Melihat, mendengar, merasakan adalah bagian dari panca indera manusia yang diberikan TUHAN pencipta semesta alam. Ada banyak cara dalam meresponi setiap apa yang masuk baik melalui indera penglihatan maupun pendengaran.
Tetapi anehnya tidak setiap apa yang saya lihat dan yang saya rasakan berdampak kepada perasaan saya, padahal jika merunut dari urutan indera adalah dari mata turun ke hati (mengikuti lagu-lagu cinta tempo dulu)… atau dari semangkok sop lalu masuk melalui mulut , dikecap melalui lidah, kemudian dirasakan sampai (lagi-lagi) ke hati (sambil bergumam aduh uenakkk tenannn sup buatan ibuku ini)
Tapi mengapa hal itu seringkali menjadi absurd, hilang begitu saja ?
Anda tidak percaya, Baik sebagai contoh Apa reaksi anda ketika anda melihat berita seperti kutipan berita di samping..?
Apakah anda dengan segera membalikan ke halaman selanjutnya, finansial misalnya, untuk mencari informasi lainnya yang lebih aktual dalam kehidupan anda ataukah anda termenung ketika melihat berita tersebut dan kemudian bersamaan dengan berlalunya kegiatan melemparkan berita itu dalam tumpukan koran dan membiarkan “ketermenungan” anda menguap bersamaan dengan berlalunya waktu… atau apakah anda berhenti untuk berpikir? Tuhan, apa yang bisa saya lakukan untuk mereka?
Read more »