Selamat Jalan, Kung-kung

Selamat jalan kung-kung…

Kung-kung bukanlah sejenis makanan (itu kang-kung), bukan juga sejenis bunyi-bunyian, kung-kung merupakan cara kami cucu-nya untuk memanggil seorang kakek.

Kung-kung juga bukanlah seorang pahlawan, bukan pula seorang pembesar, kung-kung hanyalah seorang rakyat biasa, seorang pensiunan pegawai negeri yang lugu dan tulus.

Meski terlahir di pulau Bangka, masa mudanya dilaluinya sebagai anak seorang berada, sekolahnya pun nun jauh di pulau malaka (:Singapore).

Semasa penjajahan jepang, beliau kehilangan semuanya namun hal itu tidak membuat beliau kehilangan kemanusiaannya. Dibalut dengan kisah cintanya yang bak romeo dan Juliet dengan sang pujaan hati istri tercinta, beliau melalui jaman itu. Read more »

Bukan Ring Back Tone (RBT) Biasa . . .



Sebuah email dari seorang rekan, ayo aktifkan Ring Back Tone (RBT) dan bantu anak-anak jalanan

Read more »

Happy Easter from Japan

Dear all,

Until the end of March, my family is on the journey to Tokyo, Japan. to attend on my beloved brother holy matrimony. After a long journey and tiring journey, we arrived at the hotel at 1.00 am. wuff. So actually we are already in Easter zone in Japan… The next day we have a lunch - family gathering with my bro fiance’s family…

Ps. I don’t forget to bring d’ Cross project and share it with my bro and his fiance… hopefully this will at least open a new market to be entered…

Once again… Happy Easter to all of you … from Japan

Gbu

Siapa saya menurut anda ?

Click this Link to make a comment

Arena

(known to self and others)

idealistic, introverted, knowledgeable, religious, sentimental, sympathetic

Blind Spot

(known only to others)

brave, calm, clever, complex, confident, dignified, energetic, friendly, happy, helpful, independent, intelligent, kind, mature, modest, observant, organised, responsive, self-assertive, self-conscious, shy, silly, spontaneous, trustworthy, wise

Façade

(known only to self)

Unknown

(known to nobody)

able, accepting, adaptable, bold, caring, cheerful, dependable, extroverted, giving, ingenious, logical, loving, nervous, patient, powerful, proud, quiet, reflective, relaxed, searching, sensible, tense, warm, witty

Dominant Traits

85% of people agree that Soegianto is religious

All Percentages

able (0%) accepting (0%) adaptable (0%) bold (0%) brave (7%) calm (7%) caring (0%) cheerful (0%) clever (28%) complex (28%) confident (14%) dependable (0%) dignified (14%) energetic (14%) extroverted (0%) friendly (28%) giving (0%) happy (7%) helpful (21%) idealistic (35%) independent (21%) ingenious (0%) intelligent (14%) introverted (28%) kind (7%) knowledgeable (7%) logical (0%) loving (0%) mature (42%) modest (21%) nervous (0%) observant (7%) organised (7%) patient (0%) powerful (0%) proud (0%) quiet (0%) reflective (0%) relaxed (0%) religious (85%) responsive (7%) searching (0%) self-assertive (7%) self-conscious (7%) sensible (0%) sentimental (21%) shy (7%) silly (7%) spontaneous (7%) sympathetic (7%) tense (0%) trustworthy (28%) warm (0%) wise (21%) witty (0%)

Created by the Interactive Johari Window on 20.2.2008, using data from 14 respondents.
You can make your own Johari Window, or view Soegianto’s full data.

On My Birthday… Sebuah Kontemplasi

“Here is the story of the grass - sown, grown, blown, mown, gone; and the history of man isn’t much more” (C.Spurgeon)

ahhh hidup… Pada suatu siang, beberapa tahun yang silam, dalam sebuah retreat, seorang hamba TUHAN bertanya kepada jemaatnya, “bayangkan, pada saat pemakaman kamu, lalu ada orang-orang disekeliling kamu yang menghadiri pemakaman kamu…”, setelah hening sejenak dia kembali bertanya , “apa yang kamu harapkan dari mereka ketika mereka menghadiri pemakaman kamu..”.

Aku terhenyak, mencoba mencari jawaban di dalam pikiran yang tertekan oleh sebuah kenyataan suatu saat nanti aku akan tiada, terbawa oleh sebuah perasaan kematian yang kelam. “Aghh… sebuah kematian” sambil membayangkan orang-orang yang aku kasihi berdiri di sekelilingku, menghadiri pemakamanku, orang tuaku, kakak-ku, adik-ku, anak-anak ktb ku, adri, gatot, albert, ega, baskara, david, samuel, william, bobby, teman-teman sepelayananku, ria, jan, truly, niken.. ah dan banyak lagi.

Lagi-lagi, perasaan melankolis itu muncul lagi, dada terasa perih, dan mata terasa nanar menahan perasaan hati yang mendesak keluar melalui kantung air di kedua bola mataku.

Hamba TUHAN itu mencoba mencari jawaban di antara jemaatnya, kemudian tatapan matanya berhenti menatap kedua bola mataku. Dalam hitungan tidak sampai sepersepuluh detik, hamba TUHAN itu bertanya,”kamu, menurut kamu bagaimana?” Read more »

Banjir dalam Jangkauan Kamera

Keduanya saling bersimbiosis, antara banjir mobil dan banjir air, masing-masing tidak mau kalah bersaing, yang satu dan lainnya terkait saat pembangunan melupakan alam, maka alampun tidak kompromi dengan pembangunan, saat keduanya bertemu dalam kekacauan yang terjadi adalah banjir air mata…

“Menatap dengan sendu terhadap genangan air yang menghalangi jalan pulang” Read more »

It’s another flood in Jakarta 01 Feb 2008

Psa 46:1-3 ITB “Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Dengan lagu: Alamot. Nyanyian. Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela”

Ini adalah kisah seorang yang penggerutu namun kemudian melihat cara TUHAN yang menghalangi jalannya supaya dia tetap tinggal dan selamat… (setidaknya dari kemacetan yang berjam-jam)

Begitu luar biasanya cuaca berubah-rubah, setelah bulan desember menjadi bulan yang penuh hujan yang mendinginkan suasana maka bulan Januari menjadi bulan yang dilalui dengan panas yang menyengat (padahal ini musim hujan lho)… tak dinyana memasuki bulan pebruari hujan besar melanda Jakarta…
Read more »

Turut Berduka Cita (27 Jan 2008)

Turut Berduka Cita atas meninggalnya mantan Presiden Republik Indonesia yang ke-2

Bapak H.M. Soeharto!

The Commuter at Sunset

The Commuter at the Sunset

It was another Sunset in Jakarta, location on the fly over Karet. the clock in the dashboard shown it was at 18.30. And when I turn my head to the right, I can see the sun dawn at the west. I slowed down my car, grabbed my digital camera, and took a view shot with flash. Another romantic sunset, with a commuter was trapped between the dawn of the sun and me.

Soon I was realized, this is the life of commuter, we went to office early in the morning, and came home after the sun dawn. Many times, we can’t enjoy the sun set, we miss it, another common grace from GOD.

This picture is presented to all the commuter, whom is trapped in the traffic jam around the mother city of Indonesia.

Read more »

Sunset @ Kemayoran

20080107 - Sunset in Kemayoran

Dalam perjalanan menuju Kelapa Gading, melewati jalanan ibukota, saat itu jam 18.30, biasanya Jakarta sudah gelap ditelan malam, tapi hari itu berbeda dari hari biasanya, … it was sunset in Jakarta. Memperhatikan terus menerus suasana sunset dari belakang setir, sedikit-sedikit melihat ke kaca spion. Hati sudah tak tertahankan, sehingga saya memutuskan untuk segera meraih kamera saya, untuk sesegera mungkin mengabadikan suasana sunset di kemayoran. Sambil terus mengagumi anugerah TUHAN. Dengan hanya membuka kaca samping, lalu mengulurkan kamera digital, dan memastikan obyek foto hanya melalui pantulan display di kaca spion, saya ambil 2 buah foto, satu menggunakan flash, lainnya natural… wow indahnya, seandainya setiap moment dapat ditangkap… di sebuah perhentian di daerah Kemayoran…

notes : perhatikan diujung jalan tersebut ada kubah besar (terlihat kecil di kamera saya), itulah Reformed Millenium Cathedral, lokasi dapat dilihat di google map!

Next Page »