Manifesto Politik
Dear all,
Sekali lagi bukan untuk kampanye .. tapi toh ini bukan di mimbar gereja.. saya sebagai umat Kristen mendorong agar kita (dalam hal ini umat kristiani) harus lebih berpartisipasi aktif dalam menentukan arah bangsa ini ke depan… tentunya dengan memberikan yang terbaik yang ada pada kita… salah satunya jika kita tidak/belum memiliki apa-apa untuk bangsa ini setidaknya kita dapat dengan bijak menggunakan hak pilih kita…
Demokrasi akan menjadi democrazy saat 1000 orang yang tidak tahu politik memilih orang yang tidak “benar”, sementara 1 orang yang benar hanya terdiam diri di dalam gedung bangunan “agama” untuk kalangan sendiri tanpa memberikan dampak bagi bangsa ini… arah bangsa ini ditentukan orang yang “buta”, “tuli” dan “bodoh” seperti halnya saya…
Untuk itu tidak ada salahnya kita meluangkan waktu sebentar untuk membuka mata (dengan membaca misalnya) dan berdoa bagi bangsa, seperti yang dilakukan Nehemia. Saya tegaskan untuk melihat dahulu baru berdoa, supaya kita tahu apa yang kita doakan, tidak hanya asal bergumam di gereja ketika doa-doa syafaat yang panjang dikumandangkan. Dia (Nehemia) memulai dengan mencari tahu mengenai kotanya (Yerusalem, Kota Damai) yang hancur luluh lantak oleh bangsa-bangsa disekitarnya, kemudian terjatuh, menangis, berdoa puasa bagi bangsanya… Setidaknya Nehemia tahu apa yang didoakan dan masuk dalam titik “kritis” dalam kehidupannya…
Kata bang Yohanes Surya mengenai Semesta Mendukung (Mestakung)… seperti halnya air mengalami titik BEKU menjadi Es demikian pulan Air mengalami titik DIDIH menjadi Uap… maka menurut saya demikian pulalah perjalanan bangsa kita… Pemilu telah menjadi titik KRITIS bagi setiap bangsa dalam mencari wujudnya ke depan…
Mari kita berpikir lebih jernih, dan mari kita melihat lebih ke depan… mudah memang untuk pesimis, tapi jangan pernah menyerah… Read more »


