Author Archive
I was keeping HIM outside!
by soegianto on Feb.09, 2011, under Article, Christianity, Discipleship
John Stott, the writer of Basic Christianity” and is an English Christian leader and Anglican clergyman who is noted as a leader of the worldwide evangelical movemen, retell his conversion while at Rugby School in 1938 after heard Rev. Eric Nash on a sermon entitled to “What Then Shall I Do with Jesus, Who Is Called the Christ? ” :
“Here, then, is the crucial question which we have been leading up to. Have we ever opened our door to Christ? Have we ever invited him in? This was exactly the question which I needed to have put to me. For, intellectually speaking, I had believed in Jesus all my life, on the other side of the door. I had regularly struggled to say my prayers through the key-hole. I had even pushed pennies under the door in a vain attempt to pacify him. I had been baptized, yes and confirmed as well. I went to church, read my Bible, had high ideals, and tried to be good and do good. But all the time, often without realising it, I was holding Christ at arm’s length, and keeping him outside. I knew that to open the door might have momentous consequences. I am profoundly grateful to him for enabling me to open the door. Looking back now over more than fifty years, I realise that that simple step has changed the entire direction, course and quality of my life.”
source : http://en.wikipedia.org/wiki/John_Stott
So let’s us take time to meditate on this question where do we put Christ in our life? Have we let Him step in and change our life direction entirely?

more about John Stott you can read here http://www.johnstottmemorial.org/
Selamat Tahun Baru 2011
by soegianto on Jan.03, 2011, under Life, Sharing, Thoughts
Sedikit telat mengucapkan karena mengakhiri tahun baru 2010 dengan banyak kejutan dan aktivitas. Mengucap syukur telah mengakhiri tahun 2010 yang dahysat dengan berbagai keputusan yang besar, mulai dari pindah pekerjaan, mengambil keputusan untuk menjadi full timer di dunia baru, sampai dengan keputusan besar untuk bersama kekasih mempersiapkan diri memasuki gerbang pernikahan!
Bersyukur untuk setiap langkah baru yang TUHAN ijinkan ada dalam kehidupan ini, 4 bulan terakhir ini merupakan bulan terhebat dalam hidup. Bertemu belahan jiwa sebagai jawaban doa, bertemu dengan rekan-rekan setim yang hebat di Sedapur! Juga bersyukur untuk kesempatan yang diberikan untuk membagikan Visi secara marathon ke rekan-rekan lainnya! Thanks untuk tim Bagikasih, sungguh luar biasa pergerakan tahun ini, semoga visi kita bisa menjadi nyata! Bersyukur untuk kesempatan yang diberikan melayani dalam paduan suara Deo Gracias, Bersyukur untuk boleh bergabung dalam tim Forum Lilin Kecil!
Mengawali tahun baru ini, saya bertemu dengan Edwin dari Evolitera, pembicaraan hari ini mengenai Visi hidup. Diingatkan melalui percakapan ini, bagaimana TUHAN memimpin bangsa Israel di padang gurun! Bagaimana TUHAN hadir melalui Tiang Api dan Tiang Awan yang memimpin bangsa Israel untuk bergerak maju ataupun berhenti. Seperti itulah pimpinan TUHAN terhadap kita, meskipun terkadang kita juga bandel seperti bangsa Israel yang selalu menggerutu mengingat “kenyamanan” semua yang ada di tanah Mesir. Dalam ketaatan-lah maka Yosua dan Kaleb diberikan kehormatan untuk memasuki tanah Kanaan, mengarungi padang gurun yang panjang untuk menemukan tanah yang kaya akan madu dan susu.
Saat ini, yang ada dihamparan terlihat seperti padang gurun yang menggelisahkan manakala melihat berbagai “kenyamanan” yang ada di pekerjaan dahulu. Tapi ini adalah musim baru, dimana kita harus belajar untuk berjalan dalam “ketaatan” atas Visi yang diperoleh, berjalan di dalam iman bahwa TUHAN memimpin perjalanan ini menuju ke tanah perjanjian. Semoga melalui dua tangan, dua kaki, dan satu hati, kami dapat berjalan dengan setia dalam pimpinan TUHAN dan taat terhadap Visi ini menuju pengharapan agar dapat menjadi berkat untuk bangsa ini.
Sekali lagi Selamat mengawali Tahun ini dalam ketaatan terhadap Visi yang dari TUHAN! Bagaimana dengan anda? apakah Visi hidupmu?
Tuhan memberkati!
Tukang Sayur si philanthropist sejati
by soegianto on Dec.25, 2010, under Article, Life, News, Photo, Thoughts

Hari ini terbangun dengan “omelan” mama,” Soegi, kamu tuh kalo ngak mau baca, yah jangan langganan terus”. Sedikit bingung karena baru bangun dengan kondisi mata sepat,” mama buku apa yah? Setau aku langganan gratis de” jawabku merujuk kepada buku our daily bread dari RBC ministry. “Lho, itu lho majalah yang kamu pesen” ujar dia gemes dengan pembicaraan yang ngak nyambung. Rupanya mamaku berbicara tentang majalah bulanan reader’s digest indonesia. Segera ku ambil majalah itu, dan seperti biasa diakhir tahun majalah ini menampilkan profil asian of the year dengan judul Tukang Sayur nan dermawan dan sub judul : menjadi dermawan tak perlu harus kaya.
Saya rasa ini adalah artikel yang baik untuk dibaca, artikel ini bercerita tentang Chen Shu Chu, seorang tukang sayur dan seorang budhis yang taat, yang dalam kesederhanaannya telah menyumbang sejumlah lebih dari 300.000 dolar AS atau kurang lebih 2.7 milyar rupiah.
Hati dermawannya terbentuk karena beliau mengalami masa yang pahit pada masa kecilnya. Dalam kemiskinan dia harus kehilangan ibunya yang meninggal saat sedang mengalami kesulitan melahirkan namun ditolak oleh RS karena tidak memiliki uang yang cukup meskipun ayahnya sudah meminta uang dari tetangganya. Chen kecilpun meninggalkan pendidikannya untuk membantu ayahnya berjualan di pasar. Ketika dia berumur 18 tahun, dia harus menyaksikan kehilangan adiknya karena sakit yang berkepanjangan, meskipun sudah ada pertolongan dana dari gurunya. Kebaikan dari sekeliling dan masa kecil yang pahitlah yang membentuk hati yang dermawan.
Bagaimana Chen bisa mengumpulkan uang yang sedemikian banyak. (continue reading…)
Dia Datang Membawa Damai, kamu?
by soegianto on Dec.23, 2010, under Article, Christianity, Church, Discipleship, Multimedia, Sharing, Thoughts, Video
Materi ini dipersiapkan untuk perayaan Natal FIB UI 2010, Materi ini berbicara mengenai “Damai Yang Sejati”. Sebagaimana Kristus adalah pembawa Damai demikian pula setiap orang Kristen juga dituntut sebagai pembawa Damai bagi lingkungan sekelilingnya.
Permasalahan adalah bagaimana kita bisa membawa Damai, jikalau damai itu tidak pernah ada dihati kita? Dan hal ini-lah yang menimbulkan pertanyaan besar, bukankah janji Allah melalui malaikat kepada umat manusia pada malam natal adalah Damai Sejahtera di bumi? Dan jikalau janjinya adalah damai, maka dimanakah damai sejati itu?
Kehilangan Damai sejati mengakibatkan banyak dari umat Kristen mulai meninggalkan ibadahnya, kemudian menjadi jemaat NAPAS (datang hanya pada saat Natal dan Paskah). Hal ini merupakan cerminan dari kerinduan mereka, karena kehilangan damai di hati selama bertahun-tahun, untuk mencari “damai” itu di malam natal! Tetapi seringkali kita gagal, seakan-akan kita salah mengerti akan apa itu damai yang sejati.
Materi ini sekali lagi ingin mengupas kebenaran tentang natal, dan bahaya si iblis dalam memanipulasi kebenaran untuk menghasilkan kedamaian yang palsu. Kedamaian sejati hanyalah melalui Kristus, tetapi tidak berhenti hanya pada keselamatan itu saja, melalui ketaatan dalam keselamatan lah maka kedamaian sejati itu akan bertumbuh didalam hati kita. Selamat melihat presentasi ini. Tuhan memberkati
Semua karena “Jemaat” kurang pintar!
by soegianto on Nov.29, 2010, under Church, Sharing, Thoughts
Sedih banget saat tahu ada gereja yg sengaja menutup perpustakaannya. Padahal gedungnya megah dan memiliki banyak ruang, dikarenakan berbagai alasan sehingga diputuskan seluruh koleksinya dihibahkan kepada pihak lain. Alasan utama adalah karena tidak ada yang mau mengurus Perpustakaan itu sehingga menjadi berantakan, lagian jemaat juga tidak tertarik membaca, sehingga tidak ada yang mengunjungi perpustakaan itu.
Saat berdiskusi lebih lanjut, sang gembala mengatakan bahwa keengganan jemaat untuk membaca karena jemaat lebih suka “nonton” daripada membaca buku rohani sehingga tidak perlulah ada perpustakaan, lagian buku-buku yang dalam dan ribet itu hanya untuk segilintir orang pinter saja yang “gemar” membaca.
Saat saya tahu itu alasannya, saya hanya menengok dan terdiam! Sampe bingung, apakah itu berarti bahwa gereja itu hanya utk *maaf* orang-orang bodoh yg tidak suka baca buku rohani? Yah, untuk orang *maaf lagi* bodoh, kalau kita mau nurutin retorika sang gembala. Coba simak :
Alasan perpustakaan ditutup = tidak ada pengurus = jemaat tidak suka membaca = membaca hanya untuk orang pinter
jadi kalo saya simpulkan, berarti :
Alasan perpusakaan ditutup = karena jemaat bodoh (jemaat tidak suka membaca karena membaca hanya untuk orang pinter).
Waduh? Bagaimana ini? siapa yang mau dibilang “bodoh”? (continue reading…)
Help us! Please…
by soegianto on Nov.26, 2010, under New Post
Dibalik arti sebuah nama BagiKasih.com
by soegianto on Nov.18, 2010, under Article, Life, New Post, News, Sharing, Thoughts

Shakespeare - Apalah arti sebuah nama
“What’s in a name? That which we call a rose by any other word would smell as sweet.”
-Shakespeare’s Romeo and Juliet (II, ii, 1-2)
Apalah arti sebuah nama, itu kata beberapa orang, dimana salah satu pengungkap pertama kata-kata tersebut adalah penulis kalimat diatas. Meskipun demikian kita mengenal sesuatu sebagai sesuatu karena sesuatu bukan? bingung?mari kita ambil sebuah contoh meskipun kita tahu kalimat diatas berbicara ketidakpentingan nama, tapi kita tahu nama sang penulis kalimat tersebut adalah nama Shakespeare dan bukan unknown atau NA bukan? dan karena nama penulis kata-kata diatas maka kita dengan mudah mengasosiasikan nama Shakespeare sebagai penulis dari Romeo dan Juliet?
Jadi penamaan dan nilai yang terkandung di balik sebuah nama itu menjadi penting. Natal Project terasa begitu usang saat tahu, bahwa nama ini juga digunakan oleh Microsoft untuk proyek Kinnect XBOX. Oleh karena itulah dirasakan penting untuk mencari nama pengganti bagi natal project. Saya mencari-cari apa sih kalimat yang tepat untuk memberi nama kepada Proyek ini. Beberapa kriteria saya taruh didalam penamaan Proyek ini :
- Namanya dalam bahasa Indonesia
- Harus bernafaskan Inti dari Natal Project – mengenai berbagi
- Harus bisa bergerak lintas agama dan denominasi
Pertemuan dengan Tim Bagi Kasih
by soegianto on Nov.18, 2010, under Article, News
Setelah melalui berbagai tahapan sharing, maka terbentuklah beberapa orang yang bersedia untuk bergabung dalam proyek “sukarela” Bagi Kasih. Pada hari raya Idul Adha kemarin, kami bertemu di Grand Indonesia, Food Lover lantai 3, dengan mengakuisi sebagian dari meja makan disana *sempat dipelototin ma manager Food Lover*
Dalam pertemuan ini turut hadir juga bapak Onza Simangunsong dari Jaringanpantianak.net. Bapak Onza Simangunsong dengan gamblang menceritakan kerinduan hati dan buah karya pemikiran dia selama dia aktif di Jaringan Panti Anak (JPA).
Beberapa fakta yang diajukan oleh beliau mendorong kami untuk lebih serius lagi mengerjakan platform BagiKasih.com untuk merubah gaya hidup orang banyak untuk lebih dekat lagi dengan kegiatan “charity”. Salah satu fakta yang “menampar” adalah pembiayaan seorang anak di Panti Asuhan per bulan adalah sebesar 150 Ribu/hari atau kalo di kurs dengan mata uang “starbuck”, biaya tersebut senilai kurang lebih 3x Kopi di Starbuck. WoW! Padahal kalau kita mau melihat-nya dengan kacamata sorgawi, uang sebesar itu lebih pantas disebut sebagai “investasi” dibandingkan dengan “biaya”. Karena harga akuisisi tersebut bernilai kekal.
Selain itu beliau juga memaparkan kondisi bencana alam yang menerpa di Mentawai, yang mengakibatkan banyak anak yang menjadi “yatim piatu”, sementara kondisi panti asuhan di Jakarta sudah mulai full, dan panti asuhan yang masih tersedia mengalami kesulitan pembiayaan.
Jaringan Panti Anak sendiri memiliki kriteria ketat terhadap setiap Panti Asuhan yang akan bergabung dengan mereka, diantaranya adalah mau tergabung dalam program-program kreatif yang JPA sediaan, mau mendorong akuntabilitas pelaporan keuangan dari masing-masing panti tersebut. (continue reading…)
Masih ingatkah anda dengan saya?
by soegianto on Nov.13, 2010, under Article, New Post, Photo, Thoughts
Masih ingatkah kunjungan anda terakhir kali ke panti asuhan ke panti asuhan?
dengan segala kesibukan dan keriangannya?
Bersyukurlah selalu
by soegianto on Nov.13, 2010, under Family, Life, New Post, Sharing, Thoughts
“Dimanapun jangan pernah lupa berdoa pada waktu engkau makan, mandi, menyetir apapun juga bersyukurlah. Tuhan mendengar”~papa,versi lain 1kor10:31
Pagi itu, tanggal 7 November 2010, papa mengingatkan aku akan versi lain dari :
“Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. “ 1 Kor 10:31 ITB
Sebuah pesan yang lahir dari pengalaman pribadi ayah. Sejak muda, kami seringkali diceramahi (kalau tidak dimarahi) oleh papa karena kebandelan kami. Tetapi dalam ceramah-nya, papa seringkali menyelipkan cerita-cerita Alkitab, diantaranya saya masih ingat waktu kami begitu nakal, dan seharusnya dihukum karena kebandelan kami. Pada akhirnya kami harus mengakui di persidangan yang diselenggarakan oleh papa akan pelanggaran yang kami buat, tetapi papa membuat sesuatu kejutan yang melegakan, hari itu jumat Agung memperingati Kematian Yesus Kristus di salib, dan papa memakai alasan itu sebagai pengampunan akan “kejahatan” kami. “Karena hari ini kita memperingati Kristus yang sudah mati di kayu salib untuk mengampuni dosa-dosa kita, demikian pula hari ini papa mengampuni kalian yang berbuat salah”, ujar papa. Kata-kata yang begitu melekat mengenai pengampunan yang lahir dari tindakan nyata. Tidak sadar kata-kata itu meninggalkan bekas yang mendalam di hati seorang anak untuk belajar mengenai pengampunan. (continue reading…)







