Kemiskinan dan Agama
by soegianto on Nov.06, 2008, under Christianity, New Post, Sharing
“Menurut Din, ada satu pandangan menarik dari pangeran yang bergelar Prince of Wales itu. “Pangeran Charles menegaskan bahwa nilai-nilai kebijaksanaan tradisional (traditional wisdom) agama-agama di dunia dapat membantu mengatasi musuh bersama dunia, seperti kemiskinan dan
keterbelakangan,” ujar Din.”
Source : http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/01/1803027/pangeran.charles..agama.dapat.atasi.kemiskinan
Baru-baru ini membaca artikel yang mengemukakan pendapat pangeran Charles dalam kunjungannya ke Indonesia. Mungkinkah ke agama dapat mengatasi kemiskinan? Menurut saya sangatlah mungkin. Saya ada di pihak pangeran Charles, dan untuk itu kami mencoba berjuang melalui Cross Project Ministry untuk mewujudkan hal tersebut.
Berikut ini saya mendapat sebuah forwardan… lalu coba di check kebenarannya pada paman Google, semoga dapat terus menginspirasikan kita sebagai Kristen yang berkarya dan bukan menjadi seorang Kristen yang selalu menyalahkan dunia! Seakan-akan TUHAN tidak bekerja di dunia ini, satu-satunya alasan kita tidak melihat perubahan adalah karena kita tidak mau mendengar perintah Dia dan bukan karena DIA tidak bekerja…. dan perintahnya adalah :
Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
(Mat 25:44-45)
Di Paris ada sebuah sejarah menarik mengenai seseorang bernama Pierre.Pierre adalah seorang anggota parlemen Paris.Menyadari banyak yg hidup dalam kemiskinan .Pierre mengumpulkan para gelandangan di Parris, membentuk kelompok2 yg bertugas mengumpulkan botol2 bekas dari seluruh penjuru Paris,mengajak mereka membangun sebuah gudang.Ia mengajari mereka mendaur ulang botol2 bekas dan dalam waktu yg singkat.Ia berhasil membuat organisasi Emmaus.Organisasi usaha yang memperkerjakan para gelandangan.Karena jasa nya,saat itu jumlah kemiskinan menurun drastis. Kita dapat melayani dimanapun kita berada dalam berbagai hal.(Markus 10 : 45) GBU
Mari lihat artikelnya dari wikipedia!
Tentang Pierre
L’Abbé Pierre (born Henri Antoine Grouès; 5 August 1912–22 January 2007) was a French Catholic priest, member of the Resistance during the World War II, and deputy of the Popular Republican Movement (MRP). He founded in 1949 the Emmaus movement, which has the goal of helping poor and homeless people and refugees. Abbé means abbot in French, and is also used as a courtesy title given to Catholic priests. He was one of the most popular figures in France, but had his name removed from such polls after some time.[1]
Emmaus
Emmaus (Emmaüs in French) was started in 1949. Its name is a reference to a village in Palestine appearing in the Gospel of Luke, where two disciples extended hospitality to Jesus just after his resurrection without recognizing him. In that way, Emmaus’s mission is to help poor and homeless people. It is a secular organization.
In 1950 was created the first community of Emmaus companions in Neuilly-Plaisance close to Paris in France.
The Emmaus community raises funds for the construction of housing by selling used goods. However, there were initial difficulties raising funds, so in 1952, Abbé Pierre decided to be a contestant on the Radio Luxembourg game show “Quitte ou double” (Double or Nothing) for the prize money; he ended up winning 256,000 francs.
Source : Wikipedia.org



