Selamat Jalan, Kung-kung
by soegianto on Jul.31, 2008, under Family, Life, Photo, Sharing, Thoughts
Selamat jalan kung-kung…
Kung-kung bukanlah sejenis makanan (itu kang-kung), bukan juga sejenis bunyi-bunyian, kung-kung merupakan cara kami cucu-nya untuk memanggil seorang kakek.
Kung-kung juga bukanlah seorang pahlawan, bukan pula seorang pembesar, kung-kung hanyalah seorang rakyat biasa, seorang pensiunan pegawai negeri yang lugu dan tulus.
Meski terlahir di pulau Bangka, masa mudanya dilaluinya sebagai anak seorang berada, sekolahnya pun nun jauh di pulau malaka (:Singapore).
Semasa penjajahan jepang, beliau kehilangan semuanya namun hal itu tidak membuat beliau kehilangan kemanusiaannya. Dibalut dengan kisah cintanya yang bak romeo dan Juliet dengan sang pujaan hati istri tercinta, beliau melalui jaman itu.
Pernah suatu kali, beliau ditangkap oleh penjajah jepang untuk dijadikan pekerja Romusha. Maka sang istri mendatangi rumah yang ditinggali pemimpin jepang sambil membawa beberapa kotak rokok. Sang istri tidak datang menyogok, tapi lebih lagi dia datang untuk memohon. Sang istri tidak datang dengan berjalan bergaya seperti seorang berada, sebaliknya ia, dalam keadaan hamil tua, datang dengan menggunakan lututnya berjalan selangkah demi selangkah ke kediaman sang pemimpin sambil menyembah memohon. Akhirnya cinta yang sedemikian besar mampu menaklukan hati bengis sang penjajah. Oh, alangkah beruntungnya beliau.
Selanjutnya kehidupan tidak mudah bagi beliau, dari seorang berada maka di masa kemerdekaan beliau hanya bekerja sebagai pegawai negeri rendahan yang mengurus pendaftaran rakyat yang hendak berobat di rumah sakit. Tapi beliau begitu dicintai, tidak mudah bagi beliau utk menghidupi 10 orang anak, tapi beliau dapat melalui semuanya itu.
Kata mama, kisah cinta kungkung dengan istrinya sudah dikenal sepenjuru belinyu. Mereka mudah dikenali sebagai pasangan yang bersepeda bahkan sampai pada hari tuanya. Kungkung begitu terpukul ketika istrinya harus terlebih dahulu meninggalkan beliau beberapa tahun lalu. Sungguh sebagai orang yang sederhana ia mengerti benar arti cinta itu.
Jauh sebelum hari ini terjadi, kungkung dan istrinya sudah mengambil sikap untuk menerima Kristus Yesus sebagai juruselamat pribadi. Suatu kejadian yang sangat luar biasa, melihat bagaimana TUHAN bekerja di hati kedua pasangan ini, di saat beberapa anak-anaknya yang sudah lebih dahulu percaya bisa membawa orangtuanya pada Kristus. Oh alangkah beruntungnya.
Hari ini, saya harus mengucapkan selamat jalan untuk kungkung tercinta. Perasaan sedih meliputi hati saya, walaupun demikian saya harus mengiyakan kata kakak saya, oh alangkah beruntungnya beliau. Tentunya selamat jalan ini bukanlah kata-kata perpisahan yang dihiasi hanya dengan kesedihan belaka, sebaliknya ini adalah kata-kata perpisahan yang diucapkan dengan penuh pengharapan. Ya, pengharapan bahwa suatu saat kita akan bertemu kembali dalam kekekalan, dalam keberuntungan yang sama, dalam penjaminan yang kita percaya, dan dalam pengampunan yang membasuh kita. Ya, di dalam Kristus dan hanya di dalam Kristus. amen
August 1st, 2008 on 10:15 am
Turut berduka gi!
- Homesick by Mercy Me -
You’re in a better place, I’ve heard a thousand times
And at least a thousand times I’ve rejoiced for you
But the reason why I’m broken, the reason why I cry
Is how long must I wait to be with you
I close my eyes and I see your face
If home’s where my heart is then I’m out of place
Lord, won’t you give me strength to make it through somehow
I’ve never been more homesick than now
Help me Lord cause I don’t understand your ways
The reason why I wonder if I’ll ever know
But, even if you showed me, the hurt would be the same
Cause I’m still here so far away from home
I close my eyes and I see your face
If home’s where my heart is then I’m out of place
Lord, won’t you give me strength to make it through somehow
I’ve never been more homesick than now
In Christ, there are no goodbye
And in Christ, there is no end
So I’ll hold onto Jesus with all that I have
To see you again
To see you again
And I close my eyes and I see your face
If home’s where my heart is then I’m out of place
Lord, won’t you give me strength to make it through somehow
Won’t you give me strength to make it through somehow
Won’t you give me strength to make it through somehow
I’ve never been more homesick than now
August 1st, 2008 on 5:21 pm
thanks Rusdy… Thanks juga untuk poemnya.. GBu ^_^, beruntung kita karena memiliki pengharapan yang sama… sangat menghibur sekali…
August 3rd, 2008 on 2:35 pm
turut sepenanggungan Gi!
Gbu.
August 5th, 2008 on 5:07 pm
Turut Berduka cita ya, Gi.
Setidaknya kita tau kl kung kung l dah senang, sama spt sms&telp l ke g dl (msh inget ga y?
)
“kl kita ga perlu sedih lg malah harus senang, kung kung dah hidup enak, dah tinggal ma Bapa di Surga.kita malah harus kuat dan kl bisa memberikan pengertian atw mjd kekuatan bg keluarga.”
Tx y Oe!