Archive for August, 2008

The Giving Kind

“Blessed be he of the LORD, who has not forsaken His kindness to the living and the dead!” – Ruth 2:20

Read : Ruth 2

At one end of the truck terminal where H.H. Lee worked years ago was a coal company. Nearby were a railroad, and each day several freight trains passed by. Lee often noticed that the owner of the company, who was a Christian, threw chunks of coal over the fence at various places along the track. One day he asked the man why he did this.

The man replied, “An elderly woman lives across the street, and I know that her pension is inadequate to buy enough coal. After the trains go by, she walks along and picks up the pieces she thinks have fallen from the coal car behind the engine. She doesn’t realize that diesels have replaced steam locomotives. I don’t want to disappoint her, so I just throw some pieces over the fence.”

That’s Christianity in action! The book of Ruth vividly portrays this principle of giving. When Boaz saw Ruth gathering grain behind the reapers I n his field, he commanded them to leave some handfuls of grain for her. To her, this was a blessing from the LORD.

In the same way, the people whose lives we touch need to experience God’s love through our compassion and generosity. That’s why we should ask God to make us aware of opportunities to show kindness. – Henry Bosch

Do a deed of simple kindness;

Though its end you may not see

It will reach like widening ripples

Down a long eternity – Anon.

 

Kindness is the oil that makes the friction out of life

Taken from, Our Daily Bread, April 23 Monday

Dikisahkan dalam masa-masa penantian, pagi 19 desember 2003

Senandung jiwa mencari Cinta

Bait 2

Kutemukan kau diantara sejuta bintang

Kupandang kau diantara sejuta kembang

Mungkin bukan yang terindah dari semua

Bukan pula yang gemerlap dari yang ada

Sekilas melihat, sekilas bertaut

Tak mau lepas terpana oleh pesonamu

Engkau bukan mawar merah bukan pula tulip merona

Engkau mungkin tidak semerah mars tidak pula secerah venus

Sejenak memandang , beralih pun enggan

Terpenjara di dalam rasa yang tak terbendung

Cintakah ini, … tanyaku dalam hati

Kaukah jawaban doaku dalam penantian ini

Kau tersenyum, dan kupun tersenyum

Kau menangis dan hatikupun terenyuh

Kau bahagia dan kupun tertawa

Kau menari dan kupun terbawa dalam tarianmu

Cintakah ini… tanyaku penuh asa

 

di kisahkan dalam masa-masa penantian, pagi 19 desember 2003

Di dalam pikiran dalam masa-masa pencarian 18 desember 2003

Senandung jiwa mencari Cinta

Bait 1

Diantara seribu bintang

Diantara seribu kembang

Sebuah sinar melesat

Membawa jiwaku tersesat

Di dalam hutan kelam tak bertuan

Mencari arti sebuah kebahagiaan

Mencari makna dari sebuah kesedihan

Kuikuti sinar itu langkah demi selangkah

Sambil berharap ‘tuk menjadi bijak

Mencari tempat ‘tuk berpijak

Bergelut penuh tanya ‘tuk berhenti sejenak,

Dimanakah gerangan dikau!

Gelombang yang mampu menggetarkan gita

Hasrat yang mampu membangun cita

Gelora yang mampu meruntuhkan rasa

Oh Pencipta, dengarlah eranganku

Didalam doaku

Didalam setiap tanyaku

Cinta, cinta dan cinta

Dimanakah engkau berada?

 

di dalam pikiran dalam masa-masa pencarian, 18 desember 2003

Eureka…

 

“… sayangnya dari 6 buah puisi yang diciptakan dalam minggu-minggu itu…. hanya tersisa 4 buah puisi…. ah sayangnya aku tidak memiliki copyan lagi… lagipula aku benar-benar lupa akan isi detail bait 1 dan 2 -nya (btw bait pertama dan keduanya romantis picisan banget… kalo kaga salah dibacakan oleh adikku untuk ikut lomba dhe… well, kata dede dengan bait 1 dan 2 tanpa bait selanjutnya - maka puisi ini lebih tepat seperti orang yang dimabuk asmara… sayangnya… aghhh”

Masih ingat dengan tulisan diatas?, Rabu kemaren saya sedang mencari penggaris (yang anehnya menghilang dari sepenjuru rumah) untuk mengukur plastic buat membuat head tag dari cross project. Sampai-sampai (maaf) membongkar kamar adik tercinta, eh secara tidak sengaja menemukan organizer, dan pas saya buka untuk sekadar liat-liat, tebak apa yang saya temukan…

Yup, anda benar jika anda menebak saya menemukan bait pertama dan kedua yang hilang… EUREKA… ^_^, dan saya putuskan untuk memposting puisi lengkapnya disini… ^_^

Benar-benar picisan… tapi inilah saya!