“Here is the story of the grass - sown, grown, blown, mown, gone; and the history of man isn’t much more” (C.Spurgeon)
ahhh hidup… Pada suatu siang, beberapa tahun yang silam, dalam sebuah retreat, seorang hamba TUHAN bertanya kepada jemaatnya, “bayangkan, pada saat pemakaman kamu, lalu ada orang-orang disekeliling kamu yang menghadiri pemakaman kamu…”, setelah hening sejenak dia kembali bertanya , “apa yang kamu harapkan dari mereka ketika mereka menghadiri pemakaman kamu..”.
Aku terhenyak, mencoba mencari jawaban di dalam pikiran yang tertekan oleh sebuah kenyataan suatu saat nanti aku akan tiada, terbawa oleh sebuah perasaan kematian yang kelam. “Aghh… sebuah kematian” sambil membayangkan orang-orang yang aku kasihi berdiri di sekelilingku, menghadiri pemakamanku, orang tuaku, kakak-ku, adik-ku, anak-anak ktb ku, adri, gatot, albert, ega, baskara, david, samuel, william, bobby, teman-teman sepelayananku, ria, jan, truly, niken.. ah dan banyak lagi.
Lagi-lagi, perasaan melankolis itu muncul lagi, dada terasa perih, dan mata terasa nanar menahan perasaan hati yang mendesak keluar melalui kantung air di kedua bola mataku.
Hamba TUHAN itu mencoba mencari jawaban di antara jemaatnya, kemudian tatapan matanya berhenti menatap kedua bola mataku. Dalam hitungan tidak sampai sepersepuluh detik, hamba TUHAN itu bertanya,”kamu, menurut kamu bagaimana?” Read more »