My Name is Soegianto

Tag: charity

Dibalik arti sebuah nama BagiKasih.com

by on Nov.18, 2010, under Article, Life, New Post, News, Sharing, Thoughts

Shakespeare - Apalah arti sebuah nama

What’s in a name? That which we call a rose by any other word would smell as sweet.

-Shakespeare’s Romeo and Juliet (II, ii, 1-2)

Apalah arti sebuah nama, itu kata beberapa orang, dimana salah satu pengungkap pertama kata-kata tersebut adalah penulis kalimat diatas. Meskipun demikian kita mengenal sesuatu sebagai sesuatu karena sesuatu bukan? bingung?mari kita ambil sebuah contoh meskipun kita tahu kalimat diatas berbicara ketidakpentingan nama, tapi kita tahu nama sang penulis kalimat tersebut adalah  nama Shakespeare dan bukan unknown atau NA bukan?  dan karena nama penulis kata-kata diatas maka kita dengan mudah mengasosiasikan nama Shakespeare sebagai penulis dari Romeo dan Juliet?

Jadi penamaan dan nilai yang terkandung di balik sebuah nama itu menjadi penting.  Natal Project terasa begitu usang saat tahu, bahwa nama ini juga digunakan oleh Microsoft untuk proyek Kinnect XBOX. Oleh karena itulah  dirasakan penting untuk  mencari nama pengganti  bagi natal project. Saya mencari-cari apa sih kalimat yang tepat untuk memberi nama kepada Proyek ini. Beberapa kriteria saya taruh didalam penamaan Proyek ini :

  • Namanya dalam bahasa Indonesia
  • Harus bernafaskan Inti dari Natal Project – mengenai berbagi
  • Harus bisa bergerak lintas agama dan denominasi

(continue reading…)

Leave a Comment :, , , , , , , more...

Pertemuan dengan Tim Bagi Kasih

by on Nov.18, 2010, under Article, News


Logo Bagi Kasih oleh www.nanodesi9n.com

Setelah melalui berbagai tahapan sharing, maka terbentuklah beberapa orang yang bersedia untuk bergabung dalam proyek “sukarela” Bagi Kasih. Pada hari raya Idul Adha kemarin, kami bertemu di Grand Indonesia, Food Lover lantai 3, dengan mengakuisi sebagian dari meja makan disana *sempat dipelototin ma manager Food Lover*

Dalam pertemuan ini turut hadir juga bapak Onza Simangunsong dari Jaringanpantianak.net. Bapak Onza Simangunsong dengan gamblang menceritakan kerinduan hati dan buah karya pemikiran dia selama dia aktif di Jaringan Panti Anak (JPA).

Beberapa fakta yang diajukan oleh beliau mendorong kami untuk lebih serius lagi mengerjakan platform BagiKasih.com untuk merubah gaya hidup orang banyak untuk lebih dekat lagi dengan kegiatan “charity”. Salah satu fakta yang “menampar” adalah pembiayaan seorang anak di Panti Asuhan per bulan adalah sebesar 150 Ribu/hari atau kalo di kurs dengan mata uang “starbuck”, biaya tersebut senilai kurang lebih 3x Kopi di Starbuck. WoW! Padahal kalau kita mau melihat-nya dengan kacamata sorgawi, uang sebesar itu lebih pantas disebut sebagai “investasi” dibandingkan dengan “biaya”. Karena harga akuisisi tersebut bernilai kekal. :)

Selain itu beliau juga memaparkan kondisi bencana alam yang menerpa di Mentawai, yang mengakibatkan banyak anak yang menjadi “yatim piatu”, sementara kondisi panti asuhan di Jakarta sudah mulai full, dan panti asuhan yang masih tersedia mengalami kesulitan pembiayaan.

Jaringan Panti Anak sendiri memiliki kriteria ketat terhadap setiap Panti Asuhan yang akan bergabung dengan mereka, diantaranya adalah mau tergabung dalam program-program kreatif yang JPA sediaan, mau mendorong akuntabilitas pelaporan keuangan dari masing-masing panti tersebut. (continue reading…)

Leave a Comment :, , , , , , more...

Bagikasih.com, a new project release

by on Sep.13, 2010, under Article, Books, Life, Sharing, Thoughts

This morning, I just have finished the presentation material of bagikasih.com a new Charity Social E-Commerce, as we know:

“Social E-commerce is a method of e-commerce where shoppers’ friends become involved in the shopping experience. Social shopping attempts use technology to mimic the social interactions found in physical malls and stores.”

From Wikipedia, the free encyclopedia

and there are 3 (three) methods of Social E-Commerce according to Wikipedia :

  1. Group shopping sites —Encourage groups of people to buy together at wholesale prices, essentially a Costco-like model for the online world.
  2. Shopping communities —Bring like-minded people together to discuss, share, and shop. Using the wisdom of crowds, users communicate and aggregate information about products, prices, and deals. Many sites allow users to create custom shopping lists and share them with friends.
  3. Recommendation engines —Allow shoppers to provide advice to fellow shoppers. The in-store analogy for this category of social shopping is asking a fellow shopper for advice

So let me introduce the number 4 (four) of Social E-Commerce, it’s a new from the Oven of my brain! please sit down and use your seat belt! here comes the number 4! Charity Social E-Commerce.

Next Post, why bagikasih.com and what is the philosophy and vision behind the name! Watch out guys!

5 Comments :, , , , , , , , , more...

Adiwara

Archives