Mimpi itu datang lagi??
by soegianto on Dec.16, 2004, under Life, Romance, Thoughts
Gosh.. i think i’ve already healed?? tidak nyangka 2-3 hari terakhir membuat saya tidak begitu sehat… setelah donor darah, saya merasa jantung saya bekerja lebih keras… dan terasa adanya tekanan lebih di jantung yang membuat saya tidak dapat berdiri tegak… kata suster yang mengambil darah… vena saya kecil karena saya jarang berolahraga… mungkin jg ini yang memperlambat proses pembentukan darah kali (saya kan bukan dokter)… tapi yang lucunya saya familiar dengan rasa sakit di dada ini… u know… ini adalah rasa sakit yang muncul selama hampir setahun ini… terbangun dengan tekanan di dada yang sama… karena memimpikan “kekuatiran” dan “ketakutan” karena kehilangan dia… ughh… kenapa susah sekali bangun… malah lebih sering tersandung…, 3 hari lalu adalah tekanan yang luar biasa di dalam mimpi saya, seperti sakitnya jantung saya hari ini… sampai-sampai dalam mimpi itupun saya berteriak… pagi-pagi pas bangun lemes banget… trus mau SATE, ternyata papa memindahkan gambar Yesus sebagai gembala di kamar saya… Mzm 23, Mengapa Kamu Kuatir hai jiwaku? Tuhan adalah gembalaku dan takkan kekurangan aku… seketika rasa sakit itupun surut… dan dikuatkan punya Tuhan yang hebat mengapa pula saya harus tertekan…
tapi malam kemaren saya kembali bermimpi tentang “dia”, namun tidak seperti mimpi2 sebelumnya dimana saya hanya melihat, menangis dan terasa sakit… dalam mimpi ini saya bisa menyapa dia, seakan-akan banyak kesempatan untuk berbicara dengannya… saya tumpahkan seluruh isi perasaan saya … “kekosongan” saya… kesepian saya dalam keramaian… kehilangan rasa ‘bahagia’, saya berjalan kesana dan kemari mencari perasaan itu, .. namun tidak kutemukan perasaan itu… melihatmu membuatku tersenyum… mendengar suaramu membuatku bersemangat… memandangmu membuatku terbawa dalam arus mimpi…. ??? hei sepertinya saya bener2 hidup dalam mimpi saya… seandainya kesempatan itu bisa datang dalam kehidupan nyata… dan bisa kembali menumbuhkan perasaan itu… dengan tidak melankolis… seandainya… seandainya… seandainya….
….
…
..
.
.
.
tapi setidaknya saya bangun hari ini dengan perasaan lega… seperti sudah mengatakan semuanya! anyway jadi teringat film Vanity fair, menurutmu apakah bahagia itu??, lalu teringat phrase yg lain menurutmu apa sedih itu??
anyway dia toh jg tidak terlalu peduli… jadi biar saja perasaan itu terpendam…??? tapi kalo ada kesempatan maka saya “skarang:” masih bisa menjawab:
“kebahagianku adalah bersamamu, walaupun hanya sesaat, jikalau kau takut bahwa bersamamu akan menyakitiku, maka aku lebih memilih disakitimu karena kesedihanku adalah ketiadaanmu…”
…..
tapi saya harus bangun… dan saya mulai bangun koq… tapi saya masih membiarkan perasaan sepi itu menggerogoti hidup saya…. perlahan…
Tetap Semangat!