My Name is Soegianto

Tag: kristen

Semua karena “Jemaat” kurang pintar!

by on Nov.29, 2010, under Church, Sharing, Thoughts

Buku sebagai penerang pikiran

Sedih banget saat tahu ada gereja yg sengaja menutup perpustakaannya. Padahal gedungnya megah dan memiliki banyak ruang, dikarenakan berbagai alasan sehingga diputuskan seluruh koleksinya dihibahkan kepada pihak lain. Alasan utama adalah karena tidak ada yang mau mengurus Perpustakaan itu sehingga menjadi berantakan, lagian jemaat juga tidak tertarik membaca, sehingga tidak ada yang mengunjungi perpustakaan itu.

Saat berdiskusi lebih lanjut, sang gembala mengatakan bahwa keengganan jemaat untuk membaca karena jemaat lebih suka “nonton” daripada membaca buku rohani sehingga tidak perlulah ada perpustakaan, lagian buku-buku yang dalam dan ribet itu hanya untuk segilintir orang pinter saja yang “gemar” membaca.

Saat saya tahu itu alasannya, saya hanya menengok dan terdiam! Sampe bingung, apakah itu berarti bahwa gereja itu hanya utk *maaf* orang-orang bodoh yg tidak suka baca buku rohani? Yah, untuk orang *maaf lagi* bodoh, kalau kita mau nurutin retorika sang gembala. Coba simak :

Alasan perpustakaan ditutup = tidak ada pengurus = jemaat tidak suka membaca = membaca hanya untuk orang pinter

jadi kalo saya simpulkan, berarti :

Alasan perpusakaan ditutup =  karena jemaat bodoh (jemaat tidak suka membaca karena membaca hanya untuk orang pinter).

Waduh? Bagaimana ini? siapa yang mau dibilang “bodoh”? (continue reading…)

4 Comments :, , , , , more...

Berpola Pikir Rohani|John Owen

by on Oct.16, 2010, under Article, Books, Christianity, Life, Sharing, Thoughts

Buku ini merupakan ringkasan dari buku serupa yang ditulis oleh John Owen. Pertama kali saya membacanya pada saat saya duduk di bangku akhir kuliah (2002), saya sangat merasa terberkati dan merasakan bahwa tulisan-tulisannya sangat aktual bagi kehidupan kerohanian saya yang mulai terasa kaku dan dingin. Namun alangkah kagetnya saya bahwa ternyata tulisan-tulisan oleh John Owen telah berumur +/- 100 tahun tanpa kehilangan kontekstualitasnya.

Sebuah buku yang sangat baik yang menggambarkan bagaimana seorang Kristen harus bertindak dalam mengalahkan keinginan daging. Seringkali yang muncul dalam pemikiran kita adalah keinginan-keingan daging, berulang kali Alkitab menyebutkan apakah itu keinginan daging (Gal 5:19-21), sebaliknya buah dari Roh adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Dan satu-satunya cara mengalahkan keinginan daging dan hidup dalam ROH (tentunya di dalam anugrah keselamatan Kristus) adalah dengan menghidupi hidup yang memiliki pola pikir rohani.
Gal 5:16 “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.”

Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
Gal 5:19-23 ITB

John Owen menulis :
“Selain menjanjikan pengampunan dosa bagi orang percaya, Injil juga menjanjikan damai sejahtera, sukacita, kekuatan rohani, jaminan, dan pengharapan. Akan tetapi, banyak orang Kristen yang dalam kehidupan rohaninya hanya memperoleh pengampunan dosa semata. Mereka adalah orang-orang bodoh yang merasa puas hanya dengan yang sedikit, sementara ada begitu banyak hal yang dapat diperoleh.”

Selamat Membaca! dan menikmati pertumbuhan!

1 Comment :, , , more...

Ketika Atheis berbicara tentang berdakwah

by on Sep.28, 2009, under Article, Christianity, Life, Thoughts, Video

Sebuah artikel tentang seorang pelawak dan pesulap Penn Jillette, dia adalah seseorang yang dikenal orang sebagai “Magic Bullet.” Sebelumnya saya tidak mengenal dia, sampai hari ini saya baca artikel tentang beliau pada sebuah media sosial.

Beliau selama lebih dari satu dekade, dia bekerja sebagai magician enam hari dalam seminggu di Las Vegas dengan sesama pesulap Teller. Kedua anggota Penn & Teller duo adalah pemain berbakat yang juga terjadi untuk menjadi pendukung ateisme-kepercayaan bahwa tidak ada Allah.

A gift of Bible

Penn akan menjadi orang pertama yang mengakui bahwa dia bisa kasar, vulgar, dan berpendirian keras tentang ketidakkepercayaan kepada Tuhan. Tidak mengherankan, Penn telah melakukan sejumlah serangan terhadap Kekristenan. salah satunya yang dipost di Rose trick.jpg YouTube, “The Bible is Bulls—t” (silakan tebak-menebak kata-kata yang dihilangkan), telah mengumpulkan lebih dari 1,4 juta kali dilihat sejak rilis beberapa tahun lalu. Dan, ketika memberikan tanda tangan, Penn biasanya menambahkan komentar “tidak ada Allah” berdekatan dengan tanda tangannya.

Wowww…. :) seorang Atheis sejati, namun yang mengejutkan adalah sebuah Posting dia pada bulan Desember 2008.

Dalam klip YouTube yang berjudul “A Gift of Alkitab,” Penn telah bertemu dengan seorang “pria besar” yang menunggu di pinggir dalam apa yang disebut “posisi mematung” setelah pertunjukan. Dia berlama-lama, menunggu kesempatan untuk berbicara dengan Penn setelah penggemarnya pergi. Ketika suasana sudah memungkinkan, penonton yang tidak disebutkan namanya ini mendekat. Penn menggambarkan apa yang terjadi selanjutnya:

” penonton itu berkata, “Saya baru saja menonton pertunjukan tadi malam di pameran dan aku melihat pertunjukan dan aku menyukainya.” Dia sangat memuji tentang penggunaan bahasa, dan berkata tentang hal-hal baik. dan dia berkata , “Aku membawa ini untukmu,” dan ia memberiku Injil Gideon edisi saku termasuk Mazmur. Dia berkata “Aku menulis di bagian depan, dan aku ingin kau memiliki ini. Aku agak berda’wah.” Dan dia berkata” Saya seorang pengusaha, aku waras, tidak gila. Dan dia terus menerus menatap tepat di mata sambil berbicara. (continue reading…)

Leave a Comment :, , , , , more...

se-jam tanpa Dosa…

by on Apr.28, 2009, under Article, Christianity

Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya, “Ayah, bisakah seseorang melewati seumur hidupnya tanpa berbuat dosa?”

Ayahnya menjawab sambil tersenyum : “tak mungkin, nak.”

“Bisakah seseorang hidup setahun tanpa berbuat dosa?” tanyanya lagi.

Ayahnya berkata: “tak mungkin, nak.”

“Bisakah seseorang hidup sebulan tanpa berbuat dosa?”

Lagi-lagi ayahnya berkata : “Tak mungkin, nak.”

“Bisakah seseorang hidup sehari saja tanpa berbuat dosa?” gadis kecil itu bertanya lagi.
Ayahnya mengernyitkan dahi dan berpikir keras untuk menjawab: “mm….. mungkin bisa, nak.”

“Lalu…. bisakah seseorang hidup satu jam tanpa dosa? tanpa berbuat jahat untuk beberapa saat, hanya waktu demi waktu saja, yah? Bisakah?”

Ayahnya tertawa dan berkata : “Nah, kalau itu pasti bisa, nak.”

Gadis kecil itu tersenyum lega dan berkata : “Kalau begitu ayah, aku mau memperhatikan hidupku jam demi jam, waktu demi waktu, momen demi momen, supaya aku bisa belajar tidak berbuat dosa. Kurasa hidup jam demi jam lebih mudah dijalani, ya?”

RH/1 Jam Tanpa Doa
——

dari milist kpgkysunter@yahoogroups.com

2 Comments :, , more...

Manifesto Politik

by on Dec.22, 2008, under Life

Dear all,

Sekali lagi bukan untuk kampanye .. tapi toh ini bukan di mimbar gereja.. saya sebagai umat Kristen mendorong agar kita (dalam hal ini umat kristiani) harus lebih berpartisipasi aktif dalam menentukan arah bangsa ini ke depan… tentunya dengan memberikan yang terbaik yang ada pada kita… salah satunya  jika kita tidak/belum memiliki apa-apa untuk bangsa ini setidaknya kita dapat dengan  bijak menggunakan hak pilih kita…

Demokrasi akan menjadi democrazy saat 1000 orang yang tidak tahu politik memilih orang yang tidak “benar”, sementara 1 orang yang benar hanya terdiam diri di dalam gedung bangunan “agama” untuk kalangan sendiri tanpa memberikan dampak bagi bangsa ini… arah bangsa ini ditentukan orang yang “buta”, “tuli” dan “bodoh” seperti halnya saya…

Untuk itu tidak ada salahnya kita meluangkan waktu sebentar untuk membuka mata (dengan membaca misalnya) dan berdoa bagi bangsa, seperti yang dilakukan Nehemia. Saya tegaskan untuk melihat dahulu baru berdoa, supaya kita tahu apa yang kita doakan, tidak hanya asal bergumam di gereja ketika doa-doa syafaat yang panjang dikumandangkan. Dia (Nehemia) memulai dengan mencari tahu mengenai kotanya (Yerusalem, Kota Damai) yang hancur luluh lantak oleh bangsa-bangsa disekitarnya, kemudian terjatuh, menangis, berdoa puasa bagi bangsanya… Setidaknya Nehemia tahu apa yang didoakan dan masuk dalam titik “kritis” dalam kehidupannya…

Kata bang Yohanes Surya mengenai Semesta Mendukung (Mestakung)… seperti halnya air mengalami titik BEKU menjadi Es demikian pulan Air mengalami titik DIDIH menjadi Uap… maka menurut saya demikian pulalah perjalanan bangsa kita… Pemilu telah menjadi titik KRITIS bagi setiap bangsa dalam mencari wujudnya ke depan…

Mari kita berpikir lebih jernih, dan mari kita melihat lebih ke depan… mudah memang untuk pesimis, tapi jangan pernah menyerah… (continue reading…)

1 Comment :, , , , , , more...

Tentang Atheis

by on Dec.22, 2008, under Article, Christianity, Life

Di abad kesembilanbelas, ateis terkemuka, Charles Bradlaugh, menantang seorang Kristen berdebat dengannya mengenai keabsahan apa yang dinyatakan Ajaran Kristen. Umat Kristen tersebut, Hugh Price Hughes, penarik jiwa yang aktif yang bekerja di antara orang miskin di bilangan kumuh London . Hughes memberitahu Bradlaugh ia akan setuju berdebat dengan satu syarat.

Hughes berkata, “Saya mengusulkan kepada Anda bahwa kita masing-masing membawa bukti konkrit dari keabsahan keyakinan kita dalam bentuk laki-laki dan perempuan yang ditebus dari kehidupan dosa dan aib karena pengaruh ajaran kita. Saya akan membawa 100 orang laki-laki dan perempuan demikian, dan saya menantang Anda melakukan hal yang sama.”

Hughes kemudian berkata bahwa jika Bradlaugh tidak bisa membawa 100, maka ia bisa membawa 50; jika ia tidak bisa membawa 50, maka ia bisa membawa 20. Ia akhirnya mengurangi jumlah itu menjadi satu orang. Bradlaugh hanya perlu menemukan satu orang saja yang kehidupannya diperbaiki ateisme dan Hughes –yang akan membawa 100 orang yang diperbaiki Kristus- akan setuju berdebat dengannya. Bradlaugh mengundurkan diri! ……….

4 Comments :, , , , more...

Kemiskinan dan Agama

by on Nov.06, 2008, under Christianity, New Post, Sharing

“Menurut Din, ada satu pandangan menarik dari pangeran yang bergelar Prince of Wales itu. “Pangeran Charles menegaskan bahwa nilai-nilai kebijaksanaan tradisional (traditional wisdom) agama-agama di dunia dapat membantu mengatasi musuh bersama dunia, seperti kemiskinan dan
keterbelakangan,” ujar Din.”

Source : http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/01/1803027/pangeran.charles..agama.dapat.atasi.kemiskinan

Baru-baru ini membaca artikel yang mengemukakan pendapat pangeran Charles dalam kunjungannya ke Indonesia. Mungkinkah ke agama dapat mengatasi kemiskinan? Menurut saya sangatlah mungkin. Saya ada di pihak pangeran Charles, dan untuk itu kami mencoba berjuang melalui Cross Project Ministry untuk mewujudkan hal tersebut.

Berikut ini saya mendapat sebuah forwardan… lalu coba di check kebenarannya pada paman Google, semoga dapat terus menginspirasikan kita sebagai Kristen yang berkarya dan bukan menjadi seorang Kristen yang selalu menyalahkan dunia! Seakan-akan TUHAN tidak bekerja di dunia ini, satu-satunya alasan kita tidak melihat perubahan adalah karena kita tidak mau mendengar perintah Dia dan bukan karena DIA tidak bekerja…. dan perintahnya adalah :

Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

(Mat 25:44-45) (continue reading…)

Leave a Comment :, , , , , , , , , , , , more...

Adiwara

Archives