Archive for the 'Poems' Category

Wa Habibi, Good Friday Hymn sung by Fairouz

This is one of two official Catholic hymns adopted from the 20th century. This new Good Friday hymn is sung by the Lebanese singer Fairuz. I have set this song to the Fourteen Stations of the Cross.

Arabic Lyrics:
وا حبيبي وا حبيبي أي حال أنت فيه
من رآك فشجاك أنت أنت المفتدي
يا حبيبي أي ذنب حمل العدل بنيه
فأزادوك جراحاً ليس فيها من شفاء
حين في البستان ليلاً سجد الفادي الإلة
كانت الدنيا تصلي للذي أغنى الصلاة
شجر الزيتون يبكي و تناديه الشفاء
يا حبيبي كيف تمضي أترى ضاع الوفاء

English Translation:
My Love, My Love
What has befallen you?
Who saw you and grieved for you,
You who are righteous?
My Love, what is the sin of our times and our children?
These wounds have no cure.

Fairouz the Jewel of Arab

Entirely dressed in black, Fairouz, the legendary Lebanese singer, kneels with great humility before the altar and the crucifix upon which our Lord Jesus Christ was nailed and unleashes her impeccable voice as she sings in exaltation: “Today, He was hung on a piece of wood, The Man who hung the world above water…. We kneel before your Passion o’ Christ….We kneel before your Passion o’ Christ.” The year was 1965, and the place, a church in Beirut, Lebanon.

Dikisahkan dalam masa-masa penantian, pagi 19 desember 2003

Senandung jiwa mencari Cinta

Bait 2

Kutemukan kau diantara sejuta bintang

Kupandang kau diantara sejuta kembang

Mungkin bukan yang terindah dari semua

Bukan pula yang gemerlap dari yang ada

Sekilas melihat, sekilas bertaut

Tak mau lepas terpana oleh pesonamu

Engkau bukan mawar merah bukan pula tulip merona

Engkau mungkin tidak semerah mars tidak pula secerah venus

Sejenak memandang , beralih pun enggan

Terpenjara di dalam rasa yang tak terbendung

Cintakah ini, … tanyaku dalam hati

Kaukah jawaban doaku dalam penantian ini

Kau tersenyum, dan kupun tersenyum

Kau menangis dan hatikupun terenyuh

Kau bahagia dan kupun tertawa

Kau menari dan kupun terbawa dalam tarianmu

Cintakah ini… tanyaku penuh asa

 

di kisahkan dalam masa-masa penantian, pagi 19 desember 2003

Di dalam pikiran dalam masa-masa pencarian 18 desember 2003

Senandung jiwa mencari Cinta

Bait 1

Diantara seribu bintang

Diantara seribu kembang

Sebuah sinar melesat

Membawa jiwaku tersesat

Di dalam hutan kelam tak bertuan

Mencari arti sebuah kebahagiaan

Mencari makna dari sebuah kesedihan

Kuikuti sinar itu langkah demi selangkah

Sambil berharap ‘tuk menjadi bijak

Mencari tempat ‘tuk berpijak

Bergelut penuh tanya ‘tuk berhenti sejenak,

Dimanakah gerangan dikau!

Gelombang yang mampu menggetarkan gita

Hasrat yang mampu membangun cita

Gelora yang mampu meruntuhkan rasa

Oh Pencipta, dengarlah eranganku

Didalam doaku

Didalam setiap tanyaku

Cinta, cinta dan cinta

Dimanakah engkau berada?

 

di dalam pikiran dalam masa-masa pencarian, 18 desember 2003

Eureka…

 

“… sayangnya dari 6 buah puisi yang diciptakan dalam minggu-minggu itu…. hanya tersisa 4 buah puisi…. ah sayangnya aku tidak memiliki copyan lagi… lagipula aku benar-benar lupa akan isi detail bait 1 dan 2 -nya (btw bait pertama dan keduanya romantis picisan banget… kalo kaga salah dibacakan oleh adikku untuk ikut lomba dhe… well, kata dede dengan bait 1 dan 2 tanpa bait selanjutnya - maka puisi ini lebih tepat seperti orang yang dimabuk asmara… sayangnya… aghhh”

Masih ingat dengan tulisan diatas?, Rabu kemaren saya sedang mencari penggaris (yang anehnya menghilang dari sepenjuru rumah) untuk mengukur plastic buat membuat head tag dari cross project. Sampai-sampai (maaf) membongkar kamar adik tercinta, eh secara tidak sengaja menemukan organizer, dan pas saya buka untuk sekadar liat-liat, tebak apa yang saya temukan…

Yup, anda benar jika anda menebak saya menemukan bait pertama dan kedua yang hilang… EUREKA… ^_^, dan saya putuskan untuk memposting puisi lengkapnya disini… ^_^

Benar-benar picisan… tapi inilah saya!

Have u been a _____ today ! (please fill d blank)

Very interesting Ad, as u seen in my Right side!

wonder that someday, someone will ask the same question to meHave_u_been_a_good_dad_today
who are you spending your QUALITY time with?

have i been a DAD today?
or..
have i been a SON today?
or..
have i been what GOD want me to do today?

more or less, i am afraid that i will answer, i fail, ….
thus, please help me by praying for me…

thanks

Gbu

Engkau yang kunanti

Sampai saat ini sudah terasa terlalu lama aku menunggumu…
sampaikah waktuku tiba? takutkah aku menghadapi fajar berikutnya, tanpamu disisiku…
oh sungguh sebuah kelegaan jika mampu melewati titik-titik paling nadir di dalam hidupku…

namun belum selangkah aku berjalan…
sudah kurindukan pulang… menunggumu disisiku…
takkan kukuat lagi menghadapi hari tanpamu…
bukan karena ketiadaanmu…

tetapi karena kuberdiri terlalu jauh daripadamu…

ijinkanlah aku berbalik sekali lagi kepadamu…

untuk tersungkur dan menggapai tanganmu…
engkau yang selalu kunanti…

yang juga seringkali kuabaikan…
kutunggu-mu kembali… atau aku yang akan segera menghampirimu…
hanya jika waktuku tiba…
engkau yang kutunggu… ~ ~

“Watch ye therefore, and pray always, that ye may be accounted worthy to escape all these things that shall come to pass, and to stand before the Son of man. ”
(Luk 21:36)

Dark is beautiful… until i open my eyes

Apakah kegelapan?
Kegelapan tidak pernah dicipta…
Karena kegelapan hanyalah ketiadaan terang…
Kegelapan mungkin dapat menyembunyikan luka yang menganga
tapi kegelapan takkan pernah menyembuhkan luka tersebut
Bekas luka yang mengering adalah tanda bahwa tubuh (antibody) mampu menaklukan kuman…
Hati yang penuh tanda luka adalah tanda bahwa hidup yang kuhidupi adalah hidup yang kumenangkan ^^

Dark is beautiful… until i open my eyes…

Antara Obsesi, Romantisme & Cinta

Wah…lagi-lagi ada yang nanya tentang kasih yang sejati seperti apa??? he..he..Saya bukannya orang yang cukup berhasil lho tentang cinta lho, tapi dari kegagalan saya, justru saya belajar sesuatu tentang Cinta…

Ini adalah bagian yang saya pelajari… bentuknya puisi sih saya buat dulu banget… Saya teringat, dan terinspirasi dari kejadian waktu kunjungan misi ke RSCM (juga karena waktu itu lagi patah hati sih), Saya melihat seorang kakek yang terbaring sakit didampingi oleh istrinya yang kelihatan begitu kuat dan setia, dan ketika kami berdoa akhirnya mulai bercucuran air mata sang istri yang mencerminkan betapa dia menanggung pergumulan berat…

hmm.. ke 2 kejadian itu yang akhirnya membuat g menulis ini berikut… antara Obsesi, Romantisme dan Cinta.

Selamat membaca !!! Read more »

SENANDUNG JIWA MENCARI CINTA…. (THE FINAL)

diselesaikan dalam masa-masa penguatan
Pagi, 23 Desember 2003

Hanya terlalu cepat berlalu…
Kutinggalkan memoar ini…
Sebagai kisah ipuh mencari cinta…
Jadikan ini ‘tuk kekuatanmu…
Kuatkan ini ‘tuk keberadaanmu…
Adakan ini sebagai pedomanmu…
Suatu saat akan tiba kau merekah
Ingatlah akan dalam dan sejatinya cinta
bukan hanya kisah sedih dan pahitnya dia
karena Cinta ‘bak surat berbingkai indah
yang menanti dirinya tuk dirangkai
di dalam tulisan penuh cinta kasih…
di dalam goretan penuh kegalauan…
di dalam gambaran akan masa depan…
Hanya ingatlah ini!
Sendiri kisah itu tidak akan pernah ada…
Berdua cerita itu tidak akan pernah usai…
Bertiga dengan sang Khalik didalamnya
maka jalinan sajak puisi cinta itu!
menjadi indah pada waktuNya!

“Damai di Bumi, Damai di Surga
Engkaulah penghiburku
dalam setiap masaku”
Soegianto, dalam hari-hari menuju Natal
11.15 Siang 23 Desember 2003

Next Page »