Pengalaman Dalam Kubur….

Coba bayangkan diri anda terbaring di dalam pembaringan terakhir, lalu tiba-tiba peti mati anda ditutup dan kegelapan menyelimuti anda… dan dalam sekejap anda diingatkan kembali mengenai prosesi anda sampai anda terbaring di pembaringan.. gambaran dokter yang sedang berjuang menyelamatkan diri anda, kemudian gambaran tentang prosesi penguburan anda, orang-orang disekitar anda yang menangi tanpa henti sampai dengan prosesi penguburan anda…. Read more »

…cerita dibalik Tumpukan Alkitab

man-reading-bible

Pernah menyadari ada berapa Alkitab yang anda punyai di rumah? Saya coba menghitung :

1. Alkitab Bahasa Indonesia di mobil dalam cover coklat, pemberian dari seorang yang pernah membuat saya jatuh hati

2. Alkitab Bahasa Indonesia, kondisi robek-robek, tapi tiap pagi dipake untuk SATE (kalo kaga salah ngelihat kondisi yang begitu rusak di gereja, terus dibawa kerumah

3. Alkitab Bahasa Inggris sehari-hari (CEV), pemberian dari seorang sahabat.

4. Alkitab bahasa Inggris NIV Study Bible

5. Alkitab yang digunakan oleh Ayah saya

6. Alkitab yang digunakan oleh Ibu saya

7. Alkitab Gideon Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang

Sebuah kisah dari mailing list PESTA memberikan inspirasi bahwa Firman TUHAN sanggup merubah orang dan saat yang bersamaan juga mampu mengeraskan hati orang.

Menyadari melalui renungan yang dibagikan bahwa yang dikehendaki TUHAN adalah “Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.”
(Hos 6:6 ITB)

Pertanyaan setelah anda menghitung berapa Alkitab yang anda punya dan membaca artikel ini, Apakah dengan segitu banyak Alkitab kita sudah menjadi berkat buat orang lain?

Selamat membaca :

Andrea Wolfe, staf di kantor CoMission di Raleigh, North Carolina menceritakan kisah berikut:

Di tahun 1930-an Stalin memerintahkan agar kekristenan disapu bersih: baik Alkitab maupun para pengikutnya. Di Stavropol, Rusia, perintah ini dijalankan dengan penuh kebencian. Ribuan Alkitab disita, dan banyak orang percaya diangkut ke gulag-gulag—kamp-kamp penjara Rusia—di sana kebanyakan dari mereka akhirnya mati, dengan status sebagai “musuh negara”. Read more »

Love never Fails, it doesn’t keep a record of wrongs that other do…. but Lord…

Q : I am hurt Lord, so deeply hurt… I am fail Lord…!

A : Love is kind and patient, never jealous, boastful, proud, or rude. Love isn’t selfish or quick tempered. It doesn’t keep a record of wrongs that others do. Love rejoices in the truth, but not in evil. Love is always supportive, loyal, hopeful, and trusting. Love never fails! Everyone who prophesies will stop, and unknown languages will no longer be spoken. All that we know will be forgotten.
(1Co 13:4-8 CEV)

Q : Why should I forgive Lord ?

A : Put up with each other, and forgive anyone who does you wrong, just as Christ has forgiven you. Love is more important than anything else. It is what ties everything completely together.
(Col 3:13-14 CEV)

Q : How many times I should forgive Lord!

A : Peter came up to the Lord and asked, “How many times should I forgive someone who does something wrong to me? Is seven times enough?” Jesus answered: Not just seven times, but seventy-seven times!
(Mat 18:21-22 CEV) Read more »

…seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia…

Sebuah kiriman email dari seorang rekan… pertama kali membaca saya hampir tidak percaya (well, memang pada dasarnya kurang beriman kali) terhadap pelayanan yang diberikan oleh mbak Dhayu… benar-benar excellent dan mencerminkan sikap yang luar biasa… pantas dia disanjung-sanjung dalam email ini karena dia berjiwa sebagai seorang pelayan yang melayani dengan sepenuh hati…

Jadi teringat sebuah ayat

“Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. ”
(Col 3:22-24 ITB)

Bayangkan ketika kita melayani TUHAN dengan hati yang sungguh dengan iman yang sungguh… Pasti TUHAN juga tidak segan-segan memuji kita, seperti pujian Kristus kepada seorang kepala prajurit..

….Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!”
(Luk 7:6-9 ITB)

Hati terenyuh, kala memandang kegagalan-kegagalan dalam pelayanan saat seringkali bekerja bukan seperti untuk TUHAN.

Semoga artikel dibawah ini tentang mbak Dhayu bisa jadi sumber inspirasi kita

———————————

Dear All,

klo kirim email tuh kayak gini, jangan Cuma yang complain aja tapi yang bagus juga di milis in biar semua orang tau masih banyak orang yang tulus J

Semoga hal ini bisa menginspirasi semuanya J

Ini Namanya Pelay ana n Luarrrrrr Biasa!!!!!
Kalo lo mau beli sepatu di toko, dan sepatu yang lo pilih nggak tersedia ukurannya, apa yang biasanya dilakukan penjaga tokonya?
Kalo dia sekedar bilang, “Maaf, ukurannya nggak ada” mungkin lo akan maklum.

Kalo dia bilang “Maaf, ukurannya nggak ada. Berminat dengan model yang ini, barangkali?” lo mungkin akan sedikit terkesan dengan upaya si penjaga toko untuk membantu.

Tapi yang gue dan Ida alami kemarin bener-bener jauh melebihi ekspektasi kami atas pelay ana n toko sepatu m ana pun yang pernah kami kunjungi.
Ceritanya, kemarin gue dan Ida jalan-jalan ke Grand Indonesia, refreshing dikit mumpung kerjaan lagi libur. Niat awalnya sih cuma mau cuci

mata, tapi akhirnya jadi ngiler waktu liat tulisan “discount” tergantung-gantung di toko Planet Sports. Ida lantas inget pernah ngincer
sepatu merk Skechers beberapa waktu yang lalu.

Kamipun mampir. Pilih punya pilih, Ida akhirnya naksir sepasang sepatu tipe casual, dan minta dibawain nomor 37 kepada Mbak Pramuniaga. Si Mbak Pramuniaga yang belakangan kami tau bernama Mbak Dhayu kemudian membawakan - bukan cuma satu - tapi 3 (tiga) kotak sepatu bernomor 37 berlainan model. Maksudnya, biar pembeli bisa lebih leluasa milih sepatu yang dirasa paling cocok.
Di sini Ida udah mulai terkesan dengan semangat proaktif Mbak Dhayu. Read more »

Tentang Atheis

Di abad kesembilanbelas, ateis terkemuka, Charles Bradlaugh, menantang seorang Kristen berdebat dengannya mengenai keabsahan apa yang dinyatakan Ajaran Kristen. Umat Kristen tersebut, Hugh Price Hughes, penarik jiwa yang aktif yang bekerja di antara orang miskin di bilangan kumuh London . Hughes memberitahu Bradlaugh ia akan setuju berdebat dengan satu syarat.

Hughes berkata, “Saya mengusulkan kepada Anda bahwa kita masing-masing membawa bukti konkrit dari keabsahan keyakinan kita dalam bentuk laki-laki dan perempuan yang ditebus dari kehidupan dosa dan aib karena pengaruh ajaran kita. Saya akan membawa 100 orang laki-laki dan perempuan demikian, dan saya menantang Anda melakukan hal yang sama.”

Hughes kemudian berkata bahwa jika Bradlaugh tidak bisa membawa 100, maka ia bisa membawa 50; jika ia tidak bisa membawa 50, maka ia bisa membawa 20. Ia akhirnya mengurangi jumlah itu menjadi satu orang. Bradlaugh hanya perlu menemukan satu orang saja yang kehidupannya diperbaiki ateisme dan Hughes –yang akan membawa 100 orang yang diperbaiki Kristus- akan setuju berdebat dengannya. Bradlaugh mengundurkan diri! ……….