Church
Penguasaan lidah
by soegianto on Mar.28, 2011, under Christianity, Church

Catatan khotbah 27 mar 2011
Yak 3:2, menguasai lidah berarti menguasai diri!
Amsal 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
Speaking is related to spiritual eternity.
How to build a positive speaks
1. Excellent property vocabulary
Kolose 3:16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.
Lihat perkataan apa yg kita taruh dlm hati kita
Markus 15:20-23
Check your vocabulary word
Animal, Boast, Curse, Desperate, Empty, F**k, Gossips, Harsh
Hindari kata kata di atas. Karena setiap perkataan kita didengar dan diingat orang lain.
Check motivation to speak
Jika motivasi tidak bener maka ada baiknya untuk tidak bicara.
2. Speak at proper time
Amsal 25:11 Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.
Cocok sekali waktu penyampaian. Disini kontrol diri menjadi penting.
Efesus 4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
Perhatikan kata dimana perlu! Tidak semua bisa dikatakan langsung. Harus dikatakan tepat pd waktunya
3. Timeless aim
1 Tesalonika 2:13 Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi–dan memang sungguh-sungguh demikian–sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.
Berbicaralah ttg firman TUHAN yg tidak pernah lekang oleh waktu pada saat mendidik anak. Semua harus ada dasarnya di firman TUHAN yg hidup.
Orang tidak menjadi kristen. Bukan krn mendengar good news dr gereja tetapi mendengar bad news dari gereja
- Stephen Tong
Dia Datang Membawa Damai, kamu?
by soegianto on Dec.23, 2010, under Article, Christianity, Church, Discipleship, Multimedia, Sharing, Thoughts, Video
Materi ini dipersiapkan untuk perayaan Natal FIB UI 2010, Materi ini berbicara mengenai “Damai Yang Sejati”. Sebagaimana Kristus adalah pembawa Damai demikian pula setiap orang Kristen juga dituntut sebagai pembawa Damai bagi lingkungan sekelilingnya.
Permasalahan adalah bagaimana kita bisa membawa Damai, jikalau damai itu tidak pernah ada dihati kita? Dan hal ini-lah yang menimbulkan pertanyaan besar, bukankah janji Allah melalui malaikat kepada umat manusia pada malam natal adalah Damai Sejahtera di bumi? Dan jikalau janjinya adalah damai, maka dimanakah damai sejati itu?
Kehilangan Damai sejati mengakibatkan banyak dari umat Kristen mulai meninggalkan ibadahnya, kemudian menjadi jemaat NAPAS (datang hanya pada saat Natal dan Paskah). Hal ini merupakan cerminan dari kerinduan mereka, karena kehilangan damai di hati selama bertahun-tahun, untuk mencari “damai” itu di malam natal! Tetapi seringkali kita gagal, seakan-akan kita salah mengerti akan apa itu damai yang sejati.
Materi ini sekali lagi ingin mengupas kebenaran tentang natal, dan bahaya si iblis dalam memanipulasi kebenaran untuk menghasilkan kedamaian yang palsu. Kedamaian sejati hanyalah melalui Kristus, tetapi tidak berhenti hanya pada keselamatan itu saja, melalui ketaatan dalam keselamatan lah maka kedamaian sejati itu akan bertumbuh didalam hati kita. Selamat melihat presentasi ini. Tuhan memberkati
Semua karena “Jemaat” kurang pintar!
by soegianto on Nov.29, 2010, under Church, Sharing, Thoughts
Sedih banget saat tahu ada gereja yg sengaja menutup perpustakaannya. Padahal gedungnya megah dan memiliki banyak ruang, dikarenakan berbagai alasan sehingga diputuskan seluruh koleksinya dihibahkan kepada pihak lain. Alasan utama adalah karena tidak ada yang mau mengurus Perpustakaan itu sehingga menjadi berantakan, lagian jemaat juga tidak tertarik membaca, sehingga tidak ada yang mengunjungi perpustakaan itu.
Saat berdiskusi lebih lanjut, sang gembala mengatakan bahwa keengganan jemaat untuk membaca karena jemaat lebih suka “nonton” daripada membaca buku rohani sehingga tidak perlulah ada perpustakaan, lagian buku-buku yang dalam dan ribet itu hanya untuk segilintir orang pinter saja yang “gemar” membaca.
Saat saya tahu itu alasannya, saya hanya menengok dan terdiam! Sampe bingung, apakah itu berarti bahwa gereja itu hanya utk *maaf* orang-orang bodoh yg tidak suka baca buku rohani? Yah, untuk orang *maaf lagi* bodoh, kalau kita mau nurutin retorika sang gembala. Coba simak :
Alasan perpustakaan ditutup = tidak ada pengurus = jemaat tidak suka membaca = membaca hanya untuk orang pinter
jadi kalo saya simpulkan, berarti :
Alasan perpusakaan ditutup = karena jemaat bodoh (jemaat tidak suka membaca karena membaca hanya untuk orang pinter).
Waduh? Bagaimana ini? siapa yang mau dibilang “bodoh”? (continue reading…)
Peace In Our Time
by soegianto on Nov.05, 2010, under Church, Music, New Post, Sharing, Thoughts
A hymn written in 1970 by Betty Jo Corum.
It’s a hymn, yet a prayer, a poems, a solitude of heart that pray for nations.
Let’s pray also for Indonesia, here is the Lyric
“Peace in our time, O Lord; for this we pray: May every nation
know peace as the way; May no more sons be killed in battle’s
fray, May each one know the truth of peace your way.
Peace in our heart, O Lord; for this I pray: May I know calm-
ness now in every way; Help me to trust in you each urgent day,
that I may be assured of peace your peace in my way.”
“Praise Him with the sound of the TRUMPET.”
Sometimes we don’t understand…
by soegianto on Jun.16, 2010, under Article, Christianity, Church, Life
Looking at the picture, it is enough to explain… have a look… (Well I still don’t understand honestly!)

Mengukur Batas Toleransi di Indonesia
by soegianto on May.12, 2010, under Christianity, Church, News, Thoughts, Video
Berita ini diambil dari Al Jazeera :
Serangan kekerasan terhadap orang Kristen di Indonesia telah memaksa ditutupnya 20 gereja dalam beberapa bulan terakhir, pengujian keseimbangan keagamaan yang rapuh di negara yang mayoritas Islam.
Pemerintah menyangkal insiden adalah tanda intoleransi keagamaan yang sedang tumbuh, namun menyalahkan kondisi geopolitik dan pemilihan daerah.
Al Jazeera’s Step Vaessen melaporkan dari Jawa Barat.
Greatest love?
by soegianto on Nov.03, 2009, under Article, Christianity, Church, Doctrine, Life, Photo, Sharing, Thoughts


Greatest Love… it might be, but the greatest love of all is when God given his one and only son, to save me… , it’s hard to understand by non Christian, but the story might given you an inspiration and more understanding about why Christmas is important for us, not because of that consumerism culture from the west but because He love me, so He come to die, come to save the unworthy, sinful, lost person like me… it is the greatest love of all….
this what Jesus,some known him as Isa Al Masih, said “This is my commandment: that you love one another as I have loved you. No one shows greater love than when he lays down his life for his friends. You are my friends if you do what I command you.
(Joh 15:12-14 ISV)
The Father loves the Son and has put everything in his hands. The one who believes in the Son has eternal life, but the one who disobeys the Son will not see life.
(Joh 3:36)
For God so loved the world that He gave His only-begotten Son, that whoever believes in Him should not perish but have everlasting life.
(Joh 3:16 MKJV)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
You love me, when I was so unlovely,
You sought me, when I was lost,
You show me, how much You really love me,…
When you bought me with a highest cost,
Chorus:
There’s no greater love than this,
There’s no greater love than this,
That a man would give His life for a friend
There’s no highest sacrifice
That a man would give His life …
You have paid a precious price for me
You love me, when I was so unworthy,
You cleansed me with Your own blood,
You clothed me with righteousness and mercy,
And you crowned me with Your steadfast love
GKY Sunter – 16 Agustus 2009
by soegianto on Aug.17, 2009, under Article, Church
Kebaktian umum 1. 16 agustus 2009
GI.Daniel Agus
1yoh2:16-17,yoh13:34-35. kejatuhan manusia merupakan pemberontakan yg mengarah kepada perbudakan yang lain,buka kemerdekaan.
yoh3:36. dalam Kristus ada kebebasan sejati. apakah aku sudah benar2 merdeka didalam TUHAN?
1yoh2:16,
1. keinginan daging
2. keinginan mata
3. keangkuhan hidup
dunia ini akan lenyap dgn keinginannya.
bandingkan tujuan hidup orang Kristen:
1. fil3:10. paulus ingin mengenal Kristus memiliki arti lebih dari sekadar tahu.
2. kis, melakukan kehendak Tuhan
Mar7:21, yg melakukan kehendak Bapa masuk ke kerajaan Surga
Mat12:50;menjadi saudara Kristus
Ef1:5,menjadi anak2 Allah
great commendement
1. perintah baru-reformed fulfillment
2. sama seperti aku-sikap tjd diri sendiri
3. semua orang tahu-dampak thd orang lain
great commission :
1. pergilah
2. jadikanlah
3. baptislah
4. ajarlah
5. ketahuilah
The Hole in Our Church
by soegianto on Mar.20, 2009, under Article, Books, Christianity, Church, Doctrine, Video
Nice book to read, a forward from my friends. You can get the info about the writer below. Please take a look and read the article. Really give an inspiration and self-answered for the question which part of our Gospel is having the hole? Have a read! and May Gbu.
Prologue
But the angel said to them, “Do not be afraid. I bring you
good news of great joy that will be for all the people.”
—L U K E 2 : 1 0
Rakai, Uganda, August 1998
His name was Richard, the same as mine. I sat inside his meager thatch hut, listening to his story, told through the tears of an orphan whose parents had died of AIDS. At thirteen, Richard was trying to raise his two younger brothers by himself in this small shack with no running water, electricity, or even beds to sleep in. There were no adults in their lives—no one to care for them, feed them, love them, or teach them how to become men. There was no one to hug them either, or to tuck them in at night. Other than his siblings, Richard was alone, as no child should be. I try to picture my own children abandoned in this kind of deprivation, fending for themselves without parents to protect them, and I cannot.
I didn’t want to be there. I wasn’t supposed to be there, so far out of my comfort zone—not in that place where orphaned children live by themselves in their agony. There, poverty, disease, and squalor had eyes and faces that stared back, and I had to see and smell and touch the pain of the poor. That particular district, Rakai, is believed to be ground zero for the Ugandan AIDS pandemic. (continue reading…)
…seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia…
by soegianto on Feb.04, 2009, under Article, Christianity, Church, Life, News, Sharing, Thoughts
Sebuah kiriman email dari seorang rekan… pertama kali membaca saya hampir tidak percaya (well, memang pada dasarnya kurang beriman kali) terhadap pelayanan yang diberikan oleh mbak Dhayu… benar-benar excellent dan mencerminkan sikap yang luar biasa… pantas dia disanjung-sanjung dalam email ini karena dia berjiwa sebagai seorang pelayan yang melayani dengan sepenuh hati…
Jadi teringat sebuah ayat
“Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. ”
(Col 3:22-24 ITB)
Bayangkan ketika kita melayani TUHAN dengan hati yang sungguh dengan iman yang sungguh… Pasti TUHAN juga tidak segan-segan memuji kita, seperti pujian Kristus kepada seorang kepala prajurit..
….Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!”
(Luk 7:6-9 ITB)
Hati terenyuh, kala memandang kegagalan-kegagalan dalam pelayanan saat seringkali bekerja bukan seperti untuk TUHAN.
Semoga artikel dibawah ini tentang mbak Dhayu bisa jadi sumber inspirasi kita
———————————
Dear All,
klo kirim email tuh kayak gini, jangan Cuma yang complain aja tapi yang bagus juga di milis in biar semua orang tau masih banyak orang yang tulus J
Semoga hal ini bisa menginspirasi semuanya J
Ini Namanya Pelay ana n Luarrrrrr Biasa!!!!!
Kalo lo mau beli sepatu di toko, dan sepatu yang lo pilih nggak tersedia ukurannya, apa yang biasanya dilakukan penjaga tokonya?
Kalo dia sekedar bilang, “Maaf, ukurannya nggak ada” mungkin lo akan maklum.
Kalo dia bilang “Maaf, ukurannya nggak ada. Berminat dengan model yang ini, barangkali?” lo mungkin akan sedikit terkesan dengan upaya si penjaga toko untuk membantu.
Tapi yang gue dan Ida alami kemarin bener-bener jauh melebihi ekspektasi kami atas pelay ana n toko sepatu m ana pun yang pernah kami kunjungi.
Ceritanya, kemarin gue dan Ida jalan-jalan ke Grand Indonesia, refreshing dikit mumpung kerjaan lagi libur. Niat awalnya sih cuma mau cuci
mata, tapi akhirnya jadi ngiler waktu liat tulisan “discount” tergantung-gantung di toko Planet Sports. Ida lantas inget pernah ngincer
sepatu merk Skechers beberapa waktu yang lalu.
Kamipun mampir. Pilih punya pilih, Ida akhirnya naksir sepasang sepatu tipe casual, dan minta dibawain nomor 37 kepada Mbak Pramuniaga. Si Mbak Pramuniaga yang belakangan kami tau bernama Mbak Dhayu kemudian membawakan – bukan cuma satu – tapi 3 (tiga) kotak sepatu bernomor 37 berlainan model. Maksudnya, biar pembeli bisa lebih leluasa milih sepatu yang dirasa paling cocok. Di sini Ida udah mulai terkesan dengan semangat proaktif Mbak Dhayu. (continue reading…)


