta
dan didalam cinta, memberi semua yang ada
…
SENANDUNG JIWA MENCARI CINTA…. (part 3)
by soegianto on Dec.20, 2003, under Life, Poems, Romance, Thoughts
dinyanyikan dalam masa-masa gundah
Sore, 19 s/d Pagi, 20 Desember 2003
Senyummu tawamu,
tangismu airmatamu,
sejenak menguasai hasratku,
sejenak menguasai pikiranku,
sejenak menguasai jiwaku
abadi dalam detik demi deitk
berlalu melewati batasan waktu
meninggalkan jejak memoar tiada luruh
…
Dalam hentakan kuat kuterbangun
secepat cahaya yang membawaku tersesat
melesat di dalam kegelapan yang pekat
Terjaga dari alam tidurku
Tersadar dari tiap tingkahku
tersingkap dari semua harapanku
…
Terhenyak… tak berdaya
menangis… dalam tawa
hidup. tapi tiada bernyawa
berada… dalam tiada
hati, pikiran, jiwa hampa…
seribu pertanyaan tiada jawab…
hampa, kosong, sendiri…
terjaga, tersadar, tersingkap
‘tuk kembali kepada sang khalik