<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>My Name is Soegianto &#187; Life</title>
	<atom:link href="http://soegianto.net/category/life/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://soegianto.net</link>
	<description>live a life of love</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Dec 2011 23:59:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Cerita Cinta &#8230;..</title>
		<link>http://soegianto.net/life/cerita-cinta/</link>
		<comments>http://soegianto.net/life/cerita-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 23:59:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soegianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Romance]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soegianto.net/?p=604</guid>
		<description><![CDATA[Yup, akhirnya terpilihnya judul untuk tulisan ini&#8230; Cerita Cinta, begitu membaca tulisan ini maka lagu yang menari-nari dikepala adalah lagunya Kahitna, Cerita Cinta adalah album pertama dari kumpulan pria-pria ini lho (tahun 1995 euy). Melihat ke belakang di tahun 2011 ini, maka yang terbayangkan adalah bentangan kasih TUHAN yang begitu nyata dalam kehidupan kami (sekarang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yup, akhirnya terpilihnya judul untuk tulisan ini&#8230; Cerita Cinta, begitu membaca tulisan ini maka lagu yang menari-nari dikepala adalah lagunya Kahitna, Cerita Cinta adalah album pertama dari kumpulan pria-pria ini lho (tahun 1995 euy). Melihat ke belakang di tahun 2011 ini, maka yang terbayangkan adalah bentangan kasih TUHAN yang begitu nyata dalam kehidupan kami (sekarang pakai kata ganti kami, karena dah menikah euy dengan Luciana!).</p>
<p><a href="http://soegianto.net/wp-content/uploads/2011/12/Christmas-at-Picadelly.jpg"><img class="aligncenter" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://soegianto.net/wp-content/uploads/2011/12/Christmas-at-Picadelly-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>2011 adalah tahun terhebat dalam kehidupan kami, suatu kali ketika kami berdoa bersama saya melihat  frame dalam kehidupan kami selama setahun ini dimana kisah kasih yang ditulis oleh TUHAN begitu nyata dalam kehidupan kami. Kemenangan demi kemenangan kami lalui bersama-sama, saling mendoakan dan saling menguatkan. Cerita cinta kami tidak pernah statis, selalu saja ada hal baru yang membuat kami &#8220;bergidik&#8221; jika melihat ke belakang (red. bergidik = bulu tengkuk kepala berdiri). Bergidik bukan karena geli (apalagi takut), tapi terkagum-kagum akan pemeliharaan TUHAN.</p>
<p>Masih ingat di kepala kami, tahun lalu dalam sebuah perjamuan makan mempertemukan kedua orang tua di bulan desember 2010, disepakati kami akan menikah di bulan Mei 2011! Busyetttt&#8230; cepet banget persiapannya, hal ini berawal  karena pembicaraan dari kedua orang tua yang <del>tidak </del>sayup-sayup kedengaran dikarenakan suara yang riuh rendah pada jamuan natal di Golden Leaf, Kelapa Gading. Sehingga dengan gegap gempita, acara perkenalan kedua orang tua ini dialihkan oleh ayahanda tercinta menjadi acara pertunangan. Jrenggg&#8230;.. namn untuk menghormati kesepakatan orang-tua, kami berdua gencar berjuang untuk mencapai tanggal tersebut. Segala persiapan berlangsung dengan lancar, TUHAN mencukupi semuanya (kamipun bisa berbangga hati, karena kami berdua mencukupi sendiri untuk segala pembiayaan).</p>
<p>Puji TUHAN, tahun 2011 ini kami melangsungkan pernikahan kami sebuah tanda cinta antara Soegianto dan Luciana, yang ditandai dengan ikatan perjanjian yang diberkati TUHAN melalui hambanya Pdt. Daudi Rahmat di Gereja Pemberita Injil. Dukungan dari sahabat dan rekan membuat hari ini menjadi hari yang penuh puji syukur. Sempat dak dik duk, dengan kondisi langit yang mendung (secara pesta outdoor gitu), tetapi istri yang beriman mampu menguatkan hati untuk percaya kepada jawaban TUHAN (memang harta seorang pria adalah Istri yang takut TUHAN).<span id="more-604"></span></p>
<p>Berbagai kemenangan mulai dari Nokia Fellowship dan INAICTA 2011 untuk Sedapur.com, juga Hibah penelitian serta kemenangan telak untuk papermu Lucy di Semarang, merupakan anugerah yang besar buat pernikahan kita. Tak terasa, sudah sampai pada akhir tahun 2011&#8230; melihat pernikahan kami, saya bersyukur akan keberadaan-mu Luciana, jangan pernah lupa akan janji kita, untuk belajar terus mencintai, supaya cinta kita tidak sama setiap harinya, selalu bertumbuh saling mengasihi&#8230; dan tiba-tiba lagu ini berdentang lagi &#8230;.</p>
<p><a href="http://soegianto.net/wp-content/uploads/2011/12/London-Eye-2011.jpg"><img class="alignleft size-large wp-image-614" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://soegianto.net/wp-content/uploads/2011/12/London-Eye-2011-321x1024.jpg" alt="" width="154" height="491" /></a>Berawal dari mata indahnya senyuman<br />
Mengapa harus resah<br />
Berawal tatap mata hangatnya sapamu<br />
Mengapa jadi gundah</p>
<p>Tak kusangka kita sama<br />
Telah menyimpan getar cinta&#8230; cinta&#8230;</p>
<p>Biar cinta gelora di dada<br />
Biar cinta memadukan kita Ouwoo Uwoo<br />
<strong>Cerita cinta pertama kurasa</strong><br />
<strong> Jangan pernah akhir cerita cinta kita</strong></p>
<p>Kini rindu yang kupunya hanya untukmu<br />
Hanya padamu<br />
Apabila kita memang mesti bersatu<br />
Mengapa harus ragu</p>
<p>Biar cinta gelora di dada<br />
Biar cinta memadukan kita Ouwoo Uwoo<br />
Cerita cinta pertama kurasa<br />
Jangan pernah akhir cerita cinta kita</p>
<p>Dunia seakan bercanda Ho o<br />
Melihat cerita kita<br />
Cinta Ouwoo</p>
<p>Biar cinta gelora di dada<br />
Biar cinta madukan kita Ouwoo Uwo<br />
Cerita cinta pertama kurasa<br />
Jangan pernah akhir cerita cinta kita..</p>
<p><object width="420" height="315"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/5BHfvmPHtuk?version=3&amp;hl=en_US"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/5BHfvmPHtuk?version=3&amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" width="420" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://soegianto.net/life/cerita-cinta/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<div class="like">
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fsoegianto.net%2Flife%2Fcerita-cinta%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:62px; "></iframe>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soegianto.net/life/cerita-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Tahun Baru 2011</title>
		<link>http://soegianto.net/life/selamat-tahun-baru-2011/</link>
		<comments>http://soegianto.net/life/selamat-tahun-baru-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2011 17:03:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soegianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[Cross Project]]></category>
		<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[sacrifice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soegianto.net/?p=517</guid>
		<description><![CDATA[Selamat Tahun Baru 2011, Sedikit telat mengucapkan karena mengakhiri tahun baru 2010 dengan banyak kejutan dan aktivitas. Mengucap syukur telah mengakhiri tahun 2010 yang dahysat dengan berbagai keputusan yang besar, mulai dari pindah pekerjaan, mengambil keputusan untuk menjadi full timer di dunia baru, sampai dengan keputusan besar untuk bersama kekasih mempersiapkan diri memasuki gerbang pernikahan! [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://soegianto.net/wp-content/uploads/2008/07/071108-0225-deusprovide4.jpg"></a><a href="http://soegianto.net/wp-content/uploads/2008/02/020408-0737-itsanotherf1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-43" title="020408-0737-itsanotherf1.jpg" src="http://soegianto.net/wp-content/uploads/2008/02/020408-0737-itsanotherf1.jpg" alt="" /></a>Selamat Tahun Baru 2011,</p>
<p>Sedikit telat mengucapkan karena mengakhiri tahun baru 2010 dengan banyak kejutan dan aktivitas. Mengucap syukur telah mengakhiri tahun 2010 yang dahysat dengan berbagai keputusan yang besar, mulai dari pindah pekerjaan, mengambil keputusan untuk menjadi full timer di dunia baru, sampai dengan keputusan besar untuk bersama kekasih mempersiapkan diri memasuki gerbang pernikahan!</p>
<p>Bersyukur untuk setiap langkah baru yang TUHAN ijinkan ada dalam kehidupan ini, 4 bulan terakhir ini merupakan bulan terhebat dalam hidup. Bertemu belahan jiwa sebagai jawaban doa, bertemu dengan rekan-rekan setim yang hebat di Sedapur! Juga bersyukur untuk  kesempatan yang diberikan untuk membagikan Visi secara marathon ke rekan-rekan lainnya! Thanks untuk tim Bagikasih, sungguh luar biasa pergerakan tahun ini, semoga visi kita bisa menjadi nyata! Bersyukur untuk kesempatan yang diberikan melayani dalam paduan suara Deo Gracias, Bersyukur untuk boleh bergabung dalam tim Forum Lilin Kecil!</p>
<p>Mengawali tahun baru ini, saya bertemu dengan Edwin dari Evolitera,  pembicaraan hari ini mengenai Visi hidup. Diingatkan melalui percakapan ini, bagaimana TUHAN memimpin bangsa Israel di padang gurun! Bagaimana TUHAN hadir melalui Tiang Api dan Tiang Awan yang memimpin bangsa Israel untuk bergerak maju ataupun berhenti. Seperti itulah pimpinan TUHAN terhadap kita, meskipun terkadang kita juga bandel seperti bangsa Israel yang selalu menggerutu mengingat &#8220;kenyamanan&#8221; semua yang ada di tanah Mesir. Dalam ketaatan-lah maka Yosua dan Kaleb diberikan kehormatan untuk memasuki tanah Kanaan, mengarungi padang gurun yang panjang untuk menemukan tanah yang kaya akan madu dan susu.</p>
<p>Saat ini, yang ada dihamparan terlihat seperti padang gurun yang menggelisahkan manakala melihat berbagai &#8220;kenyamanan&#8221; yang ada di pekerjaan dahulu. Tapi ini adalah musim baru, dimana kita harus belajar untuk berjalan dalam &#8220;ketaatan&#8221;  atas Visi yang diperoleh, berjalan di dalam iman bahwa TUHAN memimpin perjalanan ini menuju ke tanah perjanjian. Semoga melalui dua tangan, dua kaki, dan satu hati, kami dapat berjalan dengan setia dalam pimpinan TUHAN dan taat terhadap Visi ini menuju pengharapan agar dapat menjadi berkat untuk bangsa ini.</p>
<p>Sekali lagi Selamat mengawali Tahun ini dalam ketaatan terhadap Visi yang dari TUHAN! Bagaimana dengan anda? apakah Visi hidupmu?</p>
<p>Tuhan memberkati!</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://soegianto.net/life/selamat-tahun-baru-2011/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<div class="like">
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fsoegianto.net%2Flife%2Fselamat-tahun-baru-2011%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:62px; "></iframe>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soegianto.net/life/selamat-tahun-baru-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tukang Sayur si philanthropist sejati</title>
		<link>http://soegianto.net/article/tukang-sayur-si-philanthropist-sejati-2/</link>
		<comments>http://soegianto.net/article/tukang-sayur-si-philanthropist-sejati-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Dec 2010 05:43:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soegianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Photo]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[asian of the year 2010]]></category>
		<category><![CDATA[bagikasih.org]]></category>
		<category><![CDATA[chen shu-chu]]></category>
		<category><![CDATA[Damai]]></category>
		<category><![CDATA[dermawan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[reader's digest indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[taiwan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soegianto.net/article/tukang-sayur-si-philanthropist-sejati-2/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini terbangun dengan &#8220;omelan&#8221; mama,&#8221; Soegi, kamu tuh kalo ngak mau baca, yah jangan langganan terus&#8221;. Sedikit bingung karena baru bangun dengan kondisi mata sepat,&#8221; mama buku apa yah? Setau aku langganan gratis de&#8221; jawabku merujuk kepada buku our daily bread dari RBC ministry. &#8220;Lho, itu lho majalah yang kamu pesen&#8221; ujar dia gemes [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="display: block; margin-right: auto; margin-left: auto;" src="http://soegianto.net/wp-content/uploads/2010/12/wpid-12932553501242.jpg" alt="image" /></p>
<p>Hari ini terbangun dengan &#8220;omelan&#8221; mama,&#8221; Soegi, kamu tuh kalo ngak mau baca, yah jangan langganan terus&#8221;. Sedikit bingung karena baru bangun dengan kondisi mata sepat,&#8221; mama buku apa yah? Setau aku langganan gratis de&#8221; jawabku merujuk kepada buku our daily bread dari RBC ministry. &#8220;Lho, itu lho majalah yang kamu pesen&#8221; ujar dia gemes dengan pembicaraan yang ngak nyambung. Rupanya mamaku berbicara tentang majalah bulanan reader&#8217;s digest indonesia. Segera ku ambil majalah itu, dan seperti biasa diakhir tahun majalah ini menampilkan profil asian of the year dengan judul Tukang Sayur nan dermawan dan sub judul : menjadi dermawan tak perlu harus kaya.</p>
<p>Saya rasa ini adalah artikel yang baik untuk dibaca,  artikel ini bercerita tentang Chen Shu Chu, seorang tukang sayur dan seorang budhis yang taat, yang dalam kesederhanaannya telah menyumbang sejumlah lebih dari 300.000 dolar AS atau kurang lebih 2.7 milyar rupiah.</p>
<p>Hati dermawannya terbentuk karena beliau mengalami masa yang pahit pada masa kecilnya.  Dalam kemiskinan dia harus kehilangan ibunya yang meninggal saat sedang mengalami kesulitan melahirkan namun ditolak oleh RS karena tidak memiliki uang yang cukup meskipun ayahnya sudah meminta uang dari tetangganya. Chen kecilpun meninggalkan pendidikannya untuk membantu ayahnya berjualan di pasar. Ketika dia berumur 18 tahun, dia harus menyaksikan  kehilangan adiknya karena  sakit yang  berkepanjangan, meskipun sudah ada pertolongan dana dari gurunya. Kebaikan dari sekeliling dan masa kecil yang pahitlah yang membentuk hati yang dermawan.</p>
<p><strong>Bagaimana Chen bisa mengumpulkan uang yang sedemikian banyak.<span id="more-511"></span><br />
</strong></p>
<p><strong></strong>Chen membagi rahasianya:</p>
<p>Yang pertama, dia berprinsip, pakai yang anda butuhkan dan anda akan bisa menyisihkan banyak uang, beliau tidak menikah dan juga seorang vegetarian sebagai seorang penganut ajaran Buddha, setiap hari dia hanya makan bubur, atau semangkuk mie, membeli pakaian murah saat benar benar membutuhkan. Dia juga menolak tempat tidur yang nyaman dengan memilih tidur di lantai, bahkan pada musim musim dingin, dengan alasan tempat tidur yang nyaman membuat dia sering bangun kesiangan sehingga akan telat dalam membuka tokonya.</p>
<p>Yang kedua, dia mencintai pekerjaanya, dia sanggup bekerja 16 jam sehari. Bahkan beberapa kali dia menolak penghargaan karena dia takut kehilangan kesempatan untuk melayani pelanggannya. Rutinitasnya dimulai dari pukul tiga pagi, sampai pukul delapan malam. Sebagai yang pertama tiba dan yang terakhir pulang.</p>
<p>Yang ketiga, dia sangat rendah  hati, menurut dia, uang hanya berharga bagi mereka yang membutuhkan, bahkan Ang Lee, seorang  sutradara yang juga warga Taiwan mengatakan,</p>
<blockquote><p>&#8220;&#8230; dari semua yang dia berikan, talenta terbesarnya adalah memberi teladan&#8221;.</p></blockquote>
<p>Bahkan setelah dia memenangkan perhargaan dari TIME dan majalah FORBES atas kedermawanannya, yang mana keduanya terpaksa diterimanya atas desakan presiden Taiwan karena menurutnya kerendahan hati bukanlah kompetisi, Chen berkata,</p>
<blockquote><p>&#8221; Saya tidak melakukan apa-apa yang luar biasa, dan semua orang yang mau, bisa melakukannya. Ada banyak orang yang beramal hanya saja kita tidak tahu tentang mereka&#8221;</p></blockquote>
<p>Jikalau beliau yang hanya pedagang sayur bisa mewujudkan hal tersebut bagaimana dengan kita? Berkat yang ada pada kita mungkin jauh lebih besar dari beliau tapi hati dermawan beliau jauh melebihi kita, berharap akan lebih banyak pribadi seperti beliau di Indonesia. Terpikir kembali dengan proyek bagikasih.org, saya berharap melalui gerakan ini bisa menghasilkan lebih banyak lagi micro volunteer yang bisa memberikan dampak karena kita bisa menjadi<strong><span style="text-decoration: underline;"> dermawan  tanpa perlu harus kaya materi terlebih dahulu</span></strong>, tetapi hanya perlu kaya hati yang berkelimpahan kasih. Selamat hari natal bagi yang merayakan. Tuhan memberkati.</p>
<p>Sumber : kutipan dan informasi diambil dari Reader&#8217;s Digest Indonesia edisi Januari 2011.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://soegianto.net/article/tukang-sayur-si-philanthropist-sejati-2/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<div class="like">
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fsoegianto.net%2Farticle%2Ftukang-sayur-si-philanthropist-sejati-2%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:62px; "></iframe>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soegianto.net/article/tukang-sayur-si-philanthropist-sejati-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dia Datang Membawa Damai, kamu?</title>
		<link>http://soegianto.net/article/dia-datang-membawa-damai-kamu/</link>
		<comments>http://soegianto.net/article/dia-datang-membawa-damai-kamu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Dec 2010 08:04:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soegianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Christianity]]></category>
		<category><![CDATA[Church]]></category>
		<category><![CDATA[Discipleship]]></category>
		<category><![CDATA[Multimedia]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Christ]]></category>
		<category><![CDATA[christmas]]></category>
		<category><![CDATA[Damai]]></category>
		<category><![CDATA[Evil]]></category>
		<category><![CDATA[God]]></category>
		<category><![CDATA[Iblis]]></category>
		<category><![CDATA[Joy]]></category>
		<category><![CDATA[Kasiih]]></category>
		<category><![CDATA[Loneliness]]></category>
		<category><![CDATA[Lord]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Peace]]></category>
		<category><![CDATA[Sejati]]></category>
		<category><![CDATA[Sukacita]]></category>
		<category><![CDATA[TUHAN]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soegianto.net/?p=505</guid>
		<description><![CDATA[Materi ini dipersiapkan untuk perayaan Natal FIB UI 2010, Materi ini berbicara mengenai &#8220;Damai Yang Sejati&#8221;. Sebagaimana Kristus adalah pembawa Damai demikian pula setiap orang Kristen juga dituntut sebagai pembawa Damai bagi lingkungan sekelilingnya. Permasalahan adalah bagaimana kita bisa membawa Damai, jikalau damai itu tidak pernah ada dihati kita? Dan hal ini-lah yang menimbulkan pertanyaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Materi ini dipersiapkan untuk perayaan Natal FIB UI 2010, Materi ini berbicara mengenai &#8220;Damai Yang Sejati&#8221;. Sebagaimana Kristus adalah pembawa Damai demikian pula setiap orang Kristen juga dituntut sebagai pembawa Damai bagi lingkungan sekelilingnya.</p>
<p>Permasalahan adalah bagaimana kita bisa membawa Damai, jikalau damai itu tidak pernah ada dihati kita? Dan hal ini-lah yang menimbulkan pertanyaan besar, bukankah janji Allah melalui malaikat kepada umat manusia pada malam natal adalah Damai Sejahtera di bumi? Dan jikalau janjinya adalah damai, maka dimanakah damai sejati itu?</p>
<p>Kehilangan Damai sejati mengakibatkan banyak dari umat Kristen mulai meninggalkan ibadahnya, kemudian menjadi jemaat NAPAS (datang hanya pada saat Natal dan Paskah). Hal ini merupakan cerminan dari kerinduan mereka, karena kehilangan damai di hati selama bertahun-tahun, untuk mencari &#8220;damai&#8221; itu di malam natal! Tetapi seringkali kita gagal, seakan-akan kita salah mengerti akan apa itu damai yang sejati.</p>
<p>Materi ini sekali lagi ingin mengupas kebenaran tentang natal, dan bahaya si iblis dalam memanipulasi kebenaran untuk menghasilkan kedamaian yang palsu. Kedamaian sejati hanyalah melalui Kristus, tetapi tidak berhenti hanya pada keselamatan itu saja, melalui ketaatan dalam keselamatan lah maka kedamaian sejati itu akan bertumbuh didalam hati kita. Selamat melihat presentasi ini. Tuhan memberkati</p>
<div style="width: 425px;"><strong><a title="Where is the peace v01" href="http://www.slideshare.net/oegi/where-is-the-peace-v01">Where is the peace v01</a></strong><object id="__sse6266776" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="355" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=whereisthepeacev01-101220212457-phpapp01&amp;stripped_title=where-is-the-peace-v01&amp;userName=oegi" /><param name="name" value="__sse6266776" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed id="__sse6266776" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=whereisthepeacev01-101220212457-phpapp01&amp;stripped_title=where-is-the-peace-v01&amp;userName=oegi" name="__sse6266776" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></div>
<div id="__ss_6266776" style="width: 425px;">
<div style="padding: 5px 0 12px;">View more <a href="http://www.slideshare.net/">presentations</a> from <a href="http://www.slideshare.net/oegi">Widjaja Widjaja</a>.</div>
</div>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://soegianto.net/article/dia-datang-membawa-damai-kamu/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<div class="like">
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fsoegianto.net%2Farticle%2Fdia-datang-membawa-damai-kamu%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:62px; "></iframe>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soegianto.net/article/dia-datang-membawa-damai-kamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semua karena &#8220;Jemaat&#8221; kurang pintar!</title>
		<link>http://soegianto.net/christianity/church/kicauan-saya-tentang-marimembaca/</link>
		<comments>http://soegianto.net/christianity/church/kicauan-saya-tentang-marimembaca/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 06:57:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soegianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Church]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[buku rohani]]></category>
		<category><![CDATA[gereja]]></category>
		<category><![CDATA[kristen]]></category>
		<category><![CDATA[malas]]></category>
		<category><![CDATA[membaca]]></category>
		<category><![CDATA[perpustakaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soegianto.net/?p=492</guid>
		<description><![CDATA[Sedih banget saat tahu ada gereja yg sengaja menutup perpustakaannya. Padahal gedungnya megah dan memiliki banyak ruang, dikarenakan berbagai alasan sehingga diputuskan seluruh koleksinya dihibahkan kepada pihak lain. Alasan utama adalah karena tidak ada yang mau mengurus Perpustakaan itu sehingga menjadi berantakan, lagian jemaat juga tidak tertarik membaca, sehingga tidak ada yang mengunjungi perpustakaan itu. Saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div id="attachment_493" class="wp-caption alignleft" style="width: 190px"><a href="http://soegianto.net/wp-content/uploads/2010/11/prayforthenation.jpg"><img class="size-medium wp-image-493 " title="Buku sebagai penerang pikiran" src="http://soegianto.net/wp-content/uploads/2010/11/prayforthenation-300x300.jpg" alt="" width="180" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">Buku sebagai penerang pikiran</p></div>
<p>Sedih banget saat tahu ada gereja yg sengaja menutup perpustakaannya. Padahal gedungnya megah dan memiliki banyak ruang, dikarenakan berbagai alasan sehingga diputuskan seluruh koleksinya dihibahkan kepada pihak lain. Alasan utama adalah karena tidak ada yang mau mengurus Perpustakaan itu sehingga menjadi berantakan, lagian jemaat juga tidak tertarik membaca, sehingga tidak ada yang mengunjungi perpustakaan itu.</p>
<p>Saat berdiskusi lebih lanjut, sang gembala mengatakan bahwa keengganan jemaat untuk membaca karena jemaat lebih suka &#8220;nonton&#8221; daripada membaca buku rohani sehingga tidak perlulah ada perpustakaan, lagian buku-buku yang dalam dan ribet itu hanya untuk segilintir orang pinter saja yang &#8220;gemar&#8221; membaca.</p>
<p>Saat saya tahu itu alasannya, saya hanya menengok dan terdiam! Sampe bingung, apakah itu berarti bahwa gereja itu hanya utk *maaf* orang-orang bodoh yg tidak suka baca buku rohani? Yah, untuk orang *maaf lagi* bodoh, kalau kita mau nurutin retorika sang gembala. Coba simak :</p>
<p>Alasan perpustakaan ditutup = tidak ada pengurus = jemaat tidak suka membaca = membaca hanya untuk orang pinter</p>
<p>jadi kalo saya simpulkan, berarti :</p>
<p>Alasan perpusakaan ditutup =  karena <strong><span style="text-decoration: underline;">jemaat bodoh</span></strong> (jemaat tidak suka membaca karena membaca hanya untuk orang pinter).</p>
<p>Waduh? Bagaimana ini? siapa yang mau dibilang &#8220;bodoh&#8221;?<span id="more-492"></span></p>
<p>Mari kita coba pakai ilustrasi yang lain, bayangkan jikalau kita memiliki anak, dan karena anak kita  &#8221;malas&#8221; untuk membaca, maka kita sebagai orang tua berkata ya, sudah lah karena anak saya bilang dia malas maka kita kasih saja &#8220;tontonan&#8221; ringan melulu. Saat ditanya kenapa anaknya tidak bisa<strong><span style="text-decoration: underline;"> baca buku</span></strong> sendiri, lalu kita sebagai orang tua bilang oh membaca itu mah buat orang-orang pinter saja! Kok terasa &#8220;janggal&#8221; yah? Bukankah adalah tugas orangtua untuk mendidik anaknya supaya mandiri! Memotivasi mereka serta memberikan prasarana yang cukup kepada anak mereka untuk mau belajar membaca.</p>
<p>Dan juga adalah tugas gembala, majelis dan pengurus gereja untuk mendidik, memotivasi serta menyediakan Prasarana bagi  jemaat untuk bertumbuh. Salah satunya adalah melalui membaca! Mengapa membaca ? Karena membaca dapat mendorong jemaat untuk mengalami pertumbuhan rohani yang mandiri. Kita juga harus mengakui kebesaran tulisan dari orang-orang yang hidup berbeda jaman dengan kita, namun memiliki pemikiran yang tajam. Melalui tulisan Johannes Calvin, Kierkegaard, Leo Tolstoy, John Owen, Jerry Bridges, CS Lewis, Philip Yancey, dan Rick Warren, kita dapat belajar pergumulan mereka dalam mengenal TUHAN. Saya jadi teringat salah satu pengkhotbah yang mengatakan dari sekian banyak tulisan / kata yang kita baca setiap harinya, dari mulai koran, blog, tulisan di gedung-gedung, label makanan dan banyak hal lainnya. Adakah kita menyisipi dengan bacaan lain yang bermutu yang membahas secara dalam kedalaman Firman TUHAN (kalau Firman TUHAN sendiri sudah pastilah harus dibaca yah!).</p>
<p>Melalui tulisan pulalah maka jaman dibagi menjadi jaman prasejarah dan jaman sejarah, nah sekarang dengan meniadakan perpustakaan sebagai penunjang dan sarana untuk membaca buku bukankah mengembalikan kita ke jaman prasejarah. Sehingga alasan mengapa ditiadakan perpustakaan hanya karena  jemaat malas, menjadi sebuah alasan klise! Mungkin yang lebih tepat daripada menunjuk bahwa Jemaat malas membaca adalah karena <strong><span style="text-decoration: underline;">GEREJA MALAS UNTUK MENDIDIK JEMAATNYA UNTUK MEMBACA</span></strong>.  Yuks kita coba lihat perikop dibawah ini  :</p>
<p><em>Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: &#8220;Hai anak manusia, bernubuatlah melawan gembala-gembala Israel, bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, kepada gembala-gembala itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu? Kamu menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang gemuk kamu sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan. Yang lemah tidak kamu kuatkan, yang sakit tidak kamu obati, yang luka tidak kamu balut, yang tersesat tidak kamu bawa pulang, yang hilang tidak kamu cari, melainkan kamu injak-injak mereka dengan kekerasan dan kekejaman.</em></p>
<div>Yehezkiel  34:1-4 ITB</div>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Bukanlah</strong></span> tujuan saya, untuk mengutip ayat diatas dan menunjuk bahwa gereja (red. yang menutup perpustakannya) tersebut sebagai gereja yang tidak menggembalakan dombanya . Saya hanya ingin mengambil ayat ini <em>Yehezkiel 34:4, &#8220;Yang lemah tidak kamu kuatkan,&#8221; </em>Mengapa perlu agar &#8220;domba&#8221; yang lemah dikuatkan! Beberapa illustrasi yang saya dapat mengatakan, jikalau ada domba yang sedang patah tulang atau lemah maka yang gembala lakukan adalah menggendong dia dan menyuapi makanan kepada domba tersebut dengan harapan ketika domba itu kuat, maka domba tersebut <strong><span style="text-decoration: underline;">BISA MANDIRI </span></strong>untuk mencari makan sendiri! Dan salah satu penguatan itu selain Kelompok Kecil adalah melalui menggerakan jemaat untuk membaca buku bukan?</p>
<p>Dalam pembicaraan itu, seorang pembina sekolah minggu menimpali bahwa Perpustakaan Sekolah Minggu tetap ada lho. Wah, Untung Sekolah Minggu digereja tersebut tetap mempertahankan perpustakaan mereka, namun hal ini menjadi lebih ironi lagi, karena (jika mengikuti retorika sang gembala) bahwasanya anak-anak Sekolah Minggu itu jauh lebih &#8220;pintar&#8221; daripada Jemaat dewasa pada umumnya yang  &#8221;MALAS&#8221; baca buku (karena baca buku hanya untuk orang-orang pintar saja) sehingga perpustakaan mereka ditutup.</p>
<p>Akhirnya saya harus menutup kicauan saya yang meracau ini mengenai  #marimembaca, terutama saat sang gembala berkata, &#8220;wah, kalau kamu terbeban mengapa tidak kamu rintis saja disini?&#8221;. &#8220;Eh koq malah saya?&#8221; langsung saya ambil sikap mau lari langkah seribu dari sana selain karena tahu merintis itu susah juga karena memang <strong><span style="text-decoration: underline;">lebih enak </span></strong>jadi &#8220;pengkritik&#8221; daripada &#8220;pekerja&#8221;.</p>
<p>Omong-omong kalau ada suka baca buku dan ternyata juga bergereja yang sama, yuks kita diskusi mengenai tulisan ini. Siapa tahu kita bisa melakukan sesuatu yang berbeda? Secara tulisan ini cuma ditulis dari orang luar yang mulai merasa nyaman disana, dan ingin agar tempat tinggal sementara ini bisa menjadi tempat tinggal yang indah yang tidak hanya disibukkan dengan kegiatan rohani belaka tetapi disibukkan dengan kerinduan mencari pertumbuhan rohani yang mandiri dan berkesinambungan.</p>
</div>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://soegianto.net/christianity/church/kicauan-saya-tentang-marimembaca/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<div class="like">
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fsoegianto.net%2Fchristianity%2Fchurch%2Fkicauan-saya-tentang-marimembaca%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:62px; "></iframe>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soegianto.net/christianity/church/kicauan-saya-tentang-marimembaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dibalik arti sebuah nama BagiKasih.com</title>
		<link>http://soegianto.net/article/new-post/dibalik-arti-sebuah-nama-bagikasih-com/</link>
		<comments>http://soegianto.net/article/new-post/dibalik-arti-sebuah-nama-bagikasih-com/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Nov 2010 07:40:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soegianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[New Post]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[bagi]]></category>
		<category><![CDATA[bagi kasih]]></category>
		<category><![CDATA[bagikasih.com]]></category>
		<category><![CDATA[charity]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[panti anak]]></category>
		<category><![CDATA[panti asuhan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soegianto.net/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;What&#8217;s in a name? That which we call a rose by any other word would smell as sweet.&#8221; -Shakespeare&#8217;s Romeo and Juliet (II, ii, 1-2) Apalah arti sebuah nama, itu kata beberapa orang, dimana salah satu pengungkap pertama kata-kata tersebut adalah penulis kalimat diatas. Meskipun demikian kita mengenal sesuatu sebagai sesuatu karena sesuatu bukan? bingung?mari kita ambil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><img class=" " title="shakespeare - Apalah arti sebuah nama" src="http://lydblog.files.wordpress.com/2006/10/shakespeare_love_11.jpg?w=300&amp;h=297" alt="" width="240" height="238" /><p class="wp-caption-text">Shakespeare - Apalah arti sebuah nama</p></div>
<p>&#8220;<em>What&#8217;s in a <strong>name</strong>? That which we call a rose by any other word would smell as sweet.</em>&#8221;</p>
<p style="text-align: right;">-Shakespeare&#8217;s <em>Romeo and Juliet</em> (II, ii, 1-2)</p>
<p>Apalah arti sebuah nama, itu kata beberapa orang, dimana salah satu pengungkap pertama kata-kata tersebut adalah penulis kalimat diatas. Meskipun demikian kita mengenal<strong> sesuatu </strong>sebagai <strong>sesuatu</strong> karena <strong>sesuatu</strong> bukan? bingung?mari kita ambil sebuah contoh meskipun kita tahu kalimat diatas berbicara ketidakpentingan nama, tapi kita tahu nama sang penulis kalimat tersebut adalah  nama Shakespeare dan bukan unknown atau NA bukan?  dan karena nama penulis kata-kata diatas maka kita dengan mudah mengasosiasikan nama Shakespeare sebagai penulis dari Romeo dan Juliet?</p>
<p>Jadi penamaan dan nilai yang terkandung di balik sebuah nama itu menjadi penting.  Natal Project terasa begitu usang saat tahu, bahwa nama ini juga digunakan oleh Microsoft untuk proyek Kinnect XBOX. Oleh karena itulah  dirasakan penting untuk  mencari nama pengganti  bagi natal project. Saya mencari-cari apa sih kalimat yang tepat untuk memberi nama kepada Proyek ini. Beberapa kriteria saya taruh didalam penamaan Proyek ini :</p>
<ul>
<li>Namanya dalam bahasa Indonesia</li>
<li>Harus bernafaskan Inti dari Natal Project &#8211; mengenai berbagi</li>
<li>Harus bisa bergerak lintas agama dan denominasi</li>
</ul>
<p><span id="more-408"></span>Bahkan saya sempat menyelenggarakan &#8220;sayembara&#8221; di facebook, beberapa rekan mencoba memasukkan nama-nama untuk proyek baru ini diantaranya yang menjadi juara adalah &#8220;bagibagi.com&#8221;, yang diberikan oleh Kak <a title="Rikky Lin" href="http://www.facebook.com/rikky.lin">Rikky Lin</a> karena mengandung konsep kata &#8220;bagi&#8221; yang memiliki dua arti  yakni :</p>
<ol>
<li>Bagi yang berarti menebarkan, yaitu memberikan kepada orang-orang di luar kita</li>
<li>Bagi yang berarti memecah dari suatu yang utuh</li>
</ol>
<p>Namun setelah mencoba mendaftarkannya, ternyata alamat bagibagi.com sudah didaftarkan oleh orang lain. Maka setelah berembuk dengan berbagai pihak, nama yang mencuat yang dipilih untuk menggantikan Natal Project adalah BagiKasih.com.</p>
<p><strong>Mengapa BagiKasih.com?</strong></p>
<p>BagiKasih.com terdiri dari 3 kata yakni Bagi &#8211; Kasih &#8211; Com. Ketiganya mencerminkan Visi dari BagiKasih.com yakni :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><em>sebuah tempat di dunia maya yang menghubungkan netizen dalam komunitas yang bergerak  untuk membantu saudara-saudara kita yang berkekurangan.</em></p>
</blockquote>
<p>Kata <strong>Bagi </strong>dipilih karena memiliki 2 (dua) arti yakni sebagai cerminan dari Menebarkan dan yang lainnya adalah Memecah permasalahan</p>
<p>Kata <strong>Kasih</strong> dipilih karena kata ini mencerminkan motivasi dasar dari kata Berbagi yakni kasih itu sendiri</p>
<p>Kata <strong>.com</strong> dipilih karena merupakan platform dari kegiatan ini yakni menghubungkan netizen.</p>
<p>Semoga keberadaan Bagikasih.com dapat memberikan warna lain bagi dunia!</p>
<p>Nah, yang belum kita ketemu dari BagiKasih.com adalah TAG LINE atau Motto, dengan segala cerita diatas, kira-kira adakah rekan-rekan yang mau sumbang saran untuk TAG LINE kami?</p>
<p>Kata Bagi menurut KBBI:</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="5">
<tbody>
<tr>
<td valign="top"><strong>bagi</strong></td>
<td valign="top">ba.gi<br />
[p] (<strong>1) kata depan untuk menyatakan tujuan; untuk: disediakan hadiah</strong> &#8212; pemenang pertama, kedua, dan ketiga; (2) kata depan untuk menyatakan perihal; akan (hal); tentang (hal); menurut (pendapat): &#8212; saya, hal itu tidak perlu diperdebatkan lagi</p>
<p>[n] <strong>(1) pecahan dr sesuatu yg utuh; penggal; pecah; </strong>(2) Mat suatu operasi aljabar yg biasa dinyatakan dng simbol titik dua (:) atau garis bagi (-) atau garis miring (/) (a:b atau &#8212; atau a/b) msl a:b = c (a dibagi b sama dng c), berarti a = c x b</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://soegianto.net/article/new-post/dibalik-arti-sebuah-nama-bagikasih-com/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<div class="like">
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fsoegianto.net%2Farticle%2Fnew-post%2Fdibalik-arti-sebuah-nama-bagikasih-com%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:62px; "></iframe>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soegianto.net/article/new-post/dibalik-arti-sebuah-nama-bagikasih-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masih ingatkah anda dengan saya?</title>
		<link>http://soegianto.net/article/new-post/masih-ingatkah-anda-dengan-saya/</link>
		<comments>http://soegianto.net/article/new-post/masih-ingatkah-anda-dengan-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Nov 2010 05:35:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soegianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[New Post]]></category>
		<category><![CDATA[Photo]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[bagi kasih]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[kasih sayang]]></category>
		<category><![CDATA[panti anak]]></category>
		<category><![CDATA[panti asuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soegianto.net/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingatkah kunjungan anda terakhir kali ke panti asuhan ke panti asuhan? dengan segala kesibukan dan keriangannya? Mungkin kita juga mengambil banyak foto disana, tapi &#8230; Masih ingatkah anda dengan nama panti nya? Ah, atau mungkin kita masih ingat alamatnya atau pengurusnya? hmm, atau masih ingatkah dengan nama anak-anak di foto tersebut, iya anak yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih ingatkah kunjungan anda terakhir kali ke panti asuhan ke panti asuhan?</p>
<p>dengan segala kesibukan dan keriangannya?</p>
<div id="_mcePaste">
<div><a href="http://soegianto.net/wp-content/uploads/2010/11/Kunjungan-ke-Panti-Asuhan.jpg"><img class="size-full wp-image-464 aligncenter" title="Kunjungan ke Panti Asuhan" src="http://soegianto.net/wp-content/uploads/2010/11/Kunjungan-ke-Panti-Asuhan.jpg" alt="" width="430" height="323" /></a></div>
<div>Mungkin kita juga mengambil banyak foto disana, tapi &#8230;</div>
<div></div>
</div>
<div>Masih ingatkah anda dengan nama panti nya?</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Ah, atau mungkin kita masih ingat alamatnya atau pengurusnya?</div>
<div></div>
<div>hmm, atau masih ingatkah dengan nama anak-anak di foto tersebut, iya anak yang kamu peluk atau gendong itu dengan segala sukacitanya ?</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">atau jikalau saya bertanya  bagaimana yah kabar mereka sekarang?</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>kira-kira apakah jawaban teman-teman?</div>
<div></div>
<div>jikalau  hampir jawabannya 90% adalah : tidak tahu dan tidak ingat, tetapi anda sebenarnya ingin tahu dan ingin terlibat lebih dari sekadar datang, berkunjung dan lupa&#8230;. mungkin anda bisa bergabung dengan kami</div>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://soegianto.net/article/new-post/masih-ingatkah-anda-dengan-saya/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<div class="like">
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fsoegianto.net%2Farticle%2Fnew-post%2Fmasih-ingatkah-anda-dengan-saya%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:62px; "></iframe>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soegianto.net/article/new-post/masih-ingatkah-anda-dengan-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersyukurlah selalu</title>
		<link>http://soegianto.net/article/new-post/bersyukurlah-selalu/</link>
		<comments>http://soegianto.net/article/new-post/bersyukurlah-selalu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Nov 2010 04:09:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soegianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[New Post]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soegianto.net/?p=453</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Dimanapun jangan pernah lupa berdoa pada waktu engkau makan, mandi, menyetir apapun juga bersyukurlah. Tuhan mendengar&#8221;~papa,versi lain 1kor10:31 Pagi itu, tanggal 7 November 2010, papa mengingatkan aku akan versi lain dari : &#8220;Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. &#8220; 1 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Dimanapun jangan pernah lupa berdoa pada waktu engkau makan, mandi, menyetir apapun juga bersyukurlah. Tuhan mendengar&#8221;~papa,versi lain 1kor10:31</p>
<p>Pagi itu, tanggal 7 November 2010, papa mengingatkan aku akan versi lain dari :</p>
<p style="text-align: center;">&#8220;Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. &#8220; 1 Kor 10:31 ITB</p>
<p style="text-align: left;">Sebuah pesan yang lahir dari pengalaman pribadi ayah. Sejak muda, kami seringkali diceramahi (kalau tidak dimarahi) oleh papa karena kebandelan kami. Tetapi dalam ceramah-nya, papa seringkali menyelipkan cerita-cerita Alkitab, diantaranya saya masih ingat waktu kami begitu nakal, dan seharusnya dihukum karena kebandelan kami. Pada akhirnya kami harus mengakui di persidangan yang diselenggarakan oleh papa akan pelanggaran yang kami buat, tetapi papa membuat sesuatu kejutan yang melegakan, hari itu jumat Agung memperingati Kematian Yesus Kristus di salib, dan papa memakai alasan itu sebagai pengampunan akan &#8220;kejahatan&#8221; kami. &#8220;Karena hari ini kita memperingati Kristus yang sudah mati di kayu salib untuk mengampuni dosa-dosa kita, demikian pula hari ini papa mengampuni kalian yang berbuat salah&#8221;, ujar papa. Kata-kata yang begitu melekat mengenai pengampunan yang lahir dari tindakan nyata. Tidak sadar kata-kata itu meninggalkan bekas yang mendalam di hati seorang anak untuk belajar mengenai pengampunan.<span id="more-453"></span></p>
<p style="text-align: left;">Papa sendiri bukanlah sosok yang sempurna, namun menjadi sempurna karena melalui teladan beliaulah, kami disempurnakan didalam TUHAN. Suatu kali saya bercakap dengan kakak saya di Jepang, dan kami terheran-heran dengan segala ketidaksempurnaan yang ada didalam keluarga kami, tetapi TUHAN mampu membentuk kami semua menjadi pribadi yang unik dengan mimpi yang unik. Terucap satu pesan dari kakak saya bahwa dibalik semua kesuksesan yang ada, ada papa yang selalu berdoa buat kami semua.</p>
<p>Seringkali papa menceritakan kisah-kisah bagaimana dia mengarungi kehidupan di atas motor (ironisnya, beliau tidak mau kami naik motor, lebih baik kami naik kendaraan umum, bus, kereta api, taksi), dimasa-masa dia selalu berdoa sepanjang perjalanan mengendarai motor yang diklaimnya sebagai waktu pribadinya dengan TUHAN (sementara saya menghabiskan waktu saya di kendaraan dengan Ronald Tike di Jak FM 101).</p>
<p>Papa telah memberikan waktunya untuk TUHAN lebih dari orang lain yang saya pernah lihat di dunia ini, waktu-waktu doanya menjadi begitu penting, seringkali kami dimarahi karena kami tidak menghargai waktu dia berdoa. Beberapa kali papa mengungkapkan doanya kepada kami, setiap hari dia berdoa untuk kakak di Jepang yang berjuang bertahun-tahun seorang diri mengarungi kehidupan yang keras, dia berdoa untuk adik saya yang bergumul kepada TUHAN (terkadang dalam tangis dan air mata), dia berdoa untuk saya, anak yang paling dikhawatirkannya karena &#8220;ketidakmandiriannya&#8221;, dia berdoa untuk saudara-saudari saya yang lain (meskipun setiap kali bertemu selalu mengingat-ingat masa lalu yang tidak mengenakan). Terkadang dia menangis dalam doanya, meskipun seringkali dia menemukan kelegaan didalamNya.</p>
<p>Suatu kali di masa yang paling sulit dalam kehidupan keluarga ini, pada waktu ekonomi begitu carut marut, dan keluarga diambang perpecahan. Papa menuliskan suatu kata yang akan saya ingat seumur hidup saya, &#8220;Saya bukanlah hamba Uang, saya adalah hamba TUHAN&#8221;. Suatu kata yang entah bagaimana melekat di hati saya, saya sudah melihat kejayaan dan kehancuran yang melibatkan uang, namun di sisi yang lain saya melihat seorang hamba TUHAN yang berjuang dalam hidupnya untuk taat.</p>
<p>Dan hari itu saya belajar satu hal lagi, untuk mensyukuri apapun yang dihadapi, melihat papa yang mengalami begitu banyak turbulansi dalam kehidupannya. Saya menyakini kata-kata itu lahir dari pengalaman pribadi papa, suatu masa yang cukup panjang yang teruji didalam kehidupannya bersama TUHAN.</p>
<p>Sekali lagi, untuk menutup artikel ini. Papa sendiri bukanlah sosok yang sempurna, namun menjadi sempurna karena melalui teladan beliaulah, kami disempurnakan didalam TUHAN.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://soegianto.net/article/new-post/bersyukurlah-selalu/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<div class="like">
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fsoegianto.net%2Farticle%2Fnew-post%2Fbersyukurlah-selalu%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:62px; "></iframe>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soegianto.net/article/new-post/bersyukurlah-selalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Kami, sebuah refleksi dalam kata</title>
		<link>http://soegianto.net/article/new-post/tentang-kami-sebuah-refleksi-dalam-kata/</link>
		<comments>http://soegianto.net/article/new-post/tentang-kami-sebuah-refleksi-dalam-kata/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Nov 2010 10:05:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soegianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[New Post]]></category>
		<category><![CDATA[Poems]]></category>
		<category><![CDATA[Romance]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[tentang kami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soegianto.net/article/new-post/tentang-kami-sebuah-refleksi-dalam-kata/</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah puisi yang dituliskan oleh kekasih, kepada kekasih dan untuk yang terkasih. Puisi cinta yang menceritakan 2 pribadi yang berbeda dalam keragaman, dibutuhkan keberanian untuk berjalan dalam perbedaan dan kebesaran hati untuk menerima perbedaan Sebuah puisi yang lahir dari pemikiran yang mendalam, yang ingin dibagikan sebagai pembelajaran untuk setiap pribadi mengenai RELASI&#8230; Sebut saja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://soegianto.net/wp-content/uploads/2010/11/give-u.jpg"><img class="alignnone size-full" src="http://soegianto.net/wp-content/uploads/2010/11/give-u.jpg" alt="" title="tentang kami" width="200" height="200" /></a></p>
<p>Ini adalah puisi yang dituliskan oleh kekasih, kepada kekasih dan untuk yang terkasih. Puisi cinta yang menceritakan 2 pribadi yang berbeda dalam keragaman, dibutuhkan keberanian untuk berjalan dalam perbedaan dan kebesaran hati untuk menerima perbedaan </p>
<p>Sebuah puisi yang lahir dari pemikiran yang mendalam, yang ingin dibagikan sebagai pembelajaran untuk setiap pribadi mengenai RELASI&#8230; Sebut saja judulnya<br />
<b><br />
Tentang kami<br />
</b><em><br />
&#8220;Kami adalah 2 dunia yg berbeda..&#8221;<br />
Berjalan kaki &#038; berkendara,<br />
tinggi &#038; tidak tinggi,<br />
putih &#038; kurang putih,<br />
teratur dan kurang teratur</p>
<p>Seandainya 2 dunia itu bersatu ..<br />
Kami bisa saling melemahkan, atau menguatkan.<br />
Memutihkan atau menggelapkan.<br />
Mempertinggi atau mengurangi ..</p>
<p>Apa yang kami pilih?? Kami pilih yang terbaik.<br />
Kami pilih proses, jalannya pasti tidak mulus ..<br />
Kami pilih saling menyehatkan jiwa.</p>
<p>Naif ..<br />
Dan berpengalaman,<br />
cuma cara pandang ..<br />
Sisanya tergantung tindakan.<br />
Yg naif bisa berpengalaman,<br />
yg berpengalaman bisa jadi : bodoh ..</p>
<p>Intinya .. Percaya.<br />
Percaya bahwa kami berbeda.<br />
Percaya bahwa kami saling cinta dan tidak akan saling mengkhianati.<br />
Percaya proses ..</p>
<p>Menghargai perbedaan &#038; setiap mimpi. </p>
<p>Tidak menggembargemborkan kelemahan ..</p>
<p>Berkompromi .. Menetapkan langkah .. Hati .. Pikiran .. </p>
<p>Untuk kami .. </em></p>
<p>Ditulis oleh : Lucy Tju</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://soegianto.net/article/new-post/tentang-kami-sebuah-refleksi-dalam-kata/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<div class="like">
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fsoegianto.net%2Farticle%2Fnew-post%2Ftentang-kami-sebuah-refleksi-dalam-kata%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:62px; "></iframe>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soegianto.net/article/new-post/tentang-kami-sebuah-refleksi-dalam-kata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peace In Our Time</title>
		<link>http://soegianto.net/article/new-post/peace-in-our-time/</link>
		<comments>http://soegianto.net/article/new-post/peace-in-our-time/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Nov 2010 14:29:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soegianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Church]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Post]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[choir]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[Song]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soegianto.net/article/new-post/peace-in-our-time/</guid>
		<description><![CDATA[A hymn written in 1970 by Betty Jo Corum. It&#8217;s a hymn, yet a prayer, a poems, a solitude of heart that pray for nations. Let&#8217;s pray also for Indonesia, here is the Lyric “Peace in our time, O Lord; for this we pray: May every nation know peace as the way; May no more sons be killed in battle’s fray, May each one know the truth of peace your way. Peace in our heart, O Lord; for this I pray: May I know calm- ness now in every way; Help me to trust in you each urgent day, that I may be assured of peace your peace in my way.” “Praise Him with the sound of the TRUMPET.” Share on Facebook]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A hymn written in 1970 by Betty Jo Corum.</p>
<p>It&#8217;s a hymn, yet a prayer, a poems, a solitude of heart that pray for nations. </p>
<p>Let&#8217;s pray also for Indonesia, here is the Lyric</p>
<p>“Peace in our time, O Lord; for this we pray: May every nation</p>
<p>know peace as the way; May no more sons be killed in battle’s</p>
<p>fray, May each one know the truth of peace your way.</p>
<p>Peace in our heart, O Lord; for this I pray: May I know calm-</p>
<p>ness now in every way; Help me to trust in you each urgent day,</p>
<p>that I may be assured of peace your peace in my way.”</p>
<p>“Praise Him with the sound of the TRUMPET.”</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://soegianto.net/article/new-post/peace-in-our-time/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>
<div class="like">
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fsoegianto.net%2Farticle%2Fnew-post%2Fpeace-in-our-time%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:62px; "></iframe>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soegianto.net/article/new-post/peace-in-our-time/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Served from: soegianto.net @ 2012-02-07 21:02:15 -->
