Archive for November, 2008

Rice Bowl! pengalaman makan

Well, It’s friday! Hari ini kami makan di RiceBowl!Plasa Semanggi. Selama makan saya sudah berjanji akan membuatkan review untuk Rice Bowl!, sadar bahwa blog ini belum pernah membahas makanan sebelumnya. Ada beberapa alasan mengapa saya berjanji untuk menuliskan review tentang RiceBowl! Minimal ada 2 alasan kenapa saya menulis tentang Rice Bowl!:

  • Pelayanan yang cukup ramah, dari panggilan sampai dengan datangnya bill
  • Makanan yang uneakkk tenan untuk paket 2 B yang kami pesan seperti yang ada pada gambar dibawah ini yang terdiri dari :
From Drop Box

Read more »

The OooLddd Dayz… and Stillzzz

And then there were four..

There are friends that you know and treasure, and there are treasures that you know are friends.

Question and Answer

Question and answer
View SlideShare presentation or Upload your own. (tags: god love)

Cross Project di Blogspot!

Baru-baru ini, Cross Project Ministry yang berdomisili di wordpress, http://dcrossproject.wordpress.com telah di buat kembarannya di http://dcrossproject.blogspot.com. Ada beberapa hal yang menyebabkan dibuatnya kembaran di blogspot diantaranya :

  1. Kemudahan untuk mengakses dengan menggunakan akun google di Gmail, Gtalk, Blogspot, Picasa Web, youtube dsbnya. Hal ini dirasakan sekali hari ini, ketika akan mengupload gambar-gambar jalan kaca ke blog Read more »

Perjalanan kami, 22 November 2008

From Drop Box

Ini adalah cerita bergambar dari perjalanan kami, menembus reruntuhan jalan kaca menuju sungai tiram untuk menghantarkan berkat “sederhana” yang telah saudara berikan kepada mereka melalui pembelian Gantungan Kunci Salib. Keuntungan dari penjualan tersebut kami belikan susu. Hari ini kami mendistribusikan 50 kotak susu. Lumayan pegel karena jalur yang cukup jauh yang harus kami lewati, tapi kami memperoleh kesempatan untuk menangkap pemandangan di sekitar area tempat kami melayani dulu (jalan kaca) yang sudah tergusur.

Taman Bacaan Anak - Sebuah Mimpi

Dear friends,

Jumat siang ini, dalam kesendirian.. saya memikirkan beberapa hal… boleh dibilang bahwa saya sedang melamun… atau apalah disebut mimpi siang bolong… yang jelas siang ini saya mensyukuri banyak hal, salah satunya adalah rekan-rekan yang selama ini berada disisi berjuang baik secara langsung atau tidak langsung untuk memuliakan TUHAN melalui apa yang TUHAN berikan kepada kita… secara khusus adalah di Cross Project Ministry…

Namun diantara lamunan saya, saya terpikirkan mimpi-mimpi yang lain… salah satunya yang terpikir adalah tentang Perpustakaan Umum, sebuah taman bacaan anak yang bisa diakses oleh siapa saja. Semuanya berawal dari cerita tentang Nur (bagi teman-teman GKY Sunter pasti sudah kenal denga dia)(hmm… ayo Von, publish tulisanmu)…, dia adalah seorang pembantu rumah tangga yang diajak mengenal TUHAN oleh ibu Ruth. Walaupun hanya pembantu rumah tangga, namun kami tahu bahwa dia memiliki kelebihan-kelebihan yang bahkan kita belum tentu punya. Yaitu Sikap Kritis dia, dari awal dia mengenal Kristus, kesaksian-kesaksian dia di Komisi Pemuda (kayaknya hanya dia yg berani bersaksi di komisi pemuda dengan segitu lantangnya menyuarakan “kekecewaannya” terhadap struktur sosial di RT sunter) dan pertobatannya…. sungguh luar biasa, terakhir kita mendengar dia rindu pelayanan misi dan sekarang sudah menyelesaikan pendidikan misi dan ditempatkan di daerah yogya. Dimana salah satu pelayanannya adalah membuka Taman Bacaan Anak yang menjadi berkat di daerah sana….
Read more »

Wa Habibi, Good Friday Hymn sung by Fairouz

This is one of two official Catholic hymns adopted from the 20th century. This new Good Friday hymn is sung by the Lebanese singer Fairuz. I have set this song to the Fourteen Stations of the Cross.

Arabic Lyrics:
وا حبيبي وا حبيبي أي حال أنت فيه
من رآك فشجاك أنت أنت المفتدي
يا حبيبي أي ذنب حمل العدل بنيه
فأزادوك جراحاً ليس فيها من شفاء
حين في البستان ليلاً سجد الفادي الإلة
كانت الدنيا تصلي للذي أغنى الصلاة
شجر الزيتون يبكي و تناديه الشفاء
يا حبيبي كيف تمضي أترى ضاع الوفاء

English Translation:
My Love, My Love
What has befallen you?
Who saw you and grieved for you,
You who are righteous?
My Love, what is the sin of our times and our children?
These wounds have no cure.

Kemiskinan dan Agama

“Menurut Din, ada satu pandangan menarik dari pangeran yang bergelar Prince of Wales itu. “Pangeran Charles menegaskan bahwa nilai-nilai kebijaksanaan tradisional (traditional wisdom) agama-agama di dunia dapat membantu mengatasi musuh bersama dunia, seperti kemiskinan dan
keterbelakangan,” ujar Din.”

Source : http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/01/1803027/pangeran.charles..agama.dapat.atasi.kemiskinan

Baru-baru ini membaca artikel yang mengemukakan pendapat pangeran Charles dalam kunjungannya ke Indonesia. Mungkinkah ke agama dapat mengatasi kemiskinan? Menurut saya sangatlah mungkin. Saya ada di pihak pangeran Charles, dan untuk itu kami mencoba berjuang melalui Cross Project Ministry untuk mewujudkan hal tersebut.

Berikut ini saya mendapat sebuah forwardan… lalu coba di check kebenarannya pada paman Google, semoga dapat terus menginspirasikan kita sebagai Kristen yang berkarya dan bukan menjadi seorang Kristen yang selalu menyalahkan dunia! Seakan-akan TUHAN tidak bekerja di dunia ini, satu-satunya alasan kita tidak melihat perubahan adalah karena kita tidak mau mendengar perintah Dia dan bukan karena DIA tidak bekerja…. dan perintahnya adalah :

Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

(Mat 25:44-45) Read more »

Fairouz the Jewel of Arab

Entirely dressed in black, Fairouz, the legendary Lebanese singer, kneels with great humility before the altar and the crucifix upon which our Lord Jesus Christ was nailed and unleashes her impeccable voice as she sings in exaltation: “Today, He was hung on a piece of wood, The Man who hung the world above water…. We kneel before your Passion o’ Christ….We kneel before your Passion o’ Christ.” The year was 1965, and the place, a church in Beirut, Lebanon.