Archive for February, 2009
Love never Fails, it doesn’t keep a record of wrongs that other do…. but Lord…
by soegianto on Feb.13, 2009, under Christianity, Life, Thoughts
Q : I am hurt Lord, so deeply hurt… I am fail Lord…!
A : Love is kind and patient, never jealous, boastful, proud, or rude. Love isn’t selfish or quick tempered. It doesn’t keep a record of wrongs that others do. Love rejoices in the truth, but not in evil. Love is always supportive, loyal, hopeful, and trusting. Love never fails! Everyone who prophesies will stop, and unknown languages will no longer be spoken. All that we know will be forgotten.
(1Co 13:4-8 CEV)
Q : Why should I forgive Lord ?
A : Put up with each other, and forgive anyone who does you wrong, just as Christ has forgiven you. Love is more important than anything else. It is what ties everything completely together.
(Col 3:13-14 CEV)
Q : How many times I should forgive Lord!
A : Peter came up to the Lord and asked, “How many times should I forgive someone who does something wrong to me? Is seven times enough?” Jesus answered: Not just seven times, but seventy-seven times!
(Mat 18:21-22 CEV) (continue reading…)
Life is about correcting mistakes
by soegianto on Feb.13, 2009, under Life, Romance, Sharing, Thoughts
Priya married Hitesh this day. At the end of the wedding party, Priya’s
mother gave her a newly opened bank saving passbook. With Rs.1000 deposit
amount. Mother: ‘Priya, take this passbook. Keep it as a record of your
marriage life. When there’s something happy and memorable happened in your
new life, put some money in. Write down what it’s about next to the line.
The more memorable the event is, the more money you can put in. I’ve done
the first one for you today. Do the others with Hitesh. When you look back
after years, you can know how much happiness you’ve had.’ Priya shared
this with Hitesh when getting home. They both thought it was a great idea
and were anxious to know when the second deposit can be made.
This was what they did after certain time:
- 7 Feb: Rs.100, first birthday celebration for Hitesh
after marriage
- 1 Mar: Rs.300, salary raise for Priya
- 20 Mar: Rs.200, vacation trip to Bali
- 15 Apr: Rs.2000, Priya got pregnant
- 1 Jun: Rs.1000, Hitesh got promoted ….. and so on… (continue reading…)
…seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia…
by soegianto on Feb.04, 2009, under Article, Christianity, Church, Life, News, Sharing, Thoughts
Sebuah kiriman email dari seorang rekan… pertama kali membaca saya hampir tidak percaya (well, memang pada dasarnya kurang beriman kali) terhadap pelayanan yang diberikan oleh mbak Dhayu… benar-benar excellent dan mencerminkan sikap yang luar biasa… pantas dia disanjung-sanjung dalam email ini karena dia berjiwa sebagai seorang pelayan yang melayani dengan sepenuh hati…
Jadi teringat sebuah ayat
“Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. ”
(Col 3:22-24 ITB)
Bayangkan ketika kita melayani TUHAN dengan hati yang sungguh dengan iman yang sungguh… Pasti TUHAN juga tidak segan-segan memuji kita, seperti pujian Kristus kepada seorang kepala prajurit..
….Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!”
(Luk 7:6-9 ITB)
Hati terenyuh, kala memandang kegagalan-kegagalan dalam pelayanan saat seringkali bekerja bukan seperti untuk TUHAN.
Semoga artikel dibawah ini tentang mbak Dhayu bisa jadi sumber inspirasi kita
———————————
Dear All,
klo kirim email tuh kayak gini, jangan Cuma yang complain aja tapi yang bagus juga di milis in biar semua orang tau masih banyak orang yang tulus J
Semoga hal ini bisa menginspirasi semuanya J
Ini Namanya Pelay ana n Luarrrrrr Biasa!!!!!
Kalo lo mau beli sepatu di toko, dan sepatu yang lo pilih nggak tersedia ukurannya, apa yang biasanya dilakukan penjaga tokonya?
Kalo dia sekedar bilang, “Maaf, ukurannya nggak ada” mungkin lo akan maklum.
Kalo dia bilang “Maaf, ukurannya nggak ada. Berminat dengan model yang ini, barangkali?” lo mungkin akan sedikit terkesan dengan upaya si penjaga toko untuk membantu.
Tapi yang gue dan Ida alami kemarin bener-bener jauh melebihi ekspektasi kami atas pelay ana n toko sepatu m ana pun yang pernah kami kunjungi.
Ceritanya, kemarin gue dan Ida jalan-jalan ke Grand Indonesia, refreshing dikit mumpung kerjaan lagi libur. Niat awalnya sih cuma mau cuci
mata, tapi akhirnya jadi ngiler waktu liat tulisan “discount” tergantung-gantung di toko Planet Sports. Ida lantas inget pernah ngincer
sepatu merk Skechers beberapa waktu yang lalu.
Kamipun mampir. Pilih punya pilih, Ida akhirnya naksir sepasang sepatu tipe casual, dan minta dibawain nomor 37 kepada Mbak Pramuniaga. Si Mbak Pramuniaga yang belakangan kami tau bernama Mbak Dhayu kemudian membawakan – bukan cuma satu – tapi 3 (tiga) kotak sepatu bernomor 37 berlainan model. Maksudnya, biar pembeli bisa lebih leluasa milih sepatu yang dirasa paling cocok. Di sini Ida udah mulai terkesan dengan semangat proaktif Mbak Dhayu. (continue reading…)
Mencari kedamaian dalam hati
by soegianto on Feb.03, 2009, under Life, Thoughts
Entah kenapa hari-hari ini hati tidak begitu damai, ada banyak perkara yang membuat hati ini tidak damai. Di satu sisi merasa terdesak di kiri dan kanan, di sisi lain sedang terlena dan menikmati di dalam kehilangan… sekadar mencatatkan kegelisahan dalam hati… sepertinya ini bukanlah yang pertama…
Oh tidak saya berada dalam masalah besar, karena saya tidak tahu apa masalah saya!
hmm… bagaimana bisa maju disaat ingin selalu lari dari kenyataan… seribu tugas diemban seribu tugas ditunda menghasilkan seribu pikiran yang menarik diri pada depresi yang mendalam…
sekali lagi saya jatuh…



