Thoughts
Selamat Tahun Baru 2011
by soegianto on Jan.03, 2011, under Life, Sharing, Thoughts
Sedikit telat mengucapkan karena mengakhiri tahun baru 2010 dengan banyak kejutan dan aktivitas. Mengucap syukur telah mengakhiri tahun 2010 yang dahysat dengan berbagai keputusan yang besar, mulai dari pindah pekerjaan, mengambil keputusan untuk menjadi full timer di dunia baru, sampai dengan keputusan besar untuk bersama kekasih mempersiapkan diri memasuki gerbang pernikahan!
Bersyukur untuk setiap langkah baru yang TUHAN ijinkan ada dalam kehidupan ini, 4 bulan terakhir ini merupakan bulan terhebat dalam hidup. Bertemu belahan jiwa sebagai jawaban doa, bertemu dengan rekan-rekan setim yang hebat di Sedapur! Juga bersyukur untuk kesempatan yang diberikan untuk membagikan Visi secara marathon ke rekan-rekan lainnya! Thanks untuk tim Bagikasih, sungguh luar biasa pergerakan tahun ini, semoga visi kita bisa menjadi nyata! Bersyukur untuk kesempatan yang diberikan melayani dalam paduan suara Deo Gracias, Bersyukur untuk boleh bergabung dalam tim Forum Lilin Kecil!
Mengawali tahun baru ini, saya bertemu dengan Edwin dari Evolitera, pembicaraan hari ini mengenai Visi hidup. Diingatkan melalui percakapan ini, bagaimana TUHAN memimpin bangsa Israel di padang gurun! Bagaimana TUHAN hadir melalui Tiang Api dan Tiang Awan yang memimpin bangsa Israel untuk bergerak maju ataupun berhenti. Seperti itulah pimpinan TUHAN terhadap kita, meskipun terkadang kita juga bandel seperti bangsa Israel yang selalu menggerutu mengingat “kenyamanan” semua yang ada di tanah Mesir. Dalam ketaatan-lah maka Yosua dan Kaleb diberikan kehormatan untuk memasuki tanah Kanaan, mengarungi padang gurun yang panjang untuk menemukan tanah yang kaya akan madu dan susu.
Saat ini, yang ada dihamparan terlihat seperti padang gurun yang menggelisahkan manakala melihat berbagai “kenyamanan” yang ada di pekerjaan dahulu. Tapi ini adalah musim baru, dimana kita harus belajar untuk berjalan dalam “ketaatan” atas Visi yang diperoleh, berjalan di dalam iman bahwa TUHAN memimpin perjalanan ini menuju ke tanah perjanjian. Semoga melalui dua tangan, dua kaki, dan satu hati, kami dapat berjalan dengan setia dalam pimpinan TUHAN dan taat terhadap Visi ini menuju pengharapan agar dapat menjadi berkat untuk bangsa ini.
Sekali lagi Selamat mengawali Tahun ini dalam ketaatan terhadap Visi yang dari TUHAN! Bagaimana dengan anda? apakah Visi hidupmu?
Tuhan memberkati!
Tukang Sayur si philanthropist sejati
by soegianto on Dec.25, 2010, under Article, Life, News, Photo, Thoughts

Hari ini terbangun dengan “omelan” mama,” Soegi, kamu tuh kalo ngak mau baca, yah jangan langganan terus”. Sedikit bingung karena baru bangun dengan kondisi mata sepat,” mama buku apa yah? Setau aku langganan gratis de” jawabku merujuk kepada buku our daily bread dari RBC ministry. “Lho, itu lho majalah yang kamu pesen” ujar dia gemes dengan pembicaraan yang ngak nyambung. Rupanya mamaku berbicara tentang majalah bulanan reader’s digest indonesia. Segera ku ambil majalah itu, dan seperti biasa diakhir tahun majalah ini menampilkan profil asian of the year dengan judul Tukang Sayur nan dermawan dan sub judul : menjadi dermawan tak perlu harus kaya.
Saya rasa ini adalah artikel yang baik untuk dibaca, artikel ini bercerita tentang Chen Shu Chu, seorang tukang sayur dan seorang budhis yang taat, yang dalam kesederhanaannya telah menyumbang sejumlah lebih dari 300.000 dolar AS atau kurang lebih 2.7 milyar rupiah.
Hati dermawannya terbentuk karena beliau mengalami masa yang pahit pada masa kecilnya. Dalam kemiskinan dia harus kehilangan ibunya yang meninggal saat sedang mengalami kesulitan melahirkan namun ditolak oleh RS karena tidak memiliki uang yang cukup meskipun ayahnya sudah meminta uang dari tetangganya. Chen kecilpun meninggalkan pendidikannya untuk membantu ayahnya berjualan di pasar. Ketika dia berumur 18 tahun, dia harus menyaksikan kehilangan adiknya karena sakit yang berkepanjangan, meskipun sudah ada pertolongan dana dari gurunya. Kebaikan dari sekeliling dan masa kecil yang pahitlah yang membentuk hati yang dermawan.
Bagaimana Chen bisa mengumpulkan uang yang sedemikian banyak. (continue reading…)
Dia Datang Membawa Damai, kamu?
by soegianto on Dec.23, 2010, under Article, Christianity, Church, Discipleship, Multimedia, Sharing, Thoughts, Video
Materi ini dipersiapkan untuk perayaan Natal FIB UI 2010, Materi ini berbicara mengenai “Damai Yang Sejati”. Sebagaimana Kristus adalah pembawa Damai demikian pula setiap orang Kristen juga dituntut sebagai pembawa Damai bagi lingkungan sekelilingnya.
Permasalahan adalah bagaimana kita bisa membawa Damai, jikalau damai itu tidak pernah ada dihati kita? Dan hal ini-lah yang menimbulkan pertanyaan besar, bukankah janji Allah melalui malaikat kepada umat manusia pada malam natal adalah Damai Sejahtera di bumi? Dan jikalau janjinya adalah damai, maka dimanakah damai sejati itu?
Kehilangan Damai sejati mengakibatkan banyak dari umat Kristen mulai meninggalkan ibadahnya, kemudian menjadi jemaat NAPAS (datang hanya pada saat Natal dan Paskah). Hal ini merupakan cerminan dari kerinduan mereka, karena kehilangan damai di hati selama bertahun-tahun, untuk mencari “damai” itu di malam natal! Tetapi seringkali kita gagal, seakan-akan kita salah mengerti akan apa itu damai yang sejati.
Materi ini sekali lagi ingin mengupas kebenaran tentang natal, dan bahaya si iblis dalam memanipulasi kebenaran untuk menghasilkan kedamaian yang palsu. Kedamaian sejati hanyalah melalui Kristus, tetapi tidak berhenti hanya pada keselamatan itu saja, melalui ketaatan dalam keselamatan lah maka kedamaian sejati itu akan bertumbuh didalam hati kita. Selamat melihat presentasi ini. Tuhan memberkati
Semua karena “Jemaat” kurang pintar!
by soegianto on Nov.29, 2010, under Church, Sharing, Thoughts
Sedih banget saat tahu ada gereja yg sengaja menutup perpustakaannya. Padahal gedungnya megah dan memiliki banyak ruang, dikarenakan berbagai alasan sehingga diputuskan seluruh koleksinya dihibahkan kepada pihak lain. Alasan utama adalah karena tidak ada yang mau mengurus Perpustakaan itu sehingga menjadi berantakan, lagian jemaat juga tidak tertarik membaca, sehingga tidak ada yang mengunjungi perpustakaan itu.
Saat berdiskusi lebih lanjut, sang gembala mengatakan bahwa keengganan jemaat untuk membaca karena jemaat lebih suka “nonton” daripada membaca buku rohani sehingga tidak perlulah ada perpustakaan, lagian buku-buku yang dalam dan ribet itu hanya untuk segilintir orang pinter saja yang “gemar” membaca.
Saat saya tahu itu alasannya, saya hanya menengok dan terdiam! Sampe bingung, apakah itu berarti bahwa gereja itu hanya utk *maaf* orang-orang bodoh yg tidak suka baca buku rohani? Yah, untuk orang *maaf lagi* bodoh, kalau kita mau nurutin retorika sang gembala. Coba simak :
Alasan perpustakaan ditutup = tidak ada pengurus = jemaat tidak suka membaca = membaca hanya untuk orang pinter
jadi kalo saya simpulkan, berarti :
Alasan perpusakaan ditutup = karena jemaat bodoh (jemaat tidak suka membaca karena membaca hanya untuk orang pinter).
Waduh? Bagaimana ini? siapa yang mau dibilang “bodoh”? (continue reading…)
Dibalik arti sebuah nama BagiKasih.com
by soegianto on Nov.18, 2010, under Article, Life, New Post, News, Sharing, Thoughts

Shakespeare - Apalah arti sebuah nama
“What’s in a name? That which we call a rose by any other word would smell as sweet.”
-Shakespeare’s Romeo and Juliet (II, ii, 1-2)
Apalah arti sebuah nama, itu kata beberapa orang, dimana salah satu pengungkap pertama kata-kata tersebut adalah penulis kalimat diatas. Meskipun demikian kita mengenal sesuatu sebagai sesuatu karena sesuatu bukan? bingung?mari kita ambil sebuah contoh meskipun kita tahu kalimat diatas berbicara ketidakpentingan nama, tapi kita tahu nama sang penulis kalimat tersebut adalah nama Shakespeare dan bukan unknown atau NA bukan? dan karena nama penulis kata-kata diatas maka kita dengan mudah mengasosiasikan nama Shakespeare sebagai penulis dari Romeo dan Juliet?
Jadi penamaan dan nilai yang terkandung di balik sebuah nama itu menjadi penting. Natal Project terasa begitu usang saat tahu, bahwa nama ini juga digunakan oleh Microsoft untuk proyek Kinnect XBOX. Oleh karena itulah dirasakan penting untuk mencari nama pengganti bagi natal project. Saya mencari-cari apa sih kalimat yang tepat untuk memberi nama kepada Proyek ini. Beberapa kriteria saya taruh didalam penamaan Proyek ini :
- Namanya dalam bahasa Indonesia
- Harus bernafaskan Inti dari Natal Project – mengenai berbagi
- Harus bisa bergerak lintas agama dan denominasi
Masih ingatkah anda dengan saya?
by soegianto on Nov.13, 2010, under Article, New Post, Photo, Thoughts
Masih ingatkah kunjungan anda terakhir kali ke panti asuhan ke panti asuhan?
dengan segala kesibukan dan keriangannya?
Bersyukurlah selalu
by soegianto on Nov.13, 2010, under Family, Life, New Post, Sharing, Thoughts
“Dimanapun jangan pernah lupa berdoa pada waktu engkau makan, mandi, menyetir apapun juga bersyukurlah. Tuhan mendengar”~papa,versi lain 1kor10:31
Pagi itu, tanggal 7 November 2010, papa mengingatkan aku akan versi lain dari :
“Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. “ 1 Kor 10:31 ITB
Sebuah pesan yang lahir dari pengalaman pribadi ayah. Sejak muda, kami seringkali diceramahi (kalau tidak dimarahi) oleh papa karena kebandelan kami. Tetapi dalam ceramah-nya, papa seringkali menyelipkan cerita-cerita Alkitab, diantaranya saya masih ingat waktu kami begitu nakal, dan seharusnya dihukum karena kebandelan kami. Pada akhirnya kami harus mengakui di persidangan yang diselenggarakan oleh papa akan pelanggaran yang kami buat, tetapi papa membuat sesuatu kejutan yang melegakan, hari itu jumat Agung memperingati Kematian Yesus Kristus di salib, dan papa memakai alasan itu sebagai pengampunan akan “kejahatan” kami. “Karena hari ini kita memperingati Kristus yang sudah mati di kayu salib untuk mengampuni dosa-dosa kita, demikian pula hari ini papa mengampuni kalian yang berbuat salah”, ujar papa. Kata-kata yang begitu melekat mengenai pengampunan yang lahir dari tindakan nyata. Tidak sadar kata-kata itu meninggalkan bekas yang mendalam di hati seorang anak untuk belajar mengenai pengampunan. (continue reading…)
Peace In Our Time
by soegianto on Nov.05, 2010, under Church, Music, New Post, Sharing, Thoughts
A hymn written in 1970 by Betty Jo Corum.
It’s a hymn, yet a prayer, a poems, a solitude of heart that pray for nations.
Let’s pray also for Indonesia, here is the Lyric
“Peace in our time, O Lord; for this we pray: May every nation
know peace as the way; May no more sons be killed in battle’s
fray, May each one know the truth of peace your way.
Peace in our heart, O Lord; for this I pray: May I know calm-
ness now in every way; Help me to trust in you each urgent day,
that I may be assured of peace your peace in my way.”
“Praise Him with the sound of the TRUMPET.”
Berpola Pikir Rohani|John Owen
by soegianto on Oct.16, 2010, under Article, Books, Christianity, Life, Sharing, Thoughts
Buku ini merupakan ringkasan dari buku serupa yang ditulis oleh John Owen. Pertama kali saya membacanya pada saat saya duduk di bangku akhir kuliah (2002), saya sangat merasa terberkati dan merasakan bahwa tulisan-tulisannya sangat aktual bagi kehidupan kerohanian saya yang mulai terasa kaku dan dingin. Namun alangkah kagetnya saya bahwa ternyata tulisan-tulisan oleh John Owen telah berumur +/- 100 tahun tanpa kehilangan kontekstualitasnya.
Sebuah buku yang sangat baik yang menggambarkan bagaimana seorang Kristen harus bertindak dalam mengalahkan keinginan daging. Seringkali yang muncul dalam pemikiran kita adalah keinginan-keingan daging, berulang kali Alkitab menyebutkan apakah itu keinginan daging (Gal 5:19-21), sebaliknya buah dari Roh adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Dan satu-satunya cara mengalahkan keinginan daging dan hidup dalam ROH (tentunya di dalam anugrah keselamatan Kristus) adalah dengan menghidupi hidup yang memiliki pola pikir rohani.
Gal 5:16 “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.”
Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
Gal 5:19-23 ITB
John Owen menulis :
“Selain menjanjikan pengampunan dosa bagi orang percaya, Injil juga menjanjikan damai sejahtera, sukacita, kekuatan rohani, jaminan, dan pengharapan. Akan tetapi, banyak orang Kristen yang dalam kehidupan rohaninya hanya memperoleh pengampunan dosa semata. Mereka adalah orang-orang bodoh yang merasa puas hanya dengan yang sedikit, sementara ada begitu banyak hal yang dapat diperoleh.”
Selamat Membaca! dan menikmati pertumbuhan!
Bagikasih.com, a new project release
by soegianto on Sep.13, 2010, under Article, Books, Life, Sharing, Thoughts
This morning, I just have finished the presentation material of bagikasih.com a new Charity Social E-Commerce, as we know:
“Social E-commerce is a method of e-commerce where shoppers’ friends become involved in the shopping experience. Social shopping attempts use technology to mimic the social interactions found in physical malls and stores.”
From Wikipedia, the free encyclopedia
and there are 3 (three) methods of Social E-Commerce according to Wikipedia :
- Group shopping sites Encourage groups of people to buy together at wholesale prices, essentially a Costco-like model for the online world.
- Shopping communities Bring like-minded people together to discuss, share, and shop. Using the wisdom of crowds, users communicate and aggregate information about products, prices, and deals. Many sites allow users to create custom shopping lists and share them with friends.
- Recommendation engines Allow shoppers to provide advice to fellow shoppers. The in-store analogy for this category of social shopping is asking a fellow shopper for advice
So let me introduce the number 4 (four) of Social E-Commerce, it’s a new from the Oven of my brain! please sit down and use your seat belt! here comes the number 4! Charity Social E-Commerce.
Next Post, why bagikasih.com and what is the philosophy and vision behind the name! Watch out guys!






