Tag: christian
Peace In Our Time
by soegianto on Nov.05, 2010, under Church, Music, New Post, Sharing, Thoughts
A hymn written in 1970 by Betty Jo Corum.
It’s a hymn, yet a prayer, a poems, a solitude of heart that pray for nations.
Let’s pray also for Indonesia, here is the Lyric
“Peace in our time, O Lord; for this we pray: May every nation
know peace as the way; May no more sons be killed in battle’s
fray, May each one know the truth of peace your way.
Peace in our heart, O Lord; for this I pray: May I know calm-
ness now in every way; Help me to trust in you each urgent day,
that I may be assured of peace your peace in my way.”
“Praise Him with the sound of the TRUMPET.”
Sometimes we don’t understand…
by soegianto on Jun.16, 2010, under Article, Christianity, Church, Life
Looking at the picture, it is enough to explain… have a look… (Well I still don’t understand honestly!)

Mengukur Batas Toleransi di Indonesia
by soegianto on May.12, 2010, under Christianity, Church, News, Thoughts, Video
Berita ini diambil dari Al Jazeera :
Serangan kekerasan terhadap orang Kristen di Indonesia telah memaksa ditutupnya 20 gereja dalam beberapa bulan terakhir, pengujian keseimbangan keagamaan yang rapuh di negara yang mayoritas Islam.
Pemerintah menyangkal insiden adalah tanda intoleransi keagamaan yang sedang tumbuh, namun menyalahkan kondisi geopolitik dan pemilihan daerah.
Al Jazeera’s Step Vaessen melaporkan dari Jawa Barat.
About Faith …
by soegianto on Oct.13, 2009, under New Post
Several years ago I heard a story that I hope will reassure them that was often ridiculed by the phrase, “If your faith is strong you will not be …”
At that time I was listening to a woman called a priest in a radio broadcast. The priest was a wise man. Her voice was soft as if he could eliminate all fear.
The woman – who clearly heard was crying – saying,
“Pastor, I was born blind, and I was blind all my life. I do not mind being blind but there are a few of my friends say that if only my strong faith then I will be cured. ”
The priest asked him, “Do you always carry your guide stick wherever you go?”
“Yes,” replied the woman.
Then the priest began to advise, “If they mocked again with words like that, beat them using the wand then say,
If you have a strong faith, you certainly will not feel pain! ”
source: milist i-kan-pesta
The Hole in Our Church
by soegianto on Mar.20, 2009, under Article, Books, Christianity, Church, Doctrine, Video
Nice book to read, a forward from my friends. You can get the info about the writer below. Please take a look and read the article. Really give an inspiration and self-answered for the question which part of our Gospel is having the hole? Have a read! and May Gbu.
Prologue
But the angel said to them, “Do not be afraid. I bring you
good news of great joy that will be for all the people.”
—L U K E 2 : 1 0
Rakai, Uganda, August 1998
His name was Richard, the same as mine. I sat inside his meager thatch hut, listening to his story, told through the tears of an orphan whose parents had died of AIDS. At thirteen, Richard was trying to raise his two younger brothers by himself in this small shack with no running water, electricity, or even beds to sleep in. There were no adults in their lives—no one to care for them, feed them, love them, or teach them how to become men. There was no one to hug them either, or to tuck them in at night. Other than his siblings, Richard was alone, as no child should be. I try to picture my own children abandoned in this kind of deprivation, fending for themselves without parents to protect them, and I cannot.
I didn’t want to be there. I wasn’t supposed to be there, so far out of my comfort zone—not in that place where orphaned children live by themselves in their agony. There, poverty, disease, and squalor had eyes and faces that stared back, and I had to see and smell and touch the pain of the poor. That particular district, Rakai, is believed to be ground zero for the Ugandan AIDS pandemic. (continue reading…)
…seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia…
by soegianto on Feb.04, 2009, under Article, Christianity, Church, Life, News, Sharing, Thoughts
Sebuah kiriman email dari seorang rekan… pertama kali membaca saya hampir tidak percaya (well, memang pada dasarnya kurang beriman kali) terhadap pelayanan yang diberikan oleh mbak Dhayu… benar-benar excellent dan mencerminkan sikap yang luar biasa… pantas dia disanjung-sanjung dalam email ini karena dia berjiwa sebagai seorang pelayan yang melayani dengan sepenuh hati…
Jadi teringat sebuah ayat
“Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. ”
(Col 3:22-24 ITB)
Bayangkan ketika kita melayani TUHAN dengan hati yang sungguh dengan iman yang sungguh… Pasti TUHAN juga tidak segan-segan memuji kita, seperti pujian Kristus kepada seorang kepala prajurit..
….Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!”
(Luk 7:6-9 ITB)
Hati terenyuh, kala memandang kegagalan-kegagalan dalam pelayanan saat seringkali bekerja bukan seperti untuk TUHAN.
Semoga artikel dibawah ini tentang mbak Dhayu bisa jadi sumber inspirasi kita
———————————
Dear All,
klo kirim email tuh kayak gini, jangan Cuma yang complain aja tapi yang bagus juga di milis in biar semua orang tau masih banyak orang yang tulus J
Semoga hal ini bisa menginspirasi semuanya J
Ini Namanya Pelay ana n Luarrrrrr Biasa!!!!!
Kalo lo mau beli sepatu di toko, dan sepatu yang lo pilih nggak tersedia ukurannya, apa yang biasanya dilakukan penjaga tokonya?
Kalo dia sekedar bilang, “Maaf, ukurannya nggak ada” mungkin lo akan maklum.
Kalo dia bilang “Maaf, ukurannya nggak ada. Berminat dengan model yang ini, barangkali?” lo mungkin akan sedikit terkesan dengan upaya si penjaga toko untuk membantu.
Tapi yang gue dan Ida alami kemarin bener-bener jauh melebihi ekspektasi kami atas pelay ana n toko sepatu m ana pun yang pernah kami kunjungi.
Ceritanya, kemarin gue dan Ida jalan-jalan ke Grand Indonesia, refreshing dikit mumpung kerjaan lagi libur. Niat awalnya sih cuma mau cuci
mata, tapi akhirnya jadi ngiler waktu liat tulisan “discount” tergantung-gantung di toko Planet Sports. Ida lantas inget pernah ngincer
sepatu merk Skechers beberapa waktu yang lalu.
Kamipun mampir. Pilih punya pilih, Ida akhirnya naksir sepasang sepatu tipe casual, dan minta dibawain nomor 37 kepada Mbak Pramuniaga. Si Mbak Pramuniaga yang belakangan kami tau bernama Mbak Dhayu kemudian membawakan – bukan cuma satu – tapi 3 (tiga) kotak sepatu bernomor 37 berlainan model. Maksudnya, biar pembeli bisa lebih leluasa milih sepatu yang dirasa paling cocok. Di sini Ida udah mulai terkesan dengan semangat proaktif Mbak Dhayu. (continue reading…)



