My Name is Soegianto

Manifesto Politik

by on Dec.22, 2008, under Life

Dear all,

Sekali lagi bukan untuk kampanye .. tapi toh ini bukan di mimbar gereja.. saya sebagai umat Kristen mendorong agar kita (dalam hal ini umat kristiani) harus lebih berpartisipasi aktif dalam menentukan arah bangsa ini ke depan… tentunya dengan memberikan yang terbaik yang ada pada kita… salah satunya  jika kita tidak/belum memiliki apa-apa untuk bangsa ini setidaknya kita dapat dengan  bijak menggunakan hak pilih kita…

Demokrasi akan menjadi democrazy saat 1000 orang yang tidak tahu politik memilih orang yang tidak “benar”, sementara 1 orang yang benar hanya terdiam diri di dalam gedung bangunan “agama” untuk kalangan sendiri tanpa memberikan dampak bagi bangsa ini… arah bangsa ini ditentukan orang yang “buta”, “tuli” dan “bodoh” seperti halnya saya…

Untuk itu tidak ada salahnya kita meluangkan waktu sebentar untuk membuka mata (dengan membaca misalnya) dan berdoa bagi bangsa, seperti yang dilakukan Nehemia. Saya tegaskan untuk melihat dahulu baru berdoa, supaya kita tahu apa yang kita doakan, tidak hanya asal bergumam di gereja ketika doa-doa syafaat yang panjang dikumandangkan. Dia (Nehemia) memulai dengan mencari tahu mengenai kotanya (Yerusalem, Kota Damai) yang hancur luluh lantak oleh bangsa-bangsa disekitarnya, kemudian terjatuh, menangis, berdoa puasa bagi bangsanya… Setidaknya Nehemia tahu apa yang didoakan dan masuk dalam titik “kritis” dalam kehidupannya…

Kata bang Yohanes Surya mengenai Semesta Mendukung (Mestakung)… seperti halnya air mengalami titik BEKU menjadi Es demikian pulan Air mengalami titik DIDIH menjadi Uap… maka menurut saya demikian pulalah perjalanan bangsa kita… Pemilu telah menjadi titik KRITIS bagi setiap bangsa dalam mencari wujudnya ke depan…

Mari kita berpikir lebih jernih, dan mari kita melihat lebih ke depan… mudah memang untuk pesimis, tapi jangan pernah menyerah…

Berpartisipasi aktif bukanlah berarti kita ingin membuat negara ini lebih “hijau” atau membuat “salib” di atas setiap gedung pemerintahan… Berpartisipasi aktif artinya adalah bersama-sama berharap agar orang-orang yang memiliki integritas-lah yang akan duduk di dalam pemerintahan… memerintah negeri ini supaya negeri ini semakin takut akan TUHAN, supaya rakyat menjadi lebih sejahtera…

Walaupun bukan untuk mendirikan negara “agamis”, tapi tetap agama mempunyai peran penting dalam menyokong bangsa yang memiliki nilai… Negara-negara Eropa dan Amerika “pernah” membangun nilai bangsa mereka berdasarkan nilai-nilai kekristenan, demikian juga di China dengan nilai-nilai Konfusianisme ataupun Neo-Konfusianisme, demikian juga di tanah Arab dengan kekhalifahan Islam…

Di dalam konteks negara Multirasial dan Multireligi seperti halnya Indonesia, maka setiap umat beragama (sekaligus warga negara) perlu didorong untuk memberikan nilai tambah bagi kemajuan bangsanya. Walaupun hal itu semakin sulit ditengah semakin berkembangnya paham Fundamentalis di negeri tercinta ini.

Maka dari itu, penting sekali bagi setiap warga negara yang juga umat beragama bukan saja untuk memelihara “nilai-nilai” yang diwariskan oleh founding fathers, tetapi untuk mengembangkan menjadi sesuatu kekuatan (dan bukan kutukan) dalam menghadapi masalah-masalah berbangsa dan ber tanah air.

Dan untuk itu, kata DIAM berarti Emas… TIDAK PEDULI berarti TIDAK TeRKaiT, TIDAK BeRPaRtiSiPaSi berarti TIDaK BerTanggung JaWaB menjadi GuGuR! Karena itu adalah tanggung jawab kita sebagai umat percaya, yang juga warga negara, yang mendiami republik ini, untuk menjawab panggilan itu… Apapun peran kita, sekecil apapun itu, termasuk halnya menggunakan hak pilih kita secara bijak dan bertanggung jawab…

wassalam,

Soegianto

:, , , , , ,

1 Comment for this entry

  • Vonny

    wah, iya nich buta ma politik juga. Pusing juga, mangnya masih ada yang ‘beres’ ya? kok, jujur rada hopeless juga nich. bukannya kalau lagi pemilu emang pada obral janji? Trus bagaimana kita tahu yang berintegritas?

Leave a Reply

Adiwara

Archives