Sampai saat ini sudah terasa terlalu lama aku menunggumu…
sampaikah waktuku tiba? takutkah aku menghadapi fajar berikutnya, tanpamu disisiku…
oh sungguh sebuah kelegaan jika mampu melewati titik-titik paling nadir di dalam hidupku…
namun belum selangkah aku berjalan…
sudah kurindukan pulang… menunggumu disisiku…
takkan kukuat lagi menghadapi hari tanpamu…
bukan karena ketiadaanmu…
tetapi karena kuberdiri terlalu jauh daripadamu…
ijinkanlah aku berbalik sekali lagi kepadamu…
untuk tersungkur dan menggapai tanganmu…
engkau yang selalu kunanti…
yang juga seringkali kuabaikan…
kutunggu-mu kembali… atau aku yang akan segera menghampirimu…
hanya jika waktuku tiba…
engkau yang kutunggu… ~ ~
“Watch ye therefore, and pray always, that ye may be accounted worthy to escape all these things that shall come to pass, and to stand before the Son of man. ”
(Luk 21:36)