My Name is Soegianto

…cerita dibalik Tumpukan Alkitab

by on Apr.16, 2009, under Article, Life, Thoughts

man-reading-bible

Pernah menyadari ada berapa Alkitab yang anda punyai di rumah? Saya coba menghitung :

1. Alkitab Bahasa Indonesia di mobil dalam cover coklat, pemberian dari seorang rekan dan teman-temanya

2. Alkitab Bahasa Indonesia, kondisi robek-robek, tapi tiap pagi dipake untuk SATE (kalo kaga salah ngelihat kondisi yang begitu rusak di gereja, terus dibawa kerumah

3. Alkitab Bahasa Inggris sehari-hari (CEV), pemberian dari seorang sahabat.

4. Alkitab bahasa Inggris NIV Study Bible

5. Alkitab yang digunakan oleh Ayah saya

6. Alkitab yang digunakan oleh Ibu saya

7. Alkitab Gideon Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang

Sebuah kisah dari mailing list PESTA memberikan inspirasi bahwa Firman TUHAN sanggup merubah orang dan saat yang bersamaan juga mampu mengeraskan hati orang.

Menyadari melalui renungan yang dibagikan bahwa yang dikehendaki TUHAN adalah “Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.”
(Hos 6:6 ITB)

Pertanyaan setelah anda menghitung berapa Alkitab yang anda punya dan membaca artikel ini, Apakah dengan segitu banyak Alkitab kita sudah menjadi berkat buat orang lain?

Selamat membaca :

Andrea Wolfe, staf di kantor CoMission di Raleigh, North Carolina menceritakan kisah berikut:

Di tahun 1930-an Stalin memerintahkan agar kekristenan disapu bersih: baik Alkitab maupun para pengikutnya. Di Stavropol, Rusia, perintah ini dijalankan dengan penuh kebencian. Ribuan Alkitab disita, dan banyak orang percaya diangkut ke gulag-gulag—kamp-kamp penjara Rusia—di sana kebanyakan dari mereka akhirnya mati, dengan status sebagai “musuh negara”.

Suatu kali CoMission mengutus sebuah tim ke Stavropol. Sejarah kota itu tidak diketahui pada waktu itu. Tetapi ketika tim tersebut mengalami kesulitan dalam mengirimkan Alkitab dari Moskow, seseorang memberi tahu keberadaan sebuah gudang di luar kota di mana Alkitab-Alkitab sitaan ini masih tersimpan.

Tim tersebut berdoa dengan sungguh-sungguh, lalu salah seorang memberanikan diri untuk pergi ke gudang tersebut dan menanyakan petugas di sana apakah Alkitab-Alkitab masih ada di situ. Dan ternyata memang masih ada. Lalu misionaris itu bertanya apakah Alkitab-Alkitab itu dapat dikeluarkan untuk dibagikan lagi kepada orang-orang di Stavropol. Jawabannya sungguh mengejutkan: “Ya!”

Hari berikutnya tim CoMission kembali dengan sebuah truk dan beberapa orang Rusia untuk membantu mengangkut Alkitab dari gudang itu. Salah seorang yang ikut membantu adalah seorang anak muda—skeptis, mahasiswa yang membenci kekristenan, yang datang membantu hanya demi upah. Ketika semuanya sedang bekerja mengangkut Alkitab, salah seorang dari tim menyadari bahwa anak muda itu telah menghilang dari situ. Akhirnya mereka menemukannya di sudut gudang, sedang menangis.

Ceritanya, waktu itu ia bermaksud mengambil sebuah Alkitab untuk dirinya. Tetapi tanpa ia sadari, sebenarnya ia sedang dikejar oleh “Pemburu dari Surga”. Apa yang ia temukan sungguh mengguncangkannya sampai ke lubuk hati.

Di halaman dalam dari Alkitab yang ia ambil itu, tertulis sebuah tanda tangan neneknya sendiri. Dari ribuan Alkitab yang ada di gudang, ternyata ia mencuri satu yang merupakan kepunyaan neneknya—wanita yang sepanjang hidupnya mengalami aniaya karena imannya.

Tidak heran ia menangis. Dengan kuasa-Nya namun juga dengan kelemahlembutan-Nya, Allah telah membuat diri-Nya dikenal oleh anak muda ini. Peristiwa itu menjadi peristiwa pertemuannya dengan Tuhan semesta alam. “Pemburu dari Surga” yang terus mengikuti jejaknya sampai ke gudang itu! Ingatlah akan perkataan Yeremia: “Sekiranya ada seseorang menyembunyikan diri dalam tempat persembunyian, masakan Aku tidak melihat dia? demikianlah firman TUHAN. Tidakkah Aku memenuhi langit dan bumi? demikianlah firman TUHAN” (Yeremia 23:24).

“Pemburu dari Surga” dan Anda

Yesus adalah sungguh-sungguh mahahadir, dan maha-melihat, “Pemburu dari Surga” yang maha-melihat. Ia dapat menelusuri jejak Anda di mana pun Anda bersembunyi! Dan apabila Ia sedang mengejar, maka Ia akan mengarahkan segenap hati-Nya dengan kecemburuan yang sedemikian kuat dan fokus yang tak terpecah kepada pengejaran itu—suatu kecemburuan yang pada dasarnya membawa-Nya secara langsung kepada salib Romawi yang hina dina itu!

Ia memilih untuk meninggalkan kemegahan istana emas di surga dan sukacita yang tak terukur di dalam hadirat Bapa, dan bersedia turun ke dalam perkampungan di dunia ini—suatu lingkungan dosa dan Setan—untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang (Lukas 19:10). Melalui ganasnya penderitaan yang Ia alami, yang berpuncak pada kematian-Nya yang tulus itu, Ia menjamin suatu kemenangan yang mengejutkan atas kekuatan-kekuatan musuh yang berbaris dalam peperangan melawan-Nya (dan melawan kita). Setelah mendapatkan kemenangan sekali untuk seterusnya bagi umat-Nya, dan setelah bangkit kepada suatu kehidupan yang tidak dapat dihancurkan lagi, Ia kembali ke surga dan Bapa-Nya, di mana Ia melanjutkan untuk mencari dan menyelamatkan mereka yang terhilang (Ibrani 7:25). Anak muda Rusia itu pasti tahu apa artinya itu. Begitu pula neneknya. Bagaimana dengan Anda?

Anda lihat, Yesus terus mengejar umat-Nya melalui pesan salib. Pesan salib itu berkumandang mengatasi ribuan suara dan kegaduhan dalam budaya kita, merebut perhatian kita dengan memperlihatkan kedalaman ego kita dan permusuhan kita dari Allah. Jika Yesus Kristus adalah Allah Mahakuasa yang berinkarnasi, dan kematian-Nya diperlukan untuk mengakhiri pemberontakan saya, maka saya kira saya tahu kalkulasi Tuhan akan keberdosaan saya. “Aku, manusia celaka!” kata rasul Paulus (Roma 7:24). Namun kabar baiknya adalah—bagi siapapun yang mengasihi-Nya—bahwa semua kecemaran kita telah ditanggung oleh Kristus, Ia menanggung semua kesalahan dan polusi dosa, kematian dan rasa malu kita

Jadi, pesan salib bukan hanya mengajarkan saya mengenai konsekuensi yang mengerikan akan pemberontakan saya, melainkan juga dengan setia menanamkan pengetahuan yang tak ternilai akan kasih Allah yang telah menang—kasih yang mengubahkan “seorang pemberontak” menjadi “seorang yang diperdamaikan” dan yang kekuatannya hanya dapat dibandingkan dengan seekor anjing pemburu yang sedang dalam pengejaran.

Bak sebuah petunjuk utama menuju tempat kediaman Allah, salib menunjukkan kepada Anda dan saya jalan pulang ke dalam tangan Bapa kita. Salib tidak memisahkan kita dari-Nya, sebaliknya, salib membawa kita dengan penuh keyakinan ke dalam hadirat-Nya. Sungguh, jika Ia telah rela menderita sedemikian bagi kita, pasti Ia sangat, sangat mengasihi kita.

Pendeknya, salib meredakan hati saya yang gelisah dan kacau, dan seumpama seorang pelayan pesta yang melihat saya tidak berpakaian layak, tetapi yang tidak henti-hentinya memohon kepada saya untuk masuk ke rumah Allah di mana pesta tidak pernah berakhir. Melalui salib, Allah sendiri telah menyediakan pakaian yang layak untuk perayaan itu! Ia memanggil sahabat kita, anak muda Rusia ini, dan sekarang Ia memanggil Anda pula. Maukah Anda masuk?

Judul Asli: Hound of Heaven
Oleh: Greg Herrick Ph.D.

:, , , , , , , ,

2 Comments for this entry

  • Thalia

    Alow..
    I see you have japanese bible..
    where did you get it? because I really need it now. Thanks

    please inform me :hey_thaya@hotmail.com

  • soegianto

    Hi Thalia, I got it from Japan… a new testament Japanese bible, actually you can have it by download e-sword and download japananese bible… if you really need just inform me your address, if you are in jakarta, it will make me easier to send it to you :)

Leave a Reply

Adiwara

Archives