My Name is Soegianto

Christianity

…seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia…

by on Feb.04, 2009, under Article, Christianity, Church, Life, News, Sharing, Thoughts

Sebuah kiriman email dari seorang rekan… pertama kali membaca saya hampir tidak percaya (well, memang pada dasarnya kurang beriman kali) terhadap pelayanan yang diberikan oleh mbak Dhayu… benar-benar excellent dan mencerminkan sikap yang luar biasa… pantas dia disanjung-sanjung dalam email ini karena dia berjiwa sebagai seorang pelayan yang melayani dengan sepenuh hati…

Jadi teringat sebuah ayat

“Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. ”
(Col 3:22-24 ITB)

Bayangkan ketika kita melayani TUHAN dengan hati yang sungguh dengan iman yang sungguh… Pasti TUHAN juga tidak segan-segan memuji kita, seperti pujian Kristus kepada seorang kepala prajurit..

….Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!”
(Luk 7:6-9 ITB)

Hati terenyuh, kala memandang kegagalan-kegagalan dalam pelayanan saat seringkali bekerja bukan seperti untuk TUHAN.

Semoga artikel dibawah ini tentang mbak Dhayu bisa jadi sumber inspirasi kita

———————————

Dear All,

klo kirim email tuh kayak gini, jangan Cuma yang complain aja tapi yang bagus juga di milis in biar semua orang tau masih banyak orang yang tulus J

Semoga hal ini bisa menginspirasi semuanya J

Ini Namanya Pelay ana n Luarrrrrr Biasa!!!!!
Kalo lo mau beli sepatu di toko, dan sepatu yang lo pilih nggak tersedia ukurannya, apa yang biasanya dilakukan penjaga tokonya?
Kalo dia sekedar bilang, “Maaf, ukurannya nggak ada” mungkin lo akan maklum.

Kalo dia bilang “Maaf, ukurannya nggak ada. Berminat dengan model yang ini, barangkali?” lo mungkin akan sedikit terkesan dengan upaya si penjaga toko untuk membantu.

Tapi yang gue dan Ida alami kemarin bener-bener jauh melebihi ekspektasi kami atas pelay ana n toko sepatu m ana pun yang pernah kami kunjungi.
Ceritanya, kemarin gue dan Ida jalan-jalan ke Grand Indonesia, refreshing dikit mumpung kerjaan lagi libur. Niat awalnya sih cuma mau cuci

mata, tapi akhirnya jadi ngiler waktu liat tulisan “discount” tergantung-gantung di toko Planet Sports. Ida lantas inget pernah ngincer
sepatu merk Skechers beberapa waktu yang lalu.

Kamipun mampir. Pilih punya pilih, Ida akhirnya naksir sepasang sepatu tipe casual, dan minta dibawain nomor 37 kepada Mbak Pramuniaga. Si Mbak Pramuniaga yang belakangan kami tau bernama Mbak Dhayu kemudian membawakan – bukan cuma satu – tapi 3 (tiga) kotak sepatu bernomor 37 berlainan model. Maksudnya, biar pembeli bisa lebih leluasa milih sepatu yang dirasa paling cocok.
Di sini Ida udah mulai terkesan dengan semangat proaktif Mbak Dhayu. (continue reading…)

2 Comments :, , , , , , , , more...

Tentang Atheis

by on Dec.22, 2008, under Article, Christianity, Life

Di abad kesembilanbelas, ateis terkemuka, Charles Bradlaugh, menantang seorang Kristen berdebat dengannya mengenai keabsahan apa yang dinyatakan Ajaran Kristen. Umat Kristen tersebut, Hugh Price Hughes, penarik jiwa yang aktif yang bekerja di antara orang miskin di bilangan kumuh London . Hughes memberitahu Bradlaugh ia akan setuju berdebat dengan satu syarat.

Hughes berkata, “Saya mengusulkan kepada Anda bahwa kita masing-masing membawa bukti konkrit dari keabsahan keyakinan kita dalam bentuk laki-laki dan perempuan yang ditebus dari kehidupan dosa dan aib karena pengaruh ajaran kita. Saya akan membawa 100 orang laki-laki dan perempuan demikian, dan saya menantang Anda melakukan hal yang sama.”

Hughes kemudian berkata bahwa jika Bradlaugh tidak bisa membawa 100, maka ia bisa membawa 50; jika ia tidak bisa membawa 50, maka ia bisa membawa 20. Ia akhirnya mengurangi jumlah itu menjadi satu orang. Bradlaugh hanya perlu menemukan satu orang saja yang kehidupannya diperbaiki ateisme dan Hughes –yang akan membawa 100 orang yang diperbaiki Kristus- akan setuju berdebat dengannya. Bradlaugh mengundurkan diri! ……….

4 Comments :, , , , more...

Perjalanan kami, 22 November 2008

by on Nov.23, 2008, under Cross Project, News, Photo, Sunset, Video

From Drop Box

Ini adalah cerita bergambar dari perjalanan kami, menembus reruntuhan jalan kaca menuju sungai tiram untuk menghantarkan berkat “sederhana” yang telah saudara berikan kepada mereka melalui pembelian Gantungan Kunci Salib. Keuntungan dari penjualan tersebut kami belikan susu. Hari ini kami mendistribusikan 50 kotak susu. Lumayan pegel karena jalur yang cukup jauh yang harus kami lewati, tapi kami memperoleh kesempatan untuk menangkap pemandangan di sekitar area tempat kami melayani dulu (jalan kaca) yang sudah tergusur.

Leave a Comment more...

Taman Bacaan Anak – Sebuah Mimpi

by on Nov.15, 2008, under Christianity

Dear friends,

Jumat siang ini, dalam kesendirian.. saya memikirkan beberapa hal… boleh dibilang bahwa saya sedang melamun… atau apalah disebut mimpi siang bolong… yang jelas siang ini saya mensyukuri banyak hal, salah satunya adalah rekan-rekan yang selama ini berada disisi berjuang baik secara langsung atau tidak langsung untuk memuliakan TUHAN melalui apa yang TUHAN berikan kepada kita… secara khusus adalah di Cross Project Ministry…

Namun diantara lamunan saya, saya terpikirkan mimpi-mimpi yang lain… salah satunya yang terpikir adalah tentang Perpustakaan Umum, sebuah taman bacaan anak yang bisa diakses oleh siapa saja. Semuanya berawal dari cerita tentang Nur (bagi teman-teman GKY Sunter pasti sudah kenal denga dia)(hmm… ayo Von, publish tulisanmu)…, dia adalah seorang pembantu rumah tangga yang diajak mengenal TUHAN oleh ibu Ruth. Walaupun hanya pembantu rumah tangga, namun kami tahu bahwa dia memiliki kelebihan-kelebihan yang bahkan kita belum tentu punya. Yaitu Sikap Kritis dia, dari awal dia mengenal Kristus, kesaksian-kesaksian dia di Komisi Pemuda (kayaknya hanya dia yg berani bersaksi di komisi pemuda dengan segitu lantangnya menyuarakan “kekecewaannya” terhadap struktur sosial di RT sunter) dan pertobatannya…. sungguh luar biasa, terakhir kita mendengar dia rindu pelayanan misi dan sekarang sudah menyelesaikan pendidikan misi dan ditempatkan di daerah yogya. Dimana salah satu pelayanannya adalah membuka Taman Bacaan Anak yang menjadi berkat di daerah sana….
(continue reading…)

7 Comments :, more...

Wa Habibi, Good Friday Hymn sung by Fairouz

by on Nov.07, 2008, under Christianity, Music, Poems

This is one of two official Catholic hymns adopted from the 20th century. This new Good Friday hymn is sung by the Lebanese singer Fairuz. I have set this song to the Fourteen Stations of the Cross.

Arabic Lyrics:
وا حبيبي وا حبيبي أي حال أنت فيه
من رآك فشجاك أنت أنت المفتدي
يا حبيبي أي ذنب حمل العدل بنيه
فأزادوك جراحاً ليس فيها من شفاء
حين في البستان ليلاً سجد الفادي الإلة
كانت الدنيا تصلي للذي أغنى الصلاة
شجر الزيتون يبكي و تناديه الشفاء
يا حبيبي كيف تمضي أترى ضاع الوفاء

English Translation:
My Love, My Love
What has befallen you?
Who saw you and grieved for you,
You who are righteous?
My Love, what is the sin of our times and our children?
These wounds have no cure.

4 Comments :, , , , , , , , , , , , , , , , more...

Kemiskinan dan Agama

by on Nov.06, 2008, under Christianity, New Post, Sharing

“Menurut Din, ada satu pandangan menarik dari pangeran yang bergelar Prince of Wales itu. “Pangeran Charles menegaskan bahwa nilai-nilai kebijaksanaan tradisional (traditional wisdom) agama-agama di dunia dapat membantu mengatasi musuh bersama dunia, seperti kemiskinan dan
keterbelakangan,” ujar Din.”

Source : http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/01/1803027/pangeran.charles..agama.dapat.atasi.kemiskinan

Baru-baru ini membaca artikel yang mengemukakan pendapat pangeran Charles dalam kunjungannya ke Indonesia. Mungkinkah ke agama dapat mengatasi kemiskinan? Menurut saya sangatlah mungkin. Saya ada di pihak pangeran Charles, dan untuk itu kami mencoba berjuang melalui Cross Project Ministry untuk mewujudkan hal tersebut.

Berikut ini saya mendapat sebuah forwardan… lalu coba di check kebenarannya pada paman Google, semoga dapat terus menginspirasikan kita sebagai Kristen yang berkarya dan bukan menjadi seorang Kristen yang selalu menyalahkan dunia! Seakan-akan TUHAN tidak bekerja di dunia ini, satu-satunya alasan kita tidak melihat perubahan adalah karena kita tidak mau mendengar perintah Dia dan bukan karena DIA tidak bekerja…. dan perintahnya adalah :

Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

(Mat 25:44-45) (continue reading…)

Leave a Comment :, , , , , , , , , , , , more...

Fairouz the Jewel of Arab

by on Nov.01, 2008, under Christianity, Music, Poems

Entirely dressed in black, Fairouz, the legendary Lebanese singer, kneels with great humility before the altar and the crucifix upon which our Lord Jesus Christ was nailed and unleashes her impeccable voice as she sings in exaltation: “Today, He was hung on a piece of wood, The Man who hung the world above water…. We kneel before your Passion o’ Christ….We kneel before your Passion o’ Christ.” The year was 1965, and the place, a church in Beirut, Lebanon.

Comments Off :, , , , , , , , more...

Mengapa begini TUHAN?

by on Oct.29, 2008, under Christianity, Doctrine

Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati. Siapa yang menakar air laut dengan lekuk tangannya dan mengukur langit dengan jengkal, menyukat debu tanah dengan takaran, menimbang gunung-gunung dengan dacing, atau bukit-bukit dengan neraca? Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat? Kepada siapa TUHAN meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar TUHAN untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian? Sesungguhnya, bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca. Sesungguhnya, pulau-pulau tidak lebih dari abu halus beratnya. Libanon tidak mencukupi bagi kayu api dan margasatwanya tidak mencukupi bagi korban bakaran. Segala bangsa seperti tidak ada di hadapan-Nya mereka dianggap-Nya hampa dan sia-sia saja. Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Allah, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia? Patungkah? Tukang besi menuangnya, dan pandai emas melapisinya dengan emas, membuat rantai-rantai perak untuknya. Orang yang mendirikan arca, memilih kayu yang tidak lekas busuk, mencari tukang yang ahli untuk menegakkan patung yang tidak lekas goyang. Tidakkah kamu tahu? Tidakkah kamu dengar? Tidakkah diberitahukan kepadamu dari mulanya? Tidakkah kamu mengerti dari sejak dasar bumi diletakkan? Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman! Dia yang membuat pembesar-pembesar menjadi tidak ada dan yang menjadikan hakim-hakim dunia sia-sia saja! Baru saja mereka ditanam, baru saja mereka ditaburkan, baru saja cangkok mereka berakar di dalam tanah, sudah juga Ia meniup kepada mereka, sehingga mereka kering dan diterbangkan oleh badai seperti jerami. Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus. Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satupun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat. Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: “Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?” Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

(Isa 40:10-31)

 

Janji yang terakhir yang aku pegang… TUHAN… ajar aku untuk menanti-natikan TUHAN!

Leave a Comment more...

Quotes of the days!

by on Oct.01, 2008, under Christianity, Discipleship, Thoughts

Dari seorang temans, dan sebuah pertanyaan, apakah aku sudah menjadi seorang murid Kristus, seorang Kristen.

 A Christian is one that believes things his reason cannot comprehend, and hopes for things which neither he nor any man alive ever saw.  He believes Three to be One and One to be Three; a Father not to be older than His Son, and the Son to be equal with His Father.  He believes himself to be precious in God’s sight, and yet loathes himself in his own.  He dares not justify himself even in those things wherein he can find no fault with himself, and yet believes that God accepts him in those services wherein he is able to find many faults.  He is so ashamed that he dares not open his mouth before the Lord, yet comes with boldness to God, and asks him anything he needs.  He hath within him both flesh and spirit, and yet he is not doubleminded; he is often led captive by the law of sin, yet in never gets dominion over him.  He cannot sin, yet can do nothing without sin.  He is so humble as to acknowledge himself to deserve nothing but evil, and yet he believes that God means him all good.

 
 

Frances Bacon 

Leave a Comment more...


Adiwara

Archives