Banjir dalam Jangkauan Kamera
by soegianto on Feb.04, 2008, under Article, News, Photo, Thoughts
Keduanya saling bersimbiosis, antara banjir mobil dan banjir air, masing-masing tidak mau kalah bersaing, yang satu dan lainnya terkait saat pembangunan melupakan alam, maka alampun tidak kompromi dengan pembangunan, saat keduanya bertemu dalam kekacauan yang terjadi adalah banjir air mata…
“Menatap dengan sendu terhadap genangan air yang menghalangi jalan pulang”
“Diantara 2 Lautan… Air dan Mobil”
“oh BCA.. oh BCA, jaringanmu hilang tertelan air, pada saat yang sama ribuan pelangganmu kesulitan untuk memperoleh uang kas yang tersimpan dalam lambungmu..”
“Kali Sunter yang Mengganas, mencoba mengikis jalanan ibukota”
“Jalan Berputar yang Mengular Menuju Pintu Keluar dari Sangkar Ular…”




February 5th, 2008 on 3:31 pm
halo soegi…
sedih ya ngeliat genangan airnya, rasanya jadi helpless…
hr ini airnya masih tinggi? rumah loe aman?
salam dari jauh.
mei
February 5th, 2008 on 5:04 pm
hai melani!!
, iya sedih melihat air yang meninggi, Puji TUHAN, rumah daku masih aman … tapi memang lagi-lagi tidak nembus kantor, untung tidak separah tahun lalu, saat ini semua sudah kembali normal, cuma masih dag-dig-dug… maklum musim hujan!
thanks 4 visiting!!!
February 8th, 2008 on 4:23 pm
Mas Oegi…terimakasih udah berbagi gambar…
Siapa…eh ga jadi,…APA ya yang salah dari banjir beberapa tahun ini?
February 11th, 2008 on 11:20 am
Hi Mas Kandar… Thanks juga untuk visit… Yang salah dari banjir tahun ini apa yah>?< mungkin masing-masing dari kita yah.. kita kan bagian dari ekosistem yang sudah rusak ini… ^_^, curah hujan memang lebat, tapi sebagai pewaris bumi dan pekerja mandat budaya, seharusnya kita bisa menjaga bumi…