Tentang Atheis
by soegianto on Dec.22, 2008, under Article, Christianity, Life
Di abad kesembilanbelas, ateis terkemuka, Charles Bradlaugh, menantang seorang Kristen berdebat dengannya mengenai keabsahan apa yang dinyatakan Ajaran Kristen. Umat Kristen tersebut, Hugh Price Hughes, penarik jiwa yang aktif yang bekerja di antara orang miskin di bilangan kumuh London . Hughes memberitahu Bradlaugh ia akan setuju berdebat dengan satu syarat.
Hughes berkata, “Saya mengusulkan kepada Anda bahwa kita masing-masing membawa bukti konkrit dari keabsahan keyakinan kita dalam bentuk laki-laki dan perempuan yang ditebus dari kehidupan dosa dan aib karena pengaruh ajaran kita. Saya akan membawa 100 orang laki-laki dan perempuan demikian, dan saya menantang Anda melakukan hal yang sama.”
Hughes kemudian berkata bahwa jika Bradlaugh tidak bisa membawa 100, maka ia bisa membawa 50; jika ia tidak bisa membawa 50, maka ia bisa membawa 20. Ia akhirnya mengurangi jumlah itu menjadi satu orang. Bradlaugh hanya perlu menemukan satu orang saja yang kehidupannya diperbaiki ateisme dan Hughes –yang akan membawa 100 orang yang diperbaiki Kristus- akan setuju berdebat dengannya. Bradlaugh mengundurkan diri! ……….




November 17th, 2010 on 1:52 pm
yesus itu pernah koit di kayu salib. artinya tuhan juga pernah KO total dengan manusia. jika tuhan pernah mati, maka dimana kekuasaan tuhan saat itu? Please jangan lebay…islam jelas agama yang benar…
November 17th, 2010 on 1:56 pm
Percayalah jika terjadi dialog antara kristen dan atheis, maka yag KO justru kristen..lah konsep agamanya aja membingungkan. Tuhan Kok Mati? Yesus ( tuhan ) kok dibaktis oleh yohanes yang berlevel manusia ?
Aneh…
November 21st, 2010 on 5:07 am
jangan lupa Ronald, Tuhan yang “secara” tidak langsung kauakui itu juga bangkit, disitulah kekuasaanNya nyata. Lebih lagi kematiannya diperlukan untuk menanggung dosa manusia. Dunia melakukan kurban sebagai perlambangan Darah pengorbanan yang tercurah, tetapi darah kurban terlalu murah untuk jalan ke surga. Kecuali korban yang suci dan tak berdosa, untuk itulah Kristus Yesus harus mati sebagai pengganti manusia yang berdosa.
Kiranya cukup menjelaskan
, bagi saya Kristus lebih dari sekadar batasan agama. mungkin Ronald juga bisa belajar tentang Kristus versi Qur’an
, disana ada juga koq
November 21st, 2010 on 5:10 am
Kelahiran, Baptisan dan Kematian, adalah fase yang ditunjukkan Kristus untuk menunjukkan kemanusiaannya. Keselamatan, Kebangkitan, dan Penghakiman (seperti yang juga diakui oleh Qur’an) adalah fase yang ditunjukkan Kristus untuk menunjukkan keilahianNya. Debat antara Atheis dengan agama manapun, bukanlah menunjukkan kemenangan/kekalahan… saya rasa ini adalah bukti pencarian manusia akan TUHAN.
Jadi ibarat kata penelitian, untuk statistik ada yang namanya H0 dan H1, Atheis mencari dari negasi, dan kami mencari dari H0.