The Cross Project Prayer

God, when I see many of malnutritions children in Indonesia

It ever moved me to cry

It ever moved me to pray.

Hoping You would hear

But I shut my ears

For You had answer

But I am lazy to hear

For I heard the story

Now, I am going and seeking

What is the best of mine?

Will be blessed by Him

through the simple of mine

but be a blessed for them

(taken from http://dcrossproject.wordpress.com)

Have u been a _____ today ! (please fill d blank)

Very interesting Ad, as u seen in my Right side!

wonder that someday, someone will ask the same question to meHave_u_been_a_good_dad_today
who are you spending your QUALITY time with?

have i been a DAD today?
or..
have i been a SON today?
or..
have i been what GOD want me to do today?

more or less, i am afraid that i will answer, i fail, ….
thus, please help me by praying for me…

thanks

Gbu

Engkau yang kunanti

Sampai saat ini sudah terasa terlalu lama aku menunggumu…
sampaikah waktuku tiba? takutkah aku menghadapi fajar berikutnya, tanpamu disisiku…
oh sungguh sebuah kelegaan jika mampu melewati titik-titik paling nadir di dalam hidupku…

namun belum selangkah aku berjalan…
sudah kurindukan pulang… menunggumu disisiku…
takkan kukuat lagi menghadapi hari tanpamu…
bukan karena ketiadaanmu…

tetapi karena kuberdiri terlalu jauh daripadamu…

ijinkanlah aku berbalik sekali lagi kepadamu…

untuk tersungkur dan menggapai tanganmu…
engkau yang selalu kunanti…

yang juga seringkali kuabaikan…
kutunggu-mu kembali… atau aku yang akan segera menghampirimu…
hanya jika waktuku tiba…
engkau yang kutunggu… ~ ~

“Watch ye therefore, and pray always, that ye may be accounted worthy to escape all these things that shall come to pass, and to stand before the Son of man. ”
(Luk 21:36)

Dark is beautiful… until i open my eyes

Apakah kegelapan?
Kegelapan tidak pernah dicipta…
Karena kegelapan hanyalah ketiadaan terang…
Kegelapan mungkin dapat menyembunyikan luka yang menganga
tapi kegelapan takkan pernah menyembuhkan luka tersebut
Bekas luka yang mengering adalah tanda bahwa tubuh (antibody) mampu menaklukan kuman…
Hati yang penuh tanda luka adalah tanda bahwa hidup yang kuhidupi adalah hidup yang kumenangkan ^^

Dark is beautiful… until i open my eyes…

Antara Obsesi, Romantisme & Cinta

Wah…lagi-lagi ada yang nanya tentang kasih yang sejati seperti apa??? he..he..Saya bukannya orang yang cukup berhasil lho tentang cinta lho, tapi dari kegagalan saya, justru saya belajar sesuatu tentang Cinta…

Ini adalah bagian yang saya pelajari… bentuknya puisi sih saya buat dulu banget… Saya teringat, dan terinspirasi dari kejadian waktu kunjungan misi ke RSCM (juga karena waktu itu lagi patah hati sih), Saya melihat seorang kakek yang terbaring sakit didampingi oleh istrinya yang kelihatan begitu kuat dan setia, dan ketika kami berdoa akhirnya mulai bercucuran air mata sang istri yang mencerminkan betapa dia menanggung pergumulan berat…

hmm.. ke 2 kejadian itu yang akhirnya membuat g menulis ini berikut… antara Obsesi, Romantisme dan Cinta.

Selamat membaca !!! Read more »

SENANDUNG JIWA MENCARI CINTA…. (THE FINAL)

diselesaikan dalam masa-masa penguatan
Pagi, 23 Desember 2003

Hanya terlalu cepat berlalu…
Kutinggalkan memoar ini…
Sebagai kisah ipuh mencari cinta…
Jadikan ini ‘tuk kekuatanmu…
Kuatkan ini ‘tuk keberadaanmu…
Adakan ini sebagai pedomanmu…
Suatu saat akan tiba kau merekah
Ingatlah akan dalam dan sejatinya cinta
bukan hanya kisah sedih dan pahitnya dia
karena Cinta ‘bak surat berbingkai indah
yang menanti dirinya tuk dirangkai
di dalam tulisan penuh cinta kasih…
di dalam goretan penuh kegalauan…
di dalam gambaran akan masa depan…
Hanya ingatlah ini!
Sendiri kisah itu tidak akan pernah ada…
Berdua cerita itu tidak akan pernah usai…
Bertiga dengan sang Khalik didalamnya
maka jalinan sajak puisi cinta itu!
menjadi indah pada waktuNya!

“Damai di Bumi, Damai di Surga
Engkaulah penghiburku
dalam setiap masaku”
Soegianto, dalam hari-hari menuju Natal
11.15 Siang 23 Desember 2003

SENANDUNG JIWA MENCARI CINTA…. (part 5)

dicatat dalam masa-masa penghiburan
Sore, 21 s/d Pagi, 22 Desember 2003

Diantara seribu bintang…
Diantara seribu kembang…
Janganlah sedih lagi kecewa…
Janganlah bimbang tiada ragu…
Engkau hanya masih terlalu muda…
‘bak bintang fajar di ufuk timur…
‘bak mawar kuncup menunggu waktumu…
Saatnya kan tiba ‘tuk merekah benar…
Jangan sesali aku…
Jangan sesali diri…
Jangan sesali waktu…
dalam tawa demi tawa
dalam tangis demi tangis
dalam kebodohan demi kebodohan
kutemukan makna dari pencarianku
kutemukan kau dalam kisahku
kutemukan jawab atas doaku
Sang Khalik mendengar erangan jiwaku
SinarNya membuatku merasakan kepenuhanmu
Cinta, Cinta, Cinta
Kini kutemukan keberadaanmu

SENANDUNG JIWA MENCARI CINTA…. (part 4)

disimpulkan dalam masa-masa kekelaman
Siang, 21 Desember 2003

Cintakah ini, tanpa tahu apa penyebabnya?
Cintakah ini, tanpa tahu mengapa harus ada?
O’Pencipta sinarMu membuatku terbangun…
Dalam pencarianku “atas” nama Cinta…
O’Pencipta bawaku lewati jeram terjal
Suka, Duka, Luka, Kecewa dalamnya cinta…
Betapa misteri cinta terungkap dalam kata…
Cinta adalah anugerah…
Cinta adalah perjuangan…
Cinta adalah pengharapan…
Cinta adalah pengorbanan…
Cinta adalah segalanya,
dan didalam segalanya menerima semua yang ada
Cinta menerima ketika harus ditolak
Cinta memberi sampai tiada lagi yang dapat diberi
Cinta mengambil inisiatif dalam luruhnya semangat
Cinta membuang ketakutan ‘tuk memberanikan diri
Cinta memilih ‘tuk setia ditengah berbagai pilihan
cinta adalah Cinta
dan didalam cinta, memberi semua yang ada

SENANDUNG JIWA MENCARI CINTA…. (part 3)

dinyanyikan dalam masa-masa gundah
Sore, 19 s/d Pagi, 20 Desember 2003

Senyummu tawamu,
tangismu airmatamu,
sejenak menguasai hasratku,
sejenak menguasai pikiranku,
sejenak menguasai jiwaku
abadi dalam detik demi deitk
berlalu melewati batasan waktu
meninggalkan jejak memoar tiada luruh

Dalam hentakan kuat kuterbangun
secepat cahaya yang membawaku tersesat
melesat di dalam kegelapan yang pekat
Terjaga dari alam tidurku
Tersadar dari tiap tingkahku
tersingkap dari semua harapanku

Terhenyak… tak berdaya
menangis… dalam tawa
hidup. tapi tiada bernyawa
berada… dalam tiada
hati, pikiran, jiwa hampa…
seribu pertanyaan tiada jawab…
hampa, kosong, sendiri…
terjaga, tersadar, tersingkap
‘tuk kembali kepada sang khalik