Tag: Damai
Tukang Sayur si philanthropist sejati
by soegianto on Dec.25, 2010, under Article, Life, News, Photo, Thoughts

Hari ini terbangun dengan “omelan” mama,” Soegi, kamu tuh kalo ngak mau baca, yah jangan langganan terus”. Sedikit bingung karena baru bangun dengan kondisi mata sepat,” mama buku apa yah? Setau aku langganan gratis de” jawabku merujuk kepada buku our daily bread dari RBC ministry. “Lho, itu lho majalah yang kamu pesen” ujar dia gemes dengan pembicaraan yang ngak nyambung. Rupanya mamaku berbicara tentang majalah bulanan reader’s digest indonesia. Segera ku ambil majalah itu, dan seperti biasa diakhir tahun majalah ini menampilkan profil asian of the year dengan judul Tukang Sayur nan dermawan dan sub judul : menjadi dermawan tak perlu harus kaya.
Saya rasa ini adalah artikel yang baik untuk dibaca, artikel ini bercerita tentang Chen Shu Chu, seorang tukang sayur dan seorang budhis yang taat, yang dalam kesederhanaannya telah menyumbang sejumlah lebih dari 300.000 dolar AS atau kurang lebih 2.7 milyar rupiah.
Hati dermawannya terbentuk karena beliau mengalami masa yang pahit pada masa kecilnya. Dalam kemiskinan dia harus kehilangan ibunya yang meninggal saat sedang mengalami kesulitan melahirkan namun ditolak oleh RS karena tidak memiliki uang yang cukup meskipun ayahnya sudah meminta uang dari tetangganya. Chen kecilpun meninggalkan pendidikannya untuk membantu ayahnya berjualan di pasar. Ketika dia berumur 18 tahun, dia harus menyaksikan kehilangan adiknya karena sakit yang berkepanjangan, meskipun sudah ada pertolongan dana dari gurunya. Kebaikan dari sekeliling dan masa kecil yang pahitlah yang membentuk hati yang dermawan.
Bagaimana Chen bisa mengumpulkan uang yang sedemikian banyak. (continue reading…)
Dia Datang Membawa Damai, kamu?
by soegianto on Dec.23, 2010, under Article, Christianity, Church, Discipleship, Multimedia, Sharing, Thoughts, Video
Materi ini dipersiapkan untuk perayaan Natal FIB UI 2010, Materi ini berbicara mengenai “Damai Yang Sejati”. Sebagaimana Kristus adalah pembawa Damai demikian pula setiap orang Kristen juga dituntut sebagai pembawa Damai bagi lingkungan sekelilingnya.
Permasalahan adalah bagaimana kita bisa membawa Damai, jikalau damai itu tidak pernah ada dihati kita? Dan hal ini-lah yang menimbulkan pertanyaan besar, bukankah janji Allah melalui malaikat kepada umat manusia pada malam natal adalah Damai Sejahtera di bumi? Dan jikalau janjinya adalah damai, maka dimanakah damai sejati itu?
Kehilangan Damai sejati mengakibatkan banyak dari umat Kristen mulai meninggalkan ibadahnya, kemudian menjadi jemaat NAPAS (datang hanya pada saat Natal dan Paskah). Hal ini merupakan cerminan dari kerinduan mereka, karena kehilangan damai di hati selama bertahun-tahun, untuk mencari “damai” itu di malam natal! Tetapi seringkali kita gagal, seakan-akan kita salah mengerti akan apa itu damai yang sejati.
Materi ini sekali lagi ingin mengupas kebenaran tentang natal, dan bahaya si iblis dalam memanipulasi kebenaran untuk menghasilkan kedamaian yang palsu. Kedamaian sejati hanyalah melalui Kristus, tetapi tidak berhenti hanya pada keselamatan itu saja, melalui ketaatan dalam keselamatan lah maka kedamaian sejati itu akan bertumbuh didalam hati kita. Selamat melihat presentasi ini. Tuhan memberkati

